Festival yang Menyatukan Cita Rasa dan Budaya
Pesona Nusantara Extravaganza adalah festival kuliner dan budaya yang mempertemukan hidangan daerah, produk kreatif lokal, musik, fashion, dan kegiatan komunitas dalam satu ruang untuk pengunjung. Berlangsung di Pasar Rakjat, Batavia PIK, Jakarta, pada 28 Oktober hingga 8 November 2026, acara ini menawarkan lebih dari sekadar pilihan bersantap: ia mengajak pengunjung melihat kuliner sebagai bagian hidup dari keberagaman budaya. Dengan ratusan pilihan kuliner khas Nusantara, festival ini memberi alasan kuat untuk datang bersama keluarga maupun teman, lalu menjelajahi rasa dari berbagai daerah tanpa harus berpindah kota. Nilai terbesarnya ada pada pertemuan itu—antara pengalaman publik dan kesempatan bagi usaha lokal untuk dikenal lebih luas.
Ratusan Menu, Banyak Cerita Daerah
Skala pilihan menjadi salah satu daya tarik utamanya. Pasar Rakjat biasanya menampung sekitar 40 UMKM yang beroperasi setiap hari pada sore hingga malam, sementara festival ini menambah pilihan hingga sekitar 250 menu dari berbagai daerah. Irwan Haris, Marketing Communication Department Head Amantara dari Agung Sedayu Group, menyebut kolaborasi dengan UMKM sebagai cara agar usaha kecil tetap berjalan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi. Pernyataan itu terasa relevan: festival kuliner seperti ini lebih berarti ketika ragam menu tidak hanya memikat pengunjung, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk bertemu calon pelanggan baru. Pilihannya mencakup hidangan utama, camilan, pencuci mulut, dan minuman, sehingga kekayaan rasa hadir dalam bentuk yang mudah dijelajahi.
Dari Nasi Kapau Ranah Balingka dan Sate Padang Ajo Labai hingga Kepala Manyung Bu Fat Semarang, Sate Ponorogo Zahra, Nasi Tempong Ifana khas Banyuwangi, Siomay Bandung Paripurna, dan Tahu Gejrot khas Cirebon, deretan peserta membuat perjalanan rasa terasa nyata. Gudeg Yogyakarta dari Yogyum menambah kisah lain: kuliner tradisional dapat tetap relevan di tengah persaingan makanan modern. Keragaman ini bukan sekadar daftar menu, melainkan cara mempertemukan pengunjung dengan identitas dan keterampilan para pembuatnya.
Panggung untuk Produk UMKM dan Kreativitas Lokal
Peran festival ini tidak berhenti pada penjualan makanan. Acara tersebut memberi UMKM kuliner dan pelaku kreatif kesempatan memperkenalkan produk secara langsung, membangun pengenalan merek, dan menjangkau konsumen yang mungkin belum menemukan mereka sebelumnya. Produk fashion, kerajinan, dan karya kreatif turut mendapat ruang, termasuk Tetaji Membatik, Lewuk Art Maumere, dan Noken. Kehadiran mereka memperluas makna promosi: pengunjung dapat melihat bahwa usaha lokal tumbuh bukan hanya dari dapur, tetapi juga dari keterampilan, desain, dan tradisi. Bagi Pasar Rakjat Batavia, pendekatan ini juga menguatkan daya tarik kawasan sebagai tujuan kuliner dan rekreasi, sekaligus menjadikan festival sebagai jembatan antara produk lokal dan publik yang lebih luas.
Hiburan yang Membuat Festival Lebih Lengkap
Musik, fashion, dan pertunjukan budaya melengkapi agenda agar pengalaman tidak berpusat pada makanan saja. Pengunjung dapat menyaksikan bazar fashion, peragaan busana, pertunjukan musik langsung, dan konser Mollucan Soul bersama sejumlah band lain. Gathering, perlombaan anak, serta aktivitas interaktif juga disiapkan untuk keluarga, komunitas, dan anak muda. Rangkaian sosial berupa donor darah bersama Palang Merah Indonesia dan pemeriksaan kesehatan gratis menambah alasan bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Perpaduan ini adalah pilihan yang tepat: hiburan memperpanjang waktu kunjungan, sementara kegiatan komunitas membuat festival terasa lebih terbuka dan bermakna. Pada akhirnya, Pesona Nusantara Extravaganza paling kuat ketika dipandang sebagai perayaan budaya sekaligus panggung promosi—tempat cita rasa, karya, dan pelaku UMKM bertemu langsung dengan calon pendukungnya.






