Verdik Singkat: Layak untuk Gamer Budget, Bukan Buat Semua Orang
Tecno Pova 8 5G adalah ponsel gaming murah berbasis 5G dengan baterai jumbo 8.000 mAh, layar IPS 6,76 inci 144Hz, dan chipset MediaTek Dimensity 7100 yang ditujukan untuk gamer mobile kelas menengah yang mencari daya tahan ekstra tanpa harus membayar harga flagship. Di harga mulai sekitar Rp4,8 jutaan untuk varian 6GB/128GB, Tecno jelas menyasar pengguna yang lebih sering bermain game, streaming, dan browsing dibanding memotret atau membuat konten. Setelah digunakan intensif, kesimpulan utamanya cukup lugas: ini ponsel yang sangat kuat di sisi baterai dan cukup nyaman untuk gaming kelas casual–menengah, tetapi komprominya terasa pada kecepatan charging, fleksibilitas refresh rate, dan performa yang tertinggal dari beberapa rival di kelas yang sama. Jika ekspektasi disesuaikan dengan harganya, Pova 8 5G memberi nilai menarik, namun bukan pilihan paling seimbang untuk semua tipe pengguna.
| Spesifikasi Tecno Pova 8 5G | Detail | |
|---|---|---|
| Layar | IPS LCD 6,76 inci Full HD+ (2.344 x 1.080), refresh rate hingga 144Hz | |
| Prosesor | MediaTek Dimensity 7100, fabrikasi 6nm TSMC | |
| RAM & Storage | 6GB/128GB, 8GB/128GB, 8GB/256GB | |
| Baterai | 8.000 mAh, pengisian daya kabel 45W | |
| Dimensi & Bobot | 165,6 x 78,4 x 8,8 mm; sekitar 225 gram | |
| Kamera Utama | Sony LYTIA 600 50MP, fokus ke foto siang dan malam yang cukup baik | |
| Kamera Depan | 13MP untuk selfie detail pada cahaya cukup | |
| Tahan Banting | Kaca tempered depan, IP64, sertifikasi MIL-STD-810H, gasket karet di baki SIM | |
| Software | HiOS 16 berbasis Android 16 dengan asisten AI Ella | |
| Harga Resmi | 6GB/128GB: Rp4.799.000; 8GB/128GB: Rp5.499.000; 8GB/256GB: Rp5.999.000 |

Desain Futuristik dan Layar 144Hz: Enak Dipandang, Sedikit Tanggung Dipakai
Dari sisi desain, Tecno Pova 8 5G terasa cukup beda di kelasnya. Bagian belakang memakai panel semi-transparan dengan nuansa futuristik, sementara modul kamera segitiga menyatu rapi dengan bodi. Gimmick paling unik adalah Alive Matrix Display di bawah kamera, terdiri dari 117 titik LED putih dengan 49 skenario animasi yang bereaksi terhadap panggilan, notifikasi, musik, game, dan pengisian daya. Secara fisik, ponsel ini besar dan berat: 165,6 x 78,4 x 8,8 mm dengan bobot sekitar 225 gram, terasa mantap di tangan tapi kurang ideal untuk pengguna dengan telapak kecil. Build quality tergolong meyakinkan berkat kaca tempered di depan, perlindungan IP64, sertifikasi MIL-STD-810H, dan gasket karet tebal di baki SIM. Layar IPS LCD 6,76 inci Full HD+ tampil tajam, dengan klaim refresh rate hingga 144Hz dan kecerahan puncak hampir 1.000 nits dalam mode otomatis, sehingga masih nyaman dipakai di luar ruangan terang.
Dalam penggunaan nyata, layar ber-refresh tinggi ini lebih terasa saat scrolling dan navigasi antarmuka dibanding benar-benar memaksimalkan 144Hz di semua aplikasi. "Pova 8 5G sebenarnya tidak menawarkan banyak fleksibilitas untuk menggunakan refresh rate tersebut"; banyak aplikasi tetap terkunci di sekitar 60Hz. Jadi meski angka 144Hz terdengar menggiurkan, pengalaman harian tidak sepenuhnya selevel ponsel gaming premium. Tetap, untuk ponsel gaming murah, tampilan visualnya sudah lebih dari cukup: teks jelas, warna enak dipandang, dan respons sentuh konsisten. Namun, bagi gamer kompetitif yang mengincar fluiditas maksimal di semua game, keterbatasan implementasi refresh rate ini perlu diperhatikan sejak awal.
Performa Gaming: Lancar untuk Casual–Menengah, Tertinggal dari Rival Lebih Kencang
Tecno Pova 8 5G memakai MediaTek Dimensity 7100 sebagai otak utama, chipset 6nm yang fokus ke efisiensi energi dan konektivitas 5G. Di pengujian sintetis AnTuTu 11, ponsel ini meraih skor sekitar 811 ribu poin, tertinggal dari pesaing seperti Redmi Note 15 5G dengan Snapdragon 6 Gen 3 dan Galaxy A37 dengan Exynos 1480. Artinya, dari sisi angka murni, ini bukan monster performa di kelas Rp4–5 jutaan. Namun, untuk tujuan ponsel gaming murah, performanya masih memadai: game populer seperti judul battle royale dan MOBA bisa berjalan stabil di setting menengah, sementara game casual hampir tidak menimbulkan kendala berarti. Keunggulan lain, chip ini tidak menghasilkan banyak panas dan hampir tidak mengalami pelambatan termal, sehingga sesi bermain panjang terasa nyaman di tangan. Kombinasi RAM 6GB atau 8GB dan storage hingga 256GB juga cukup lega untuk memasang banyak game dan aplikasi tanpa cepat kepenuhan.
Kelebihan
- Chipset Dimensity 7100 cukup kuat untuk game casual hingga menengah dan sangat efisien daya
- Nyaris tidak ada throttling termal, sehingga ponsel tetap nyaman disentuh saat gaming panjang
- RAM dan storage besar (hingga 8GB/256GB) mendukung instalasi banyak game
Kekurangan
- Skor AnTuTu 11 (811 ribu) tertinggal dari beberapa rival dengan chipset lebih kencang
- Implementasi refresh rate 144Hz kurang fleksibel, tidak selalu aktif di banyak aplikasi dan game
Baterai Jumbo 8.000 mAh: Juara Tahan Lama, Charging 45W Terasa Lambat
Bagian paling menonjol dari Tecno Pova 8 5G adalah baterai 8.000 mAh yang sangat besar untuk standar ponsel mainstream. Dipadukan dengan chipset Dimensity 7100 yang efisien, daya tahan ponsel ini memang luar biasa. Dalam skenario browsing dan streaming video, ia bahkan mengalahkan pesaing seperti POCO X8 Pro dan Redmi Note 15 5G yang punya baterai jauh lebih kecil. Untuk gamer, ini berarti Anda bisa melakukan sesi gaming marathon, streaming, dan multitasking tanpa rasa cemas kehabisan daya di tengah hari. Sayangnya, kapasitas besar itu tidak diimbangi teknologi pengisian daya yang sepadan. Pova 8 5G hanya mendukung charging kabel 45W; pabrikan mengklaim 50 persen terisi dalam 35 menit, tetapi pengujian menunjukkan butuh hampir 1,5 jam untuk mengisi dari 0 hingga 100 persen. Jadi, baterai jumbo 5G ini unggul di endurance, tetapi Anda harus menyisihkan waktu lebih lama saat mengisi penuh.
Dalam penggunaan sehari-hari, pola terbaik adalah mengisi baterai saat malam atau ketika tidak bermain, lalu menikmati seharian penuh tanpa powerbank. Untuk pengguna berat yang sering berpindah jaringan 5G, streaming video berjam-jam, dan bermain game kelas menengah, konfigurasi ini terasa ideal: jarang sekali ponsel harus dicas di tengah aktivitas. Namun, jika Anda terbiasa dengan ponsel lain yang menawarkan pengisian 67W atau bahkan 100W di rentang harga serupa, kecepatan 45W akan terasa lambat. Untuk gamer yang sering lupa mengisi baterai dan mengandalkan top-up kilat sebelum sesi panjang, ini bisa menjadi faktor penentu apakah Pova 8 5G cocok atau tidak.
Kamera, Software, dan Nilai Beli: Bukan Kamera King, Tapi Cukup Seimbang
Di bagian kamera, Tecno Pova 8 5G jelas bukan dirancang sebagai ponsel fotografi utama.





