Redesign Cafe-Lounge: Bukan Sekadar Tempat Makan
Tren redesign cafe-lounge adalah pergeseran konsep ruang makan dan nongkrong menjadi social space multi-fungsi yang menggabungkan desain cafe modern, kenyamanan work space, dan karakter interior cafe heritage dalam satu pengalaman bersantap yang estetik dan relevan bagi generasi urban masa kini. Day to Day Social Space di Mojokerto misalnya, lahir sebagai kafe dan ruang kumpul modern yang populer dan kekinian, lengkap dengan interior dan eksterior estetik serta suasana tenang untuk bertukar cerita dan membaca buku. Di sisi lain, Sky Lounge di sebuah hotel di Palembang tampil dengan wajah baru yang lebih modern, stylish, dan berkelas, menawarkan ambience khas hotel bintang lima dengan suasana nyaman dan sophisticated untuk berbagai momen bersantap dan hangout. Sementara itu, de Hemel Restaurant di Malang memilih re-branding yang terang dan ramah tanpa meninggalkan karakter heritage bangunan era 1930-an.
Social Space dan Cafe Work Space: Nongkrong, Kerja, dan Berkumpul dalam Satu Ruang
Inti tren baru ini adalah multi-fungsi: satu ruang yang nyaman untuk nongkrong, bekerja, dan berkumpul. Day to Day Social Space menegaskan peran kafe sebagai social space; tempat ini digunakan untuk acara kumpul bersama, nongkrong, bekerja, hingga bersantai, dan bahkan direkomendasikan untuk Work From Cafe (WFC) maupun Gathering and Event. Konsep cafe work space di sini tidak sekadar menyediakan meja dan Wi-Fi, tetapi atmosfer yang tenang dengan sudut foto, area indoor ber-AC, outdoor dan balkon, lengkap dengan musala dan toilet. Di kelas yang lebih tinggi, Sky Lounge menawarkan ruang yang bisa menyesuaikan berbagai kebutuhan: dinner keluarga, quality time pasangan, hingga hangout santai bersama teman. Relevansi bagi Gen Z dan profesional urban jelas: mereka mencari tempat yang bisa dipakai kerja siang hari, lalu bergeser jadi ruang sosial pada malam hari, tanpa harus berpindah lokasi dan mood.
Ambience Bintang Lima, Estetika Casual, dan Sentuhan Heritage
Tren desain cafe modern dan renovasi lounge hotel hari ini bergerak ke arah hybrid: material dan finishing berkelas, namun tetap terasa dekat dan casual. Sky Lounge mengusung ambience hotel bintang lima yang nyaman dan sophisticated, sambil tetap menjaga kualitas dan standar khas hotel berbintang. Menurut General Manager Ismail Sazali, konsep baru hadir untuk mengikuti perkembangan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang menginginkan bukan hanya makanan enak, tetapi juga suasana yang berkesan. Di Malang, de Hemel memperlihatkan bagaimana interior cafe heritage bisa tampil baru tanpa memutus masa lalu. Konsep “A New Taste of Home” menghadirkan ruang yang lebih terang, cerah, dan friendly, namun tetap berpijak pada karakter historis The Shalimar: nuansa arsitektur FreeMason era 1930-an, lantai teraso, dan area panggung dekat piano besar dipertahankan sebagai elemen identitas ruang.

Menu, Jam Operasional, dan Dampaknya bagi Pengunjung
Redesign interior selalu diiringi kurasi menu dan pola operasional yang menyesuaikan gaya hidup baru. Day to Day Social Space tidak hanya estetik; ia menyajikan ragam menu dari nashville chicken, garlic butter chicken, spaghetti, cheesecake, hingga berbagai minuman seperti pure matcha latte dan butterscotch latte, dengan harga ramah di kantong mulai sekitar Rp 15.000 hingga Rp 38.000 per porsi. Café ini buka setiap hari pukul 10.00–23.00, jam yang pas untuk WFC dan nongkrong malam. Sky Lounge menawarkan menu yang lebih beragam, termasuk signature cocktail Summer Blue Sky, serta jam operasional yang fleksibel: Senin–Kamis 15.00–23.00, dan Jumat–Minggu terbagi antara 07.00–11.00 dan 15.00–00.00. Di Malang, de Hemel melayani lunch dan dinner pukul 12.00–22.00, dengan sarapan mulai 06.30–11.00, sembari membawa cita rasa Nusantara dan Indische ke meja pengunjung melalui rawon, soto, rujak, hingga Indische Platter.
Kesimpulan: Cafe-Lounge Hybrid sebagai Ruang Hidup Baru Gen Z dan Profesional Urban
Melihat Mojokerto, Palembang, dan Malang, pola yang muncul konsisten: cafe-lounge hybrid menjadi ruang hidup baru bagi Gen Z dan profesional urban. Mereka menginginkan desain cafe modern yang estetik, bisa berfungsi sebagai cafe work space, sekaligus punya kedalaman cerita melalui interior cafe heritage. Day to Day Social Space menjawabnya dengan social space yang multi-fungsi dan terjangkau. Sky Lounge mengangkat pengalaman hangout ke level lebih tinggi lewat ambience bintang lima yang tetap terasa santai. de Hemel menunjukkan bahwa heritage tidak harus kaku; ia bisa menjadi latar hangat untuk cerita baru, dengan ruang yang lebih terbuka dan bersahabat bagi masyarakat kota. Kalau tren ini berlanjut, kafe dan lounge ke depan tidak akan dinilai dari seberapa instagramable saja, tetapi dari seberapa cerdas mereka menggabungkan fungsi kerja, sosial, dan sejarah dalam satu ruang yang bisa kita sebut “rumah kedua”.





