Keseringan Main HP Bikin Leher Sakit? Begini Cara Dokter Mencegah Saraf Kejepit

Keseringan Main HP Bikin Leher Sakit? Begini Cara Dokter Mencegah Saraf Kejepit
Minat|Menguasai Ponsel Anda

Saraf Kejepit dari HP: Masalah Sehari-hari yang Kita Normalisasi

Saraf kejepit dari HP adalah kondisi ketika struktur di leher, seperti bantalan antar-ruas tulang belakang dan otot, mendapat tekanan berulang akibat postur menunduk saat melihat layar ponsel dalam waktu lama, sehingga memicu cedera leher, nyeri, dan gangguan saraf yang bisa berkembang perlahan menjadi keluhan kronis yang mengganggu aktivitas harian. Tanpa disadari, kebiasaan menunduk saat bermain ponsel atau scroll media sosial sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari banyak orang. Di era serba digital, kita hampir tidak pernah benar-benar berhenti dari layar, bahkan ketika rebahan dan menganggap diri sedang istirahat. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi persoalan kesehatan leher belakang, terutama di ruas 5 dan 6 yang terus memikul beban kepala saat menunduk berkepanjangan.

Keseringan Main HP Bikin Leher Sakit? Begini Cara Dokter Mencegah Saraf Kejepit

Mengapa Postur Menunduk Saat Main Ponsel Berbahaya bagi Leher

Inti masalahnya bukan pada HP, melainkan cara kita memakainya. Menunduk lama membuat otot leher tegang dan bantalan antar-ruas tulang belakang (diskus) menerima tekanan berlebihan. Spesialis bedah saraf dr M. Aulia Rahman Sp.BS-FTB, FINSS dari RS Abdi Waluyo menegaskan kondisi ini muncul dari tindakan repetitif jangka panjang, bukan satu-dua hari aktivitas saja. Beban itu terakumulasi di leher belakang, terutama di ruas 5 dan 6, sehingga dapat berujung nyeri leher ponsel dan risiko saraf kejepit yang mengganggu gerak dan kenyamanan. Di saat yang sama, otak terus menerima rangsangan tanpa jeda dari arus konten, notifikasi, dan video singkat. Akibatnya, setelah satu jam scrolling, yang muncul sering kali rasa lelah, sulit fokus, dan kepala terasa penuh, bukan rasa segar atau pulih.

Postur Ergonomis Ponsel: Ubah Cara Pegang Layar, Bukan Sekadar Kurangi Waktu

Kalau kita mau serius mencegah cedera leher, kita harus berani mengubah postur, bukan hanya mengurangi durasi main HP. Kuncinya adalah postur ergonomis ponsel: posisi layar harus sejajar dengan mata, bukan memaksa leher terus menunduk. Hal yang sama berlaku untuk monitor laptop; mata harus sejajar dan layar jangan lebih rendah dari pandangan. Dokter menyarankan penyesuaian posisi layar, misalnya memakai standing untuk laptop supaya sudut pandang mata tetap baik. Praktiknya, pegang ponsel sedikit lebih tinggi, dekat garis mata, duduk tegak dengan bahu rileks, dan pastikan kepala tidak terus terdorong ke depan. Di sela aktivitas, sisipkan jeda tanpa layar, karena istirahat bukan cuma rebahan sambil tetap scroll media sosial; tubuh dan pikiran membutuhkan momen benar-benar berhenti dari stimulasi digital agar bisa pulih.

Istirahat dari Layar: Leher, Otak, dan Kebiasaan yang Harus Dirombak

Banyak orang mengira istirahat berarti cukup rebahan di kasur, padahal jika selama rebahan kita berpindah dari TikTok ke Instagram dan lanjut menonton video, otak tetap bekerja keras memproses informasi yang masuk. Akibatnya, otak terus menerima rangsangan tanpa jeda, sehingga kualitas istirahat menurun dan tubuh terasa makin lelah meski tidak banyak bergerak. Dari sudut pandang leher, posisi rebahan sambil menunduk ke layar kecil juga mempertahankan postur salah dalam waktu lama, membuat otot leher tegang dan bantalan antar-ruas tertekan berulang. Jika pekerjaan mengharuskan kita sering menunduk, dokter menyarankan agar aktivitas ini dikurangi dan posisi layar disesuaikan agar lebih tinggi. Tanpa perubahan kebiasaan, nyeri leher ponsel akan dianggap normal, padahal itu sinyal tubuh bahwa ada beban yang tidak sehat pada struktur leher dan saraf.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!