Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Andhita Siswandi Kembali dengan Feminitas yang Playful

Andhita Siswandi Kembali dengan Feminitas yang Playful
Minat|Rilis Tren

Comeback yang membawa karakter baru

Comeback panggung mode adalah kesempatan bagi seorang desainer untuk memperkenalkan kembali bahasa kreatifnya sekaligus menunjukkan bagaimana gagasan itu berkembang setelah jeda. Bagi Andhita Siswandi, momen tersebut hadir lewat Adorn, koleksi yang menandai penampilan pertamanya setelah enam tahun hiatus. Peragaan pada Jumat, 23 Oktober 2026, melibatkan 50 model dan menjadi pernyataan bahwa ia kembali bukan sekadar untuk mengikuti arus, melainkan membawa karakter desainnya sendiri. Andhita tetap mengelola butik dan menerima pesanan khusus selama jeda, sembari mengamati perubahan industri. Karena itu, koleksi ini terasa seperti penyambungan kembali, bukan nostalgia. Ada beberapa kendala teknis saat peragaan, tetapi hal tersebut tidak menutupi kesan bahwa ia masih peka terhadap selera kini. Yang lebih penting, Adorn memberi ruang bagi desainer untuk kembali dengan sudut pandang yang terasa miliknya.

Feminitas yang tak terpaku pada aturan

Benang merah Adorn adalah busana feminin yang tidak harus lembut, rapi, atau konvensional dalam setiap detail. Nama koleksi ini berarti memperindah, dan gagasan itu diterjemahkan lewat perpaduan kenyamanan dengan ornamen yang tidak biasa. Andhita mempertahankan pita sebagai ciri khas desainnya, lalu mengolah gaun feminin dengan simpul-simpul pita dan tepian kain yang sengaja dibiarkan mentah. Hasilnya punya sisi girly, tetapi juga ganjil dan menyenangkan—bukan manis yang seragam. Palet kuning, merah muda, lavender, hijau, dan biru memberi kesan segar, sementara hitam menambahkan ketegasan. Inilah daya tarik gaya girly quirky: feminin dapat hadir bersama humor, keberanian, dan ketidaksempurnaan yang disengaja. Adorn tidak meminta pemakainya memilih antara anggun dan eksentrik; keduanya dapat hidup berdampingan.

Siluet klasik, sikap yang lebih leluasa

Andhita merujuk pada mode 1950-an dan 1960-an, tetapi tidak membiarkan siluet lawas berubah menjadi kostum nostalgia. Potongan A yang lebar dan bentuk lurus ala era go-go dibuat lebih ringan, sehingga rok bergerak bebas mengikuti langkah alih-alih terasa kaku. Ragam koleksi Andhita Siswandi juga meliputi blazer, jaket bomber, rok pensil, rok balon, rok A-line, rok midi, rok lebar, skort, celana, gaun, dan cape. Kemeja dan kaus berkerah mendapat embellishment serta detail unik, menjaga keseimbangan antara praktis dan ekspresif. Inspirasi busana kerja pun terasa jelas: pakaian profesional tidak harus gelap dan terlalu formal. Untuk perempuan aktif, siluet rapi tetapi santai dan warna cerah menawarkan pilihan yang lebih hidup, tanpa mengorbankan kenyamanan atau fungsi.

Keindahan yang berani sedikit ganjil

Bagian paling menarik dari Adorn muncul saat Andhita menguji batas antara cantik dan ganjil. Kain bertekstur kasar dengan motif besar diolah menjadi setelan hijau dan gaun marun; motifnya mengingatkan pada permadani, tetapi jahitannya rapi dan pengerjaannya terukur. Ada pula setelan dengan celana lebar yang bagian belakangnya dijahit menyerupai rok. Pilihan seperti ini jelas bukan untuk semua orang, terutama pemakai yang mengutamakan gaya konvensional. Namun, batas itu justru membuat koleksi terasa punya pendirian. Andhita menawarkan ruang bagi perempuan untuk bereksperimen dengan penampilan, tanpa menganggap busana feminin harus selalu aman atau serasi menurut pakem lama. Gaya girly quirky di sini bukan sekadar hiasan; ia menjadi sikap yang mengizinkan pemakainya bermain, bersantai, dan tidak terlalu serius.

Kesimpulannya, Adorn adalah comeback yang berhasil karena menghidupkan kembali feminitas dengan cara yang tidak kaku. Andhita merangkai kenyamanan, warna, siluet bersejarah, dan detail nyentrik menjadi busana yang bisa terasa profesional sekaligus personal. Koleksi ini mungkin tidak cocok bagi pencinta tampilan aman, tetapi justru itu kekuatannya: ia membuka pilihan, bukan menetapkan satu definisi tentang perempuan feminin. Setelah enam tahun, Andhita kembali dengan pesan yang terasa segar—berdandan boleh menyenangkan, sedikit aneh, dan sepenuhnya milik pemakainya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!