Guru Matematika Kuasai AI demi Mutu Pembelajaran Numerasi

Guru Matematika Kuasai AI demi Mutu Pembelajaran Numerasi
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Mengapa Guru Matematika Harus Menjadi Guru Matematika AI

Guru matematika AI adalah pendidik yang tidak sekadar menggunakan teknologi, tetapi mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan dan aplikasi digital secara kritis dalam desain pembelajaran, asesmen, serta pendampingan proses berpikir siswa, sehingga literasi numerasi meningkat tanpa mengorbankan esensi latihan penalaran, pemecahan masalah, dan kejujuran akademik di kelas. Pemanfaatan Artificial Intelligence di dunia pendidikan berkembang cepat dan mengubah cara siswa berinteraksi dengan soal, rumus, dan tugas matematika. Jika guru tetap mengajar dengan pola lama, kualitas pembelajaran terancam tertinggal dari perilaku belajar murid yang sudah memegang berbagai aplikasi AI di gawai mereka. Karena itu, universitas dan sekolah tidak punya pilihan selain menempatkan penguasaan AI sebagai bagian dari kompetensi inti guru, bukan sekadar pelengkap.

Inisiatif Universitas Brawijaya: AI untuk Guru, GeoGebra untuk Siswa

Departemen Matematika FSTeM Universitas Brawijaya menjawab transformasi digital pendidikan lewat program Pengabdian kepada Masyarakat di SMAN 1 Krembung, Sidoarjo. Di satu sisi, tim yang dipimpin Prof. Marjono memberikan pembekalan pemanfaatan AI dalam pembelajaran Analisis Matematika kepada guru, mulai dari penyusunan bahan ajar, pengembangan media, perancangan asesmen, hingga penyelesaian persoalan analisis. Di sisi lain, tim lain yang dipimpin Dr. Vira Hari Krisnawati menguatkan literasi numerasi siswa melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Literasi Numerasi melalui Integrasi Konsep Aljabar Berbasis Teknologi dan Masalah Kontekstual” yang diikuti sekitar 25 siswa kelas XI pada Rabu 29 Juli 2026. Kolaborasi ganda ini jelas bukan acara seremonial, melainkan sinyal bahwa universitas mulai memperlakukan penguasaan AI dan GeoGebra pembelajaran sebagai infrastruktur dasar mutu pendidikan matematika masa kini.

Guru Matematika Kuasai AI demi Mutu Pembelajaran Numerasi

GeoGebra dan AI di Kelas: Pelatihan Literasi Numerasi yang Nyata

Jika dulu literasi numerasi direduksi menjadi hafalan rumus, program pelatihan literasi numerasi yang digelar di SMAN 1 Krembung memilih jalur berbeda. Materi fungsi, sistem persamaan linear, dan transformasi aljabar dikemas dalam masalah kontekstual agar siswa melihat matematika sebagai alat membaca dunia, bukan sekadar ujian sekolah. GeoGebra digunakan untuk memvisualisasikan konsep, sehingga garis, bidang, dan transformasi tidak berhenti pada simbol di papan tulis. Artificial Intelligence diperkenalkan sebagai sarana eksplorasi konsep, penyusunan gagasan, dan refleksi pembelajaran, bukan mesin jawaban instan. Pengalaman siswa seperti Nabila yang mengaku lebih mudah memahami fungsi dan sistem persamaan karena visualisasi langsung menjadi bukti bahwa integrasi GeoGebra dan AI generatif benar-benar memperkuat literasi numerasi, asalkan guru mengarahkan teknologi untuk berpikir, bukan untuk menyontek.

Guru Matematika Kuasai AI demi Mutu Pembelajaran Numerasi

Guru Menguasai AI demi Menjaga Mutu dan Relevansi Pengajaran

Dalam konteks transformasi digital pendidikan, pertanyaannya bukan lagi apakah guru perlu menguasai AI, tetapi apa yang terjadi jika mereka tidak melakukannya. Di tengah kemudahan peserta didik mengakses teknologi AI, guru dituntut memanfaatkannya tanpa mengurangi esensi proses belajar. Tim dosen Departemen Matematika UB menekankan bahwa AI bukan pengganti pendidik, melainkan alat untuk membuat proses belajar lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Selama pembekalan, guru diajak berdiskusi tentang etika penggunaan AI, teknik menyusun prompt yang efektif, dan strategi agar AI tetap memperkuat kemampuan berpikir kritis peserta didik, bukan membunuhnya. Kepala sekolah Siwi Kuntarsih secara terang menyebut peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan AI sebagai kebutuhan yang tak bisa diabaikan di tengah perubahan pola pembelajaran.

Guru Matematika Kuasai AI demi Mutu Pembelajaran Numerasi

Dari Pelatihan ke Ekosistem: Langkah Lanjut Transformasi Digital Pendidikan

Yang menarik dari inisiatif ini adalah pandangan jangka panjangnya. Program pelatihan guru matematika AI dan pelatihan literasi numerasi siswa bukan kegiatan sekali waktu, tetapi titik awal ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Departemen Matematika FSTeM UB dan SMAN 1 Krembung memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan kerja sama yang mencakup pengembangan kompetensi guru, tridarma perguruan tinggi, penelitian, dan pendampingan pendidikan berkelanjutan. Implemented Agreement yang diteken bersamaan dengan penyerahan modul pembelajaran interaktif berbasis GeoGebra dan AI generatif merinci pelatihan, penyusunan modul, pendampingan pemanfaatan AI, monitoring, evaluasi, dan pengembangan program lanjutan di bidang pembelajaran berbasis teknologi. Secara eksplisit, program ini dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals, terutama SDG 4, SDG 9, dan SDG 17, menempatkan guru matematika AI sebagai aktor kunci agenda pendidikan berkualitas dalam era digital.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!