Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bundaran Sudirman Pekanbaru Disiapkan Menjadi Wajah Baru Kota

Bundaran Sudirman Pekanbaru Disiapkan Menjadi Wajah Baru Kota
Minat|Asia Tenggara

Dari simpang padat menjadi penanda kota

Bundaran Sudirman Pekanbaru adalah persimpangan di depan Mal Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, yang sedang disiapkan sebagai ruang kota dengan tampilan modern dan fungsi lalu lintas yang lebih tertata. Rencana ini penting bukan karena kota membutuhkan layar yang lebih terang, melainkan karena simpang padat tersebut dapat menjadi wajah pusat kota yang lebih tertib dan mudah dikenali. Wali Kota Agung Nugroho menyebut desainnya akan mengadopsi konsep Shibuya di Jepang, dengan penataan ditargetkan selesai pada penghujung 2026. Namun, kemiripan visual saja tidak cukup: ukuran keberhasilan seharusnya terlihat dari perjalanan yang lebih lancar serta ruang sekitar yang nyaman bagi warga, bukan hanya mencolok bagi pengendara yang melintas.

Persimpangan depan mal kerap menjadi titik penumpukan kendaraan, sehingga perubahan bentuk kawasan perlu menjawab persoalan sehari-hari pengguna jalan. Jika proyek ini hanya menghasilkan citra modern tanpa memperbaiki alur kendaraan dan keteraturan lingkungan, klaim sebagai pembaruan tata kota Pekanbaru akan terasa dangkal. Karena itu, peralihan dari simpang semata menjadi ruang yang tertata patut dinilai melalui manfaat nyata bagi pengendara dan warga sekitar.

Videotron perlu menjadi bagian dari penataan

Rencana videotron Mal Pekanbaru memberi kawasan ini identitas visual baru, sementara Bank Mandiri yang berada dekat persimpangan juga menyiapkan layar digital. Pemerintah kota ingin koridor Jalan Sudirman beralih dari baliho berkonstruksi besi ke videotron. Arah itu dapat membuat tampilan jalan lebih seragam, tetapi layar besar bukan pengganti trotoar yang nyaman, pengaturan lalu lintas yang jelas, atau ruang publik yang ramah. Agar tidak berhenti sebagai dekorasi dan media iklan, pemasangannya perlu menjadi bagian dari rancangan kawasan yang memperhatikan pandangan pengendara, keselamatan, dan suasana bagi pejalan kaki.

Penataan fisik, termasuk pelebaran area putar balik dan pemunduran pos polisi, lebih menentukan pengalaman warga daripada gemerlap layar. Pos Satpol PP juga direncanakan untuk mendukung pengawasan ketertiban. Kombinasi ini menunjukkan bahwa proyek tidak hanya mengejar perubahan rupa, tetapi juga berusaha mengatur pergerakan dan kondisi di lokasi. Tantangannya adalah memastikan semua elemen tersebut saling mendukung, bukan menambah keramaian visual atau hambatan baru di simpang yang sudah padat.

Kemitraan swasta perlu disertai tanggung jawab publik

Menurut Agung Nugroho pada Minggu, 1 November 2026, penataan bundaran ditargetkan rampung pada akhir tahun itu dan mendapat dukungan Mal Pekanbaru tanpa menggunakan APBD. Partisipasi swasta dapat mempercepat pembenahan di sekitar pusat perbelanjaan, tetapi kawasan ini tetap melayani kepentingan warga luas. Karena itu, mutu desain, pemeliharaan, dan keterbukaan mengenai fungsi ruang harus dijaga sebagai tanggung jawab publik, bukan semata kepentingan mempercantik area usaha.

Rencana pos pengawasan juga menandai persoalan yang tidak bisa dituntaskan dengan perubahan fisik saja. ODGJ serta gelandangan dan pengemis masih kerap ditemukan di kawasan tersebut. Kehadiran petugas mungkin membantu ketertiban, tetapi pendekatan yang manusiawi dan dukungan layanan sosial tetap penting. Ruang publik yang baik bukan ruang yang hanya tampak rapi; ia juga harus memperlakukan orang yang berada di dalamnya dengan layak.

Ukur keberhasilan dari pengalaman warga

Konsep Shibuya memberi Pekanbaru kesempatan untuk mengubah simpang yang selama ini dikenal karena kepadatan menjadi penanda pusat kota. Namun, keberhasilan tidak semestinya diukur dari seberapa besar videotron atau seberapa mirip tampilannya dengan persimpangan di Jepang. Yang lebih penting adalah apakah putar balik yang diperlebar membantu arus kendaraan, apakah posisi pos polisi membuat pandangan lebih terbuka, dan apakah kawasan tetap nyaman bagi pejalan kaki serta warga sekitar.

Pada akhirnya, bundaran Sudirman Pekanbaru layak disambut sebagai peluang pembaruan, bukan dianggap sebagai proyek estetika yang selesai begitu layar menyala. Pemko perlu memastikan desain, lalu lintas, ketertiban, dan kebutuhan sosial berjalan bersama. Jika manfaatnya terasa dalam kehidupan sehari-hari, kawasan depan Mal Pekanbaru bisa benar-benar menjadi wajah kota yang lebih tertata—bukan sekadar latar modern di tengah kemacetan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!