Wang Churan & Chen Zheyuan Selesai Syuting Tales of the Floating World

Wang Churan & Chen Zheyuan Selesai Syuting Tales of the Floating World
Minat|Drama Tiongkok

Syuting Selesai Drama, Saat Chemistry Berbicara Paling Lantang

Tales of the Floating World adalah drama fantasi sejarah bergenre xuanhuan, folklore, romansa, dan supernatural yang menyorot hubungan manusia dan makhluk gaib lintas empat periode sejarah, dengan fokus pada sosok Sha Luo dan pertemuannya dengan Ao Chi yang mengubah takdir mereka. Ketika kabar syuting selesai drama ini diumumkan, perhatian penggemar langsung tertuju pada dua nama: Wang Churan dan Chen Zheyuan, yang resmi merampungkan proses syuting drama fantasi sejarah terbaru mereka, Tales of the Floating World. Momen wrap bukan sekadar seremoni; inilah titik di mana segala penat, tawa, dan kecemasan yang dibangun berbulan-bulan menemukan pelepasannya. Menariknya, yang lebih menggema di media sosial bukan pengumuman resmi, melainkan wajah jenaka dan candid mereka di lokasi, yang terasa jauh lebih jujur dibanding poster promosi mengilap.

Wang Churan & Chen Zheyuan Selesai Syuting Tales of the Floating World

Ekspresi Jenaka Wang Churan: Satu Senyum, Satu Trending Tagar

Di hari terakhir produksi, foto-foto Wang Churan yang berusia 27 tahun tersebar di Weibo dan dengan cepat menyita perhatian publik pada Sabtu 22 Agustus 2026. Ia tertangkap kamera menaikkan sebagian bibir sambil memperlihatkan gigi, ekspresi jenaka yang seketika memicu banjir komentar manis. Tagar tentang betapa manisnya Wang Churan saat memperlihatkan giginya ikut beredar luas dan jadi bahan perbincangan akun terverifikasi maupun pengguna biasa. Momen kecil ini memperlihatkan sesuatu yang sering hilang dalam promosi drama: manusia di balik karakter. Bukannya menjaga citra ‘dingin dan elegan’ seperti sosok Sha Luo yang ia perankan, Wang memilih melepas topeng dan tampil kocak. Di sinilah letak pesonanya—kontras antara visual karakter yang misterius dan gestur personal yang ringan membuat figur Wang Churan terasa lebih dekat, lebih dapat dijangkau penonton.

Potret Candid Wang Churan Chen Zheyuan: Kimia yang Tumbuh di Balik Kostum

Unggahan kru dan pemain memperlihatkan bagaimana Wang Churan Chen Zheyuan berdiri berdampingan, tertawa bersama, dan berpose dengan para pemain pendukung, sambil berpindah antara busana kasual modern dan hanfu era kekaisaran. Dari luar, ini terlihat seperti behind the scenes drama biasa; namun jika diperhatikan, tubuh yang santai, gestur spontan, dan tatapan saling menggodanya memberi sinyal: dua pemain utama ini telah menemukan ritme kerja yang nyaman. Foto wrap semacam itu jarang bohong—kekikukan akan tampak jika hubungan mereka renggang. Alih-alih kaku, frame-frame yang dibagikan terasa cair, menandakan bahwa proses panjang melintasi empat periode sejarah dalam cerita ternyata dibangun di atas suasana set yang hangat, bukan sekadar disiplin dan jadwal padat.

Tales of the Floating World: Fantasi Lintas Zaman yang Ditopang Detail Produksi

Tales of the Floating World diadaptasi dari novel Fusheng Wuyu karya Sha Luo Shuang Shu dan diproduksi oleh iQIYI sebagai drama sekitar 30 episode. Ceritanya tidak terkunci pada satu zaman, melainkan bergerak melintasi Periode Negara-negara Berperang, Dinasti Tang, Dinasti Song Utara, hingga Era Republik, disatukan oleh kisah makhluk supernatural, cinta, kehilangan, dendam, pengorbanan, dan penebusan. Wang Churan memerankan Sha Luo, iblis pohon berusia ribuan tahun yang menjadi pemilik kedai Floating Life Tea—pintu masuk ke kisah-kisah para tamu dan makhluk gaib. Di sinilah pentingnya potret di balik layar: kostum hanfu megah, set kedai teh, hingga transisi outfit modern tidak hanya elemen visual, tapi juga penanda lapisan cerita. Foto wrap yang ramai itu memberikan sekilas pandang pada skala produksi tanpa perlu bocoran trailer; penonton dapat mengintip seberapa serius tim menggarap dunia ‘浮生’ ini.

Foto di Balik Layar: Mesin Hype Terkuat Sebelum Tanggal Tayang

Meski Tales of the Floating World masih berada dalam tahap pascaproduksi dan belum memiliki tanggal tayang resmi, foto-foto di balik layar sudah cukup untuk menggerakkan antusiasme penggemar. Banyak penggemar mengaku, potret wrap di hari terakhir membuat mereka semakin ingin menonton drama ini. Dan wajar: momen candid memberi sesuatu yang tidak bisa diberikan teaser—rasa kedekatan. Dari sudut pandang penonton, melihat Wang Churan yang biasanya digambarkan sebagai sosok dingin dan elegan tampil konyol, atau Chen Zheyuan tersenyum santai di sela kostum sejarah, menciptakan kesan bahwa proyek ini dikerjakan dengan hati, bukan sekadar tugas. Pada akhirnya, yang dijual bukan cuma fantasi visual, tetapi pengalaman emosional lengkap: cerita lintas zaman di layar, dan cerita kedekatan para pemain di luar kamera.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!