IOPS Forum di IKN: Definisi, Agenda, dan Taruhan Politik bagi Petani Sawit
IOPS Forum 2026 adalah pertemuan internasional petani kelapa sawit yang digelar DPP APKASINDO pada 27–29 Agustus di Ibu Kota Nusantara, dirancang bukan sekadar sebagai ajang diskusi, melainkan sebagai ruang politik kolektif untuk menyatukan jutaan petani kecil, merumuskan sikap bersama, dan membentuk aliansi petani global yang mampu mempengaruhi kebijakan sawit di tingkat regional dan global. Dari awal, penyelenggara menjelaskan bahwa forum ini akan menjadi momentum penandatanganan Joint Statement petani sawit mancanegara dan peluncuran World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS). Artinya, IKN bukan hanya latar megah, tetapi panggung lahirnya bahasa politik baru petani sawit dunia: satu suara tentang keberlanjutan, keadilan, dan kesejahteraan yang selama ini tercecer dalam narasi industri besar. Jika agenda ini konsisten dijalankan, IOPS Forum 2026 berpotensi menjadi tonggak sejarah, bukan acara seremonial musiman.
WCOPS: Aliansi Petani Global sebagai Jawaban atas Disrupsi Pasar
Gagasan paling strategis dari IOPS Forum 2026 adalah pembentukan WCOPS sebagai wadah komunikasi global petani kelapa sawit yang dipimpin APKASINDO. Dalam konteks disrupsi pasar internasional—mulai dari standar keberlanjutan yang kian ketat hingga tekanan harga di tingkat petani—aliansi petani global ini adalah alat tawar menawar, bukan simbol kosong. Panitia menegaskan WCOPS dibentuk agar petani sawit dapat satu bahasa dan satu tujuan untuk menyejahterakan petani sawit. Sikap ini penting: selama ini, narasi keberlanjutan dan hilirisasi didominasi korporasi dan pemerintah, sementara jutaan petani kecil berjalan sendiri-sendiri. Joint Statement yang akan dihasilkan pun dirancang memuat sikap dan harapan petani sawit dunia terhadap masa depan industri sawit, termasuk tuntutan agar petani semakin diperhatikan dalam kebijakan internasional. Jika WCOPS sungguh berfungsi, ia dapat menjadi kanal untuk mengawal implementasi tuntutan tersebut di berbagai negara produsen.
Suara dari Daerah: Riau dan Daerah Penghasil Lain Mengusung Semangat Kelapa Sawit
IOPS Forum 2026 hanya akan bermakna bila suara daerah penghasil kelapa sawit hadir kuat. Ketua DPW APKASINDO Provinsi Riau, Haji Suher, sudah menyatakan kesiapan hadir langsung ke IKN sebagai bagian dari komitmen memperkuat posisi petani kelapa sawit, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat global. Riau, yang disebut sebagai salah satu provinsi dengan areal perkebunan kelapa sawit yang luas, menuntut agar kepentingan petani daerah ini menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda perjuangan APKASINDO. Pernyataan bahwa “APKASINDO adalah rumah petani sawit” dikutip Suher sebagai pengingat bahwa organisasi petani wajib memberi manfaat nyata bagi anggota. Delegasi dari berbagai provinsi lain, termasuk daerah penghasil seperti Kepulauan Bangka Belitung, diharapkan membawa cerita lapangan yang konkret: soal harga TBS, akses pabrik, sertifikasi keberlanjutan, hingga ketimpangan dalam rantai nilai. Tanpa narasi lokal yang jujur, WCOPS berisiko menjadi aliansi yang bagus di atas kertas namun tumpul di akar rumput.
Dari Diskusi ke Aksi: Tantangan Mewujudkan Sinergi Regional dan Global
Rangkaian IOPS Forum 2026 menunjukkan kesadaran bahwa sinergi petani sawit dunia tidak boleh berhenti di ruangan seminar. Setelah agenda utama pada 27 Agustus, forum dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke IKN, kebun petani sawit APKASINDO di Kalimantan Timur, dan pabrik kelapa sawit, agar peserta dapat melakukan check and balance antara diskusi dan realitas lapangan. Pada hari ketiga, peserta akan merekap hasil pembahasan dan merumuskan tindak lanjut. Di sinilah ujian sesungguhnya: apakah forum ini melahirkan langkah konkret untuk isu-isu strategis yang sudah disebut, seperti penguatan posisi petani, harga TBS, keberlanjutan, hilirisasi, transparansi, serta masa depan perkebunan sawit rakyat. Suher sendiri berharap IOPS Forum 2026 tidak berhenti sebagai pertemuan semata, tetapi benar-benar memperkuat posisi petani sawit dunia. Jika setelah forum tidak ada mekanisme tindak lanjut yang jelas, sinergi regional dan global akan kembali terpecah dalam rutinitas dan kepentingan jangka pendek.
Kesimpulan: Saatnya Petani Sawit Dunia Mengklaim Ruang Kuasa
Pada akhirnya, IOPS Forum 2026 di Ibu Kota Nusantara adalah ujian kedewasaan politik bagi petani sawit dunia. Dengan WCOPS sebagai aliansi petani global dan Joint Statement sebagai manifestonya, forum ini memberi kesempatan langka bagi petani kecil untuk mengklaim ruang kuasa dalam industri yang selama ini diatur dari atas. Seruan panitia agar petani berkumpul dan menyatukan semangat di IKN menandakan bahwa konsolidasi ini tidak boleh dipandang sebagai acara biasa. Kalimat “Sawit Indonesia, dunia menikmatinya” yang diucapkan Suher mengandung pesan tajam: selama dunia menikmati hasil kelapa sawit, petani tak boleh terus berada di posisi paling lemah. Momentum ini harus digunakan untuk membangun komunikasi substantif, memperkuat jaringan, dan menegosiasikan ulang pembagian manfaat dalam rantai industri kelapa sawit. Jika gagal, jutaan petani kecil akan kembali menjadi penonton dalam drama besar pasar global.






