Verdiktif Singkat: Untuk Pengguna yang Benci Telinga Tertutup
CMF Clip Pro adalah open-ear earbuds bergaya desain OWS yang menggantung di telinga, dirancang untuk pengguna yang ingin menikmati musik sambil tetap mendengar lingkungan sekitar, dengan fokus pada kenyamanan jangka panjang, kualitas audio yang tetap layak, dan baterai sangat tahan lama sebagai alternatif berbeda dari TWS in-ear tertutup.
Sebagai CMF Clip Pro review, kesimpulan awalnya jelas: ini bukan earbud serbabisa untuk semua orang, tetapi sangat menarik untuk mereka yang mengutamakan kenyamanan dan kesadaran situasional. Dengan harga di kisaran menengah sekitar 1,7 jutaan, nilai yang ditawarkan kuat untuk kategori open-ear, terutama jika dibandingkan TWS lama yang terasa lebih ketinggalan dari sisi konsep desain dan daya tahan baterai. Namun, sifatnya yang terbuka berarti isolasi suara nyaris tidak ada, sehingga bukan pilihan ideal bagi pencari bass menggelegar dan kedap maksimal.
CMF, sebagai sub-brand Nothing, mempertahankan bahasa industrial minimalism yang fungsional, termasuk pada Clip Pro. Desain C-Bridge yang menggantung di daun telinga membuat pengalaman dipakainya terasa lebih seperti aksesori sehari-hari daripada earbud yang menutup telinga rapat. Ini menjadikannya earbud nirkabel nyaman untuk kerja, commuting santai, dan olahraga ringan sampai lari, selama Anda paham trade-off suara yang lebih terbuka.

Desain OWS OpenFit Arc: Nyaman Berjam-jam, Telinga Tetap Lega
Fokus utama Clip Pro ada di desain OWS (Open-Wear Sound) dengan arsitektur OpenFit Arc dan sistem pendukung tiga titik: listening ball, comfort pod, dan C-bridge. Tidak ada bagian yang menusuk ke liang telinga; speaker ditempatkan dekat telinga, sementara rangka titanium di belakang menjepit telinga dengan elastis. Dalam penggunaan beberapa hari untuk nonton di rumah hingga lari pagi, tekanan di daun telinga terasa seimbang: cukup kuat untuk mengunci posisi, tapi tidak sampai membuat pegal.
Detail teknis C-bridge cukup serius: panjang 30 mm dengan sudut bukaan 40°–53,5°, titik tengah 13,85 mm dari comfort pod dan 21,5 mm dari listening ball, dengan kawat titanium 0,5 mm berkarakter elastic memory. Hasil praktisnya, earbud ini stabil saat lari dan tetap nyaman meski dipakai berjam-jam. Material yang digunakan juga diperhitungkan: listening ball memakai PC+ABS, sementara bagian luar C-bridge memakai TPU yang lebih ramah kulit. Dari pengalaman penggunaan sekitar 10 hari, bahan plastiknya tidak menimbulkan iritasi dan tidak terasa murahan.
Case pengisi dayanya membawa CMF Signature Design dengan bentuk minimalis dan sebuah dial fisik di bagian atas yang bisa diputar. Dial ini bukan sekadar pemanis—ada sensasi mirip memutar knop perangkat audio setiap kali Anda membuka atau memegang case, membuatnya terasa lebih premium daripada case TWS generik. Untuk varian Light Grey, tampilannya netral dan elegan, mudah menyatu dengan gaya berpakaian kasual maupun kerja. Sayangnya, di dalam kotak tidak disertakan kabel USB-C, jadi Anda harus mengandalkan kabel yang sudah dimiliki.

Kualitas Suara: Dibantu Hi-Res dan Algoritma Bass, Tapi Ingat Ini Open-Ear
Dari sisi audio, CMF Clip Pro mencoba mengatasi batasan desain open-ear dengan kombinasi hardware dan software. Ia memakai driver dinamis 10,8 mm dengan konfigurasi single-coil dual-magnet dan diafragma TPU + LCP yang diklaim mampu menjaga integritas audio dari volume rendah hingga tinggi tanpa distorsi berarti. Driver ini punya excursion 0,65 mm untuk memberi “punch” bass yang lebih terasa secara fisik, terutama di genre hip-hop atau pop modern.
Untuk mengimbangi kebocoran frekuensi rendah akibat desain unsealed, CMF menambahkan Malleus Algorithm (True Bass) sebagai pemrosesan digital aktif. Di sisi lain, Anti-Leakage Algorithm menargetkan frekuensi menengah hingga tinggi dengan tiga mode: Off, Calls Only, dan Audio + Calls yang bisa diatur via aplikasi Nothing X. Clip Pro juga mengantongi sertifikasi Hi-Res Audio Wireless, mendukung codec LDAC, AAC, dan SBC untuk transmisi data audio yang lebih setia ke rekaman asli.
Dalam praktik sehari-hari, kualitas suara tergolong “cukup baik” untuk kelas open-ear: bass masih terasa, vokal dan detail instrumen terdengar jelas di dalam ruangan atau luar ruangan yang tidak terlalu bising. Saat berlari pagi, musik tetap enak didengar sambil Anda masih bisa menangkap suara kendaraan, pejalan kaki, dan pesepeda di sekitar, bahkan ketika volume disetel hingga 100% tanpa bocor mengganggu orang lain. Namun perlu dicatat, “kedap suara tidak akan bisa menyerupai in-ear”; di lingkungan bising, suara musik akan mudah kalah oleh kebisingan sekitar.

Baterai, Fitur Pintar, dan Spesifikasi: Bikin TWS Lama Terlihat Ketinggalan
Di bagian baterai, CMF Clip Pro terasa jauh lebih modern daripada banyak TWS generasi lama. Earbud ini diklaim mampu bertahan hingga 10 jam pemakaian terus-menerus, dengan total 32,5 jam bersama case, serta Long Battery Mode yang bisa menyentuh 36 jam. Pengisian cepat 10 menit dapat memberi daya pakai hingga 4 jam, cukup menyelamatkan ketika Anda lupa mengisi sebelum berangkat. Dalam kategori open-ear earbuds, angka ini membuat TWS in-ear lama terlihat boros dan kurang efisien.
Fitur konektivitas juga mutakhir: Bluetooth 5.4 dengan dukungan dual-device connection, Google Fast Pair, dan Microsoft Swift Pair untuk proses pairing yang lebih cepat. Ada dua mikrofon plus VPU-Power Call Clarity dan Elephant Sound AI untuk membantu kejernihan panggilan. Sertifikasi IP54 menjaga dari debu dan percikan air, membuatnya aman untuk olahraga harian. Kontrol fisik menjadi nilai tambah penting: Smart Dial di case dan tombol taktil di buds dapat dikustomisasi melalui Nothing X untuk mute/unmute mic, pengaturan volume, hingga mengaktifkan Low Lag Mode.
| Kategori | Spesifikasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Desain & Material | Buds 30,755×24,84×18,21 mm (5,92 g); case 52,1×26,69×51,01 mm (38,81 g); kawat titanium 0,5 mm, PC+ABS, TPU exterior | OpenFit Arc dengan C-bridge presisi, fokus ke kenyamanan jangka panjang |
| Audio | Driver dinamis 10,8 mm, single-coil dual-magnet, excursion 0,65 mm, diafragma TPU+LCP | Hi-Res Audio Wireless, codec LDAC/AAC/SBC, Malleus Algorithm & Anti-Leakage Algorithm |
| Baterai | 10 jam (buds), 32,5 jam total; Long Battery Mode hingga 36 jam; fast charge 10 menit = 4 jam | Daya tahan jauh di atas rata-rata TWS lama |
| Konektivitas & Fitur | Bluetooth 5.4, dual-device, Google Fast Pair, Microsoft Swift Pair, Low Lag Mode | 2 mic + VPU + Elephant Sound AI; kontrol Smart Dial dan tombol taktil via Nothing X |
| Ketahanan | IP54 tahan debu & percikan air | Cocok untuk pemakaian outdoor dan olahraga |
Untuk Siapa CMF Clip Pro? Menimbang Trade-Off Open-Ear
Kelebihan
- Kenyamanan tinggi berkat desain OWS OpenFit Arc; tidak menusuk liang telinga dan aman dipakai berjam-jam.
- Tetap bisa mendengar suara sekitar, sangat berguna untuk lari pagi dan aktivitas outdoor yang butuh awareness.
- Desain case dengan CMF Signature dan dial putar terasa unik dan premium, terutama warna Light Grey yang netral.
- Baterai 10 jam di buds dan hingga 36 jam dengan mode tertentu, jauh di atas banyak TWS lama.
- Kualitas suara cukup baik untuk desain open-ear dengan dukungan Hi-Res Audio Wireless dan LDAC






