Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Stevia Rendah Kalori: Berapa Takaran yang Aman?

Stevia Rendah Kalori: Berapa Takaran yang Aman?
Minat|Gaya Hidup Sehat

Manis tanpa beban kalori seperti gula

Stevia adalah pemanis yang berasal dari daun tanaman stevia dan digunakan sebagai alternatif bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi gula, termasuk penyandang diabetes. Daya tariknya bukan sekadar rasa manis: stevia rendah kalori, bahkan dapat disebut nol kalori, sehingga bisa menjadi pemanis pengganti gula ketika tujuan utamanya adalah membatasi asupan gula dan energi. Namun, sebutan “nol kalori” tidak otomatis berlaku untuk semua produk berlabel stevia. Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze mengingatkan bahwa manfaatnya bergantung pada komposisi produk. Karena itu, mengandalkan nama di kemasan saja bukan langkah yang bijak; periksa kandungannya dan ingat bahwa stevia bukan alasan untuk mengabaikan pola makan secara keseluruhan.

Stevia Rendah Kalori: Berapa Takaran yang Aman?

Mengapa stevia tidak bekerja seperti gula?

Perbedaannya terletak pada cara tubuh mengolahnya. Stevia mengandung glikosida steviol, senyawa yang memberikan rasa manis tetapi tidak dicerna oleh enzim pencernaan seperti gula biasa. Menurut dr Yaze, stevia murni tidak menambah energi bagi tubuh dan dapat membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil; berbeda dengan gula pasir, stevia tidak langsung memicu lonjakan glukosa. Itulah salah satu manfaat stevia bagi orang yang mengelola diabetes atau berat badan: mengganti gula pasir dengan pemanis nol kalori dapat mengurangi kalori yang masuk. Tetapi kata kuncinya adalah “mengganti”, bukan menambahkan. Jika stevia dipakai di samping konsumsi gula yang tetap tinggi, manfaat pengurangan kalori itu tentu tidak tercapai. Selain itu, efek produk bergantung pada bahan campurannya, jadi label komposisi tetap penting.

Takaran kecil lebih masuk akal

Rendah kalori bukan berarti bebas batas. Untuk stevia cair, dr Yaze menyebut jumlahnya dapat mencapai 20 tetes per hari, tetapi sekitar tiga tetes dinilainya sudah cukup untuk penggunaan sehari-hari. Ia juga mengatakan satu tetes untuk sekali minum sudah memadai. Angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai panduan umum, bukan target yang perlu dihabiskan. Mulailah dari jumlah minimal yang memberi rasa manis yang diinginkan, lalu hindari menambahkannya hanya karena kalori produk rendah. Konsumsi berlebihan berpotensi menimbulkan keluhan pencernaan, termasuk perut mulas dan kembung. Maka, takaran konsumsi stevia yang masuk akal adalah secukupnya sesuai kebutuhan dan petunjuk produk, bukan sebanyak mungkin.

Periksa komposisi, bukan hanya nama stevia

Sebelum memilih pemanis, baca daftar bahan. Sebagian produk yang dipasarkan sebagai stevia dapat mengandung pemanis tambahan seperti sukralosa atau neotam, sehingga komposisinya tidak selalu stevia murni. Dr Yaze menekankan pentingnya memeriksa kandungan stevia dalam produk, bukan hanya melihat klaim di bagian depan kemasan. Sukralosa dan neotam dapat digunakan selama asupannya tidak melampaui batas yang diizinkan; dokter menyebut batas asupan harian yang dapat diterima masing-masing sebesar 15 mg per kilogram berat badan untuk sukralosa dan 2 mg per kilogram berat badan untuk neotam. Kesimpulannya, stevia bisa menjadi alat bantu untuk mengurangi gula dan kalori, tetapi bukan izin untuk mengonsumsi pemanis tanpa kendali. Pilih produk dengan komposisi yang jelas, gunakan sedikit, dan sesuaikan pilihan dengan kebutuhan kesehatan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!