Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Telkom Gandakan Gateway Internet, Mengincar Posisi Hub Indo-Pasifik

Telkom Gandakan Gateway Internet, Mengincar Posisi Hub Indo-Pasifik
Minat|Asia Tenggara

Gateway Ganda Jakarta–Surabaya: Langkah Berani Menuju Hub Indo-Pasifik

Pembangunan internet gateway Indonesia yang digandakan di Jakarta dan Surabaya adalah strategi Telkom untuk memperkuat simpul konektivitas internasional, mengurangi ketergantungan pada satu rute, sekaligus memposisikan jaringan nasional sebagai tulang punggung hub digital Indo-Pasifik yang lebih tangguh dan mandiri bagi pengguna, pelaku usaha, dan pemerintah. Penambahan dua internet gateway baru ini diumumkan Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, dalam ajang Bali Tech Week yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, inovator, dan komunitas teknologi. Dua titik baru tersebut melengkapi gateway yang sudah beroperasi di Batam dan Manado, sehingga arsitektur konektivitas internasional Telkom kini berbasis empat simpul utama. Ini bukan sekadar proyek teknis; keputusan menggandakan gateway adalah pernyataan politik teknologi: jaringan nasional tidak boleh bergantung pada satu pintu keluar-masuk data global.

Infrastruktur Digital Telkom: Dari Serat Optik hingga Data Center

Penambahan gateway hanya masuk akal jika berdiri di atas infrastruktur digital Telkom yang sudah masif. TelkomGroup mengelola lebih dari 211 ribu kilometer jaringan serat optik domestik, tiga satelit, dua community gateway di kawasan timur, serta 30 data center dengan interkoneksi lebih dari 500 kilometer. Di permukaan, angka ini tampak seperti katalog aset; namun secara strategis, ini adalah fondasi kedaulatan digital nasional: data, trafik, dan layanan kunci tidak harus bergantung pada infrastruktur asing. Cakupan tersebut diperkuat lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan 302 ribu BTS yang menjangkau pengguna di berbagai wilayah. Ketika Telkom menyebut infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan nilai, itu bukan slogan; tanpa jaringan raksasa ini, ambisi menjadi hub digital Indo-Pasifik hanya akan berhenti di panggung konferensi.

Kedaulatan Digital Nasional: Dari 3 Pilar ke Dampak bagi Pengguna

Telkom menempatkan kedaulatan digital nasional di pusat strategi melalui tiga pilar: Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence & Impact, dan Sovereign Trust & Resilience. Di atas kertas, ini tampak konseptual, tetapi dampaknya sangat praktis bagi pengguna. Program Universal Service Obligation (USO) di wilayah 3T dirancang untuk menjembatani kesenjangan digital dari Sabang sampai Merauke, sehingga akses internet tidak lagi menjadi privilese kota besar. Ketika gateway internet Indonesia diperbanyak dan rute internasional didiversifikasi, pengguna di daerah pun berhak berharap koneksi lebih stabil, latensi lebih rendah, dan layanan digital yang tidak mudah lumpuh oleh gangguan satu kabel laut. Pernyataan Nanang bahwa infrastruktur digital harus menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi dan penguatan kedaulatan digital menunjukkan arah yang jelas: jaringan bukan hanya soal kecepatan, tetapi soal hak warga atas akses dan kontrol atas data mereka.

Agenda Pemerintah dan TLKM 30: Sinkronisasi Strategi Menuju Hub Indo-Pasifik

Mengapa langkah Telkom dilakukan sekarang? Karena ada jendela kebijakan yang terbuka lebar. Telkom menyatakan percepatan pengembangan infrastruktur digital mandiri dilakukan untuk mendukung agenda prioritas pemerintah dan memperkuat kedaulatan digital di kancah global. Tiga pilar TelkomGroup diselaraskan dengan prinsip T3 Komdigi (Terhubung, Tumbuh, Terjaga) dan strategi 6C pemerintah: Connectivity, Competence, Capital, Catalysis/Collaboration, Commerce, dan Compliance. Di internal, agenda transformasi TLKM 30 mendorong Operational & Service Excellence, Unlock Value, dan Modus-Operandi Shift. Sinkronisasi ini penting: tanpa keselarasan regulasi, investasi, dan model bisnis, gateway baru hanya akan menjadi aset yang kurang dimanfaatkan. Dengan dukungan kebijakan, internet gateway Indonesia di Jakarta–Surabaya bisa menjadi magnet trafik regional dan titik konsolidasi layanan cloud, konten, dan aplikasi yang menempatkan jaringan nasional sebagai rujukan di Indo-Pasifik.

Kolaborasi Regional dan Ekosistem Teknologi: Jalan Cepat Transformasi Digital

Telkom tampak sadar bahwa kedaulatan digital tidak berarti menutup diri. Bali Tech Week menjadi contoh bagaimana pemerintah, pelaku industri, inovator, dan komunitas teknologi dari dalam dan luar negeri dipertemukan untuk membangun ekosistem bersama. Di tingkat internasional, TelkomGroup mengandalkan Telin sebagai business arm untuk mengembangkan jaringan penghubung dengan berbagai kawasan dunia dan mendiversifikasi rute demi ketahanan dan keandalan jaringan. Di sisi kecerdasan artifisial, Telkomsel memamerkan sembilan solusi AI end-to-end, termasuk Adelia sebagai mesin pencari dan asisten digital serta AUREL untuk meringkas informasi bisnis lewat percakapan. Ini menunjukkan bahwa gateway dan infrastruktur hanyalah lapisan dasar; nilai sesungguhnya muncul ketika jaringan dipakai untuk membangun layanan AI, keamanan siber, dan platform digital yang relevan. Jika kolaborasi regional terus diperluas, transformasi digital tidak hanya akan lebih cepat, tetapi juga lebih seimbang antara kepentingan ekonomi dan kedaulatan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!