Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Cara Makan Pho, Shabu-Shabu, dan Sukiyaki yang Benar

Cara Makan Pho, Shabu-Shabu, dan Sukiyaki yang Benar
Minat|Diskusi Resep

Mengapa Cara Makan Menentukan Nikmatnya Pho, Shabu-Shabu, dan Sukiyaki

Cara makan pho, shabu-shabu, dan sukiyaki yang benar adalah serangkaian langkah terstruktur mulai dari persiapan mangkuk atau panci, urutan memasukkan bahan, hingga teknik menyuap ke mulut, yang dirancang untuk memaksimalkan aroma, rasa, dan tekstur daging serta kuah sesuai tradisi kuliner Asia Timur dan Asia Tenggara.

Jika selama ini Anda menganggap pho sama saja dengan mie kuah biasa atau mengira shabu-shabu dan sukiyaki cukup dicemplung-lalu-makan, Anda rugi besar. Menikmati hidangan Asia seperti ini adalah soal detail: urutan bumbu, lamanya mencelup daging, hingga cara memadukan kuah dengan topping. Chef Vietnam sampai head chef restoran Jepang tidak mengajarkan teknik hanya demi estetika; mereka mengatur setiap langkah supaya cita rasa rempah, manis–gurih kuah, dan kelembutan daging muncul bersamaan, bukan saling menutupi.

Cara Makan Pho ala Chef Vietnam: Urutan Adalah Segalanya

Untuk memahami cara makan pho yang tepat, mulai dulu dari komponennya. Satu mangkuk pho umumnya berisi kwetiau tipis dari tepung beras, kuah sapi, sayur, dan irisan daging sapi atau ayam. Di sampingnya, biasa hadir piring-piring kecil berisi saus, potongan cabai, serta daun-daun rempah aromatik. Inilah “aksesori” wajib demi pengalaman menikmati hidangan Asia yang utuh—abaikan salah satunya, dan karakter pho langsung berkurang.

Food Director Lưu Văn Nhân mengajarkan urutan tegas: pertama, masukkan saus ke mangkuk pho, lalu aneka daun rempah, lanjut perasan jeruk nipis, dan terakhir baru potongan cabai. Semua ini kemudian diaduk rata dengan sendok dan sumpit hingga kuah menyatu dengan bumbu. Untuk menyantapnya, ia mengambil sedikit mie, sayur, dan daging dengan sumpit, meletakkannya di atas sendok, lalu menambahkan potongan cabai sebelum disuap. Menurutnya, menaruh isi di sendok membuat kita “bisa sekaligus merasakan kuahnya” dalam satu gigitan yang penuh rasa dan aroma.

Hasilnya bukan sekadar kenyang: rasa segar langsung memenuhi rongga mulut ketika sesendok kuah pho beserta isiannya disuapkan. Rempah khas Vietnam memberikan rasa spesial yang tidak ditemukan di makanan lain, dengan sensasi daun aromatik yang mengingatkan pada lalapan seperti kemangi. Teknik ini membuat setiap suapan seimbang: pedas, asam segar, gurih kuah, dan wangi rempah hadir bersamaan, bukan bergantian.

Teknik Shabu-Shabu: Celup Singkat, Kuah Ringan, Saus Pendamping

Berbeda dari pho yang fokus pada racikan dalam mangkuk, teknik shabu-shabu sukiyaki dimulai dari panci di tengah meja. Shabu-shabu identik dengan kuah lebih ringan, dirancang untuk menonjolkan cita rasa asli daging tipis yang digunakan. Pengalaman menikmati hidangan Asia di sini bertumpu pada kontrol: seberapa lama Anda mencelup daging, urutan memasak sayur, dan kapan mencampur saus.

Dalam shabu-shabu, irisan daging dicelupkan ke dalam kuah panas hingga matang, kemudian disantap bersama saus pendamping. Artinya, panci bukan tempat merebus daging sampai lupa waktu, melainkan “tempat bilas panas” singkat sebelum daging masuk ke saus. Di restoran yang berfokus pada daging premium, seperti yang menggunakan A5 Japanese Wagyu untuk shabu-shabu, teknik celup singkat ini krusial agar tekstur tetap lembut dan rasa lemak yang halus terasa jelas.

Untuk sayuran, prinsipnya kebalikan daging: masukkan lebih dulu karena butuh waktu lebih lama. Setelah kuah menyerap rasa sayur dan jamur, barulah mulai sesi “celup, angkat, cocol saus”. Cara mengombinasikan saus dan pelengkap pun bisa disesuaikan selera: kuah ringan menyumbang kehangatan, sementara saus pendamping menambah karakter gurih atau segar sesuai preferensi rasa Anda.

Teknik Sukiyaki dan Spicy Tomato: Mainkan Kuah Manis-Gurih yang Kental Rasa

Jika shabu-shabu merayakan kesederhanaan, sukiyaki merayakan intensitas. Kuahnya umumnya didominasi rasa manis dan gurih, dengan daging dan bahan lain dimasak langsung dalam kuah berbumbu. Di beberapa restoran, pengalaman menikmati hidangan Asia ini berkembang lebih jauh lewat varian seperti Spicy Tomato Sukiyaki, yang menambahkan rasa asam segar dan cabai rawit ke kuah manis-gurih klasik. Menurut CEO Gokuniku, inilah yang “bikin beda” karena ada essence asam dan pedas yang menyegarkan.

Dalam penyajiannya, sayuran untuk spicy tomato biasanya sudah tersedia satu set; tamu cukup memasaknya dalam kuah, sementara daging dapat langsung dicelupkan atau dip ke dalam kuah. Untuk signature spicy tomato, digunakan A5 premium beef bagian rib-eye yang kaya lemak marbling. Di sini, tekniknya bukan mencelup sekilas seperti shabu-shabu, tetapi membiarkan daging bersentuhan dekat dengan kuah bumbu agar permukaannya menyerap rasa manis, gurih, pedas, dan asam secara seimbang.

Aksesori rasa sukiyaki terletak pada kuahnya sendiri. Ketimbang mengandalkan saus pendamping, kuah yang kental rasa berperan sebagai “saus besar” tempat semua bahan mandi sekaligus. Anda bisa mengatur intensitas: semakin lama bahan berada di kuah, semakin pekat rasa yang menempel. Untuk pengalaman paling nyaman, masak sayuran lebih dahulu hingga kuah menyerap umami sayur, lalu masukkan daging sedikit demi sedikit agar kuah tidak kehilangan fokus pada rasa daging dan bumbu utama.

Merangkai Pengalaman: Persiapan, Aksesori, dan Kombinasi Rasa

Kunci menikmati pho, shabu-shabu, dan sukiyaki secara autentik adalah memperlakukan persiapan sebagai bagian dari ritual, bukan sekadar tahap sebelum makan. Pada pho, siapkan mangkuk berisi kwetiau, kuah sapi, sayur, serta irisan daging, lalu dampingi dengan piring kecil berisi saus, cabai, dan daun rempah. Pada sukiyaki tomat pedas, satu set sayuran disajikan untuk dimasak dalam kuah, sementara daging siap dicelup langsung.

Cara mengombinasikan saus dan bahan pelengkap sebaiknya dimulai dari patokan tradisional, lalu disesuaikan selera. Untuk pho, ikuti urutan saus–daun–jeruk nipis–cabai, aduk rata, lalu koreksi rasa: ingin lebih segar, tambah jeruk; lebih pedas, tambah cabai. Untuk shabu-shabu, gunakan kuah ringan sebagai dasar, lalu bermain di saus pendamping: cocol daging baru keluar panci sehingga perbandingan kuah dan saus seimbang di mulut.

Pada sukiyaki, karena kuah sudah kaya rasa, Anda bisa mengurangi ketergantungan pada saus tambahan dan fokus mengatur lamanya bahan berada di kuah. Intinya, teknik dan aksesori bukan aturan kaku, tetapi alat yang membantu Anda menemukan titik nikmat pribadi dalam menikmati hidangan Asia: kapan rasa rempah, asam segar, manis-gurih, pedas, dan kehangatan kuah bertemu dalam satu suapan yang menyenangkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!