Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Leg day tiap hari? Pemula nggak perlu segitunya

Leg day tiap hari? Pemula nggak perlu segitunya
Minat|Fitness

Kalau habis latihan kaki kamu masih bisa naik tangga tanpa drama, bukan berarti latihannya gagal. Kadang justru itu yang bikin aku tergoda menambah sesi lagi. Saat semangat gym baru tinggi, pertanyaan “boleh leg day setiap hari?” terasa masuk akal. Tapi menurutku, rajin tidak harus berarti mengulang sesi berat tanpa jeda.

Jawaban pendekku: kamu boleh bergerak setiap hari, tetapi tidak harus mengulang latihan kaki yang berat setiap hari. Squat, RDL, lunge, atau leg press sampai kaki terasa habis itu berbeda dari jalan ringan dan stretching. Membedakan dua hal ini membuat jadwal terasa mungkin diulang, bukan sekadar padat di kalender.

Leg day keras bukan target harian

Pedoman aktivitas fisik orang dewasa dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat menyebut aktivitas penguatan otot dengan intensitas sedang atau lebih berat yang melibatkan semua kelompok otot utama setidaknya 2 hari per minggu. Itu patokan umum untuk seluruh tubuh, bukan perintah melakukan leg day dua kali, apalagi batas maksimal latihan kaki.

Seseorang melakukan squat dengan barbel di gym, dilihat dari belakang

Untuk kelompok otot yang sama, Mayo Clinic menyarankan agar kamu tidak berlatih dua hari berturut-turut. Secara praktis, aku akan menyelipkan satu hari tanpa latihan kaki berat di antara dua sesi. Tidak perlu menganggapnya rumus ajaib 48 jam. Intinya, jangan menumpuk dua sesi kaki yang sama-sama menantang pada hari berurutan.

Kalau kamu baru mulai, dua hari kekuatan dalam seminggu sudah memberi kerangka yang gampang dijaga. Sesi full-body bisa melibatkan kaki, jadi tidak otomatis berarti kamu perlu dua hari khusus lower body. Kalau memang ingin punya dua leg day, letakkan berjauhan. Misalnya Selasa dan Jumat, bukan Senin lalu Selasa lagi.

Aku juga tidak memakai rasa pegal sebagai rapor latihan. Ada hari ketika otot terasa biasa saja, tetapi bukan berarti aku harus menambah satu sesi lagi. Kalau setiap latihan berikutnya membuat gerakan makin pendek, badan kompensasi, atau kamu harus memaksa diri dari set pertama, volume tambahan belum tentu membuat rutinitas lebih baik.

Hari jeda tetap boleh diisi gerak ringan

Jeda tidak harus berarti duduk seharian. Aku bisa memilih jalan santai, latihan tubuh bagian atas, atau mobility ringan kalau badan terasa nyaman. Gerak ringan membantu menjaga kebiasaan olahraga, tetapi jangan dihitung sebagai pengganti latihan kekuatan kaki kalau targetmu memang membangun kekuatan.

Seseorang berjalan di treadmill, tampak dari belakang

Stretching juga boleh jadi pilihan ketika waktuku mepet. Aku suka karena badan terasa lebih lepas setelah duduk lama, tetapi aku tidak menganggapnya sebagai “leg day pengganti”. Kalau tujuanmu melatih otot kaki, tetap butuh sesi penguatan otot yang terencana. Sebaliknya, kalau badan memang meminta istirahat, kamu tidak wajib mencari gerakan supaya hari itu tetap terasa produktif.

Hitung juga aktivitas lain yang memakai kaki. Lari santai di akhir pekan, kelas hot mat pilates, atau banyak berjalan seharian mungkin bukan latihan beban, tetapi tetap menambah kerja untuk paha dan betis. Kalau baru ikut kelas yang berat, aku tidak akan buru-buru menaruh sesi squat berat keesokan harinya hanya karena jadwal aplikasi bilang “leg day”.

Cuaca panas dan lembap di Indonesia juga membuatku lebih berhati-hati saat badan sudah terasa terkuras. Jalan pelan di treadmill berbeda dari menambah incline lalu mengejar kecepatan. Kalau napas belum pulih atau langkah terasa kaku, pilih istirahat atau gerak ringan yang benar-benar ringan. Recovery bukan kesempatan menyelundupkan workout kedua.

Dua sesi terpisah lebih mudah dijaga

Kalau aku harus menyusun minggu paling sederhana untuk pemula, aku akan mulai dari dua sesi kekuatan yang tidak berurutan. Ini contoh kalender, bukan program personal dan bukan jadwal wajib. Kamu bisa menggeser harinya mengikuti jam kerja, kelas, atau jadwal lari.

Seseorang melakukan sumo squat dengan dumbbell di gym
  • Senin: istirahat atau latihan tubuh bagian atas.
  • Selasa: sesi kekuatan kaki.
  • Rabu: jalan santai atau mobility ringan.
  • Kamis: istirahat atau latihan tubuh bagian atas.
  • Jumat: sesi kekuatan kaki kedua.
  • Sabtu: lari ringan jika kaki terasa siap.
  • Minggu: istirahat, atau berjalan santai tanpa target pace.

Kalau kamu sudah menjadwalkan lari panjang pada Sabtu, jangan otomatis memaksakan sesi kaki berat pada Jumat. Pindahkan salah satunya, atau ubah larinya menjadi lebih ringan. Sama juga setelah hot mat pilates: beri ruang jika paha masih terasa berat. Jadwal yang baik bagiku adalah jadwal yang bisa menampung kehidupan nyata, bukan yang memaksa semua aktivitas masuk tanpa melihat respons badan.

Di dalam sesi, pilih gerakan yang bisa kamu kendalikan dan beban yang masih memungkinkan teknikmu rapi. Aku tidak akan menyalin semua jumlah gerakan dari video atau program orang lain. Kalau beberapa minggu gerakannya terasa stabil, baru pertimbangkan menambah satu hal kecil, seperti repetisi atau beban. Jangan sekaligus menambah frekuensi, beban, dan jumlah latihan hanya karena satu minggu terasa mudah.

Atur ulang sebelum memaksa

Rasa lelah otot setelah olahraga berbeda dari nyeri tajam, sakit pada sendi, atau gerakan yang berubah karena kamu menahan sakit. Kalau muncul nyeri seperti itu, berhenti dulu daripada menguji satu set squat lagi. Jika keluhan menetap atau kamu punya riwayat cedera, minta saran tenaga profesional. Aku bukan pelatih; contoh ini hanya kerangka umum untuk membantu menyusun minggu latihan.

Jadi, bergerak tiap hari boleh, tetapi leg day berat tiap hari bukan syarat progres. Untuk pemula, dua sesi kekuatan yang terpisah adalah titik awal yang masuk akal. Catat saja hari latihan dan bagaimana badan terasa. Kamu tidak perlu checkout alat baru untuk mengatur frekuensi; mulai dari kalender yang realistis, lalu beri tubuh waktu untuk kembali siap.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!