Suparma Run 2026: Lari Massal yang Berakhir di Lubang Tanam, Bukan di Tempat Sampah
Suparma Run 2026 adalah event lari Surabaya yang menggabungkan olahraga massal kategori 5K dan 10K dengan aksi keberlanjutan lingkungan, di mana setiap peserta tidak hanya diajak berlari sehat tetapi juga pulang membawa bibit pohon untuk ditanam kembali sebagai bagian dari gerakan penghijauan berkelanjutan.
Inti penting dari Suparma Run 2026 adalah keberanian mengubah pola pikir: finisher tidak disambut oleh tumpukan goodie bag konsumtif, tetapi oleh dua bibit tanaman yang menuntut komitmen jangka panjang. Di kawasan Universitas Ciputra Surabaya pada Minggu, 27 September 2026, sebanyak 2.600 pelari memenuhi area start dan finish di depan kampus, menjadikan olahraga pagi sebagai pintu masuk aksi hijau nyata. Alih-alih sekadar perayaan ulang tahun perusahaan, ajang ini secara terang-terangan memosisikan diri sebagai gerakan fun run dengan bibit pohon yang ingin meninggalkan jejak di tanah, bukan hanya di media sosial.
Ulang Tahun Emas PT Suparma: Dari Golden Years ke Golden Steps
PT Suparma Tbk memilih cara yang tidak biasa untuk merayakan usia ke-50 tahun: menggelar Suparma Run 2026 bertema “Golden Steps For A Greener Future” di Universitas Ciputra Surabaya. Ini bukan sekadar pesta ulang tahun dengan panggung megah; ini adalah pernyataan arah masa depan. CEO Edward Sopanan menegaskan bahwa di usia emasnya, perusahaan ingin dikenal bukan hanya sebagai pabrik kertas, tetapi sebagai pelaku usaha yang berani mengambil posisi di isu keberlanjutan lingkungan.
Peningkatan jumlah peserta dari 1.500 pada 2025 menjadi 2.600 pelari tahun ini menunjukkan bahwa publik merespons positif format perayaan yang lebih bertanggung jawab. Kutipan yang layak diingat dari Edward adalah: “Melalui momen ini, kami ingin menyampaikan statement bahwa di usianya yang ke-50 tahun, Suparma terus berevolusi dan berkomitmen menerapkan praktik ramah lingkungan yang lebih berkelanjutan.” Dengan membawa slogan “Legacy of Green, Rooted in Impact”, perusahaan seolah mengatakan: ulang tahun penting, tetapi warisan hijau jauh lebih penting.
Dua Bibit Pohon per Pelari: Fun Run yang Menuntut Tanggung Jawab
Keputusan paling berani di Suparma Run 2026 adalah menjadikan setiap pelari sebagai calon penanam pohon. Setiap peserta mendapatkan dua bibit pohon secara gratis sebagai cinderamata dengan jenis tanaman yang beragam. Bukan merchandise sekali pakai, melainkan tugas kecil jangka panjang. Bibit itu dibawa pulang dan diharapkan ditanam di rumah masing-masing sebagai simbol sekaligus ajakan melakukan penghijauan, mengubah fun run dengan bibit pohon menjadi aksi keberlanjutan lingkungan yang konkret.
Di sinilah acara ini melampaui banyak event lari Surabaya lain: peserta tidak berhenti berkontribusi saat menyentuh garis finish. Dua bibit berarti dua titik hijau baru di masa depan—jika benar-benar ditanam. Pertanyaannya, berapa banyak yang akan tumbuh besar? Jawabannya ada pada disiplin para pelari. Penyelenggara sudah melakukan bagiannya dengan menyediakan bibit dan narasi eco-friendly yang jelas; kini estafet keberlanjutan berpindah ke tangan peserta dan komunitas.
Ahok, Sandiaga, dan Pesan: Sehat Itu Murah, Peduli Bumi Itu Wajib
Kehadiran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Sandiaga Salahuddin Uno bukan sekadar bumbu selebritas; keduanya membawa pesan yang menyatukan lari dan lingkungan. Sandiaga menekankan bahwa setiap pelari adalah calon penanam pohon, mengaitkan euforia garis finish dengan kecintaan pada bumi: “Semoga ini juga bisa mendorong kecintaan kita semua kepada bumi karena setiap satu pelari akan menanam pohon.”
Ahok menggarisbawahi dimensi lain: inklusivitas gaya hidup sehat. Menurutnya, olahraga yang paling murah untuk menjaga kesehatan adalah jalan dan lari, cukup dengan sepatu yang sudah dimiliki. Pesan ini penting diangkat karena event lari sering distigma sebagai hobi mahal. Di Suparma Run 2026, duet pesan “sehat itu murah” dan “setiap langkah bisa hijau” menjadikan acara ini relevan bagi siapa saja: dari pecinta olahraga serius sampai warga yang baru mulai bergerak, semua diajak memaknai lari sebagai aksi sosial dan ekologis.
Surabaya, 2.600 Langkah Bersama Menuju Warisan Hijau
Suasana Universitas Ciputra Surabaya pada pagi 27 September 2026 menunjukkan satu hal: event lari massal bisa menjadi katalisator perubahan, bukan hanya kalender hiburan rutin. Dengan lebih dari 2.600 peserta di kategori 5K dan 10K, Suparma Run 2026 membuktikan bahwa publik siap menyambut format acara yang menggabungkan gaya hidup sehat dan aksi keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan Bloom Group melalui PT Bloomindo Bumi Energi, menguatkan pesan bahwa transisi energi bersih dan penghijauan butuh wajah yang dekat dengan masyarakat—dan olahraga adalah pintu yang efektif. Penutupan dengan penampilan MALIQ & D’Essentials serta kehadiran figur inspiratif lingkungan menegaskan bahwa pesan hijau bisa dikemas menarik tanpa kehilangan substansi. Jika setiap tahun Surabaya punya event lari Surabaya sejenis yang konsisten membagikan bibit, mengedukasi, dan menggerakkan, kota ini berpotensi menjadi contoh bahwa merayakan kebugaran dan menjaga bumi bukan dua agenda terpisah, melainkan satu paket langkah emas.






