Kenyamanan Sebagai Inti Prinsip Desain Interior Selebriti
Prinsip desain interior dari perspektif selebriti adalah pendekatan penataan ruang yang menempatkan kenyamanan hunian dan ruang usaha nyaman sebagai prioritas, dengan dekorasi yang tidak berlebihan, pemilihan perangkat berkualitas, serta konsistensi gaya antara rumah dan tempat usaha agar aktivitas sehari-hari berlangsung tenang dan fungsional. Kenyamanan menjadi kata kunci yang berulang ketika Ashanty dan Ivan Gunawan berbicara tentang hunian maupun ruang usaha mereka: pendingin ruangan bukan hanya pelengkap, melainkan bagian dari pengalaman hidup di dalam ruang. Fokus mereka bukan pada sekadar tampilan mewah, melainkan ruang yang mendukung bekerja, menerima tamu, dan beristirahat tanpa gangguan. Inilah sikap yang seharusnya menular ke pemilik rumah dan pelaku bisnis: estetika yang matang selalu dimulai dari rasa nyaman, bukan dari deretan dekorasi di dinding.
Dinding Tenang, Pikiran Tenang: Desain Minimalis Fungsional
Jika banyak orang menganggap dinding kosong sebagai tanda kurang dekorasi, Ashanty dan Ivan Gunawan memandangnya sebagai ruang bernafas. Ivan menegaskan bahwa ruangan yang nyaman tidak harus dipenuhi banyak benda atau hiasan. Ia tidak menyukai terlalu banyak elemen menempel di dinding dan lebih memilih ruangan sederhana agar tetap nyaman untuk beraktivitas maupun bekerja. Sikap serupa dimiliki Ashanty, yang menyatakan tidak suka "kebanyakan nempel-nempel di tembok" dan menginginkan cukup satu elemen yang menjadi pusat kenyamanan, yaitu pendingin ruangan yang efektif. Filosofinya jelas: desain minimalis fungsional membantu ruang terasa tenang, tidak ramai secara visual, dan memudahkan fokus. Bagi desainer interior, ini adalah pengingat bahwa mengurangi dekorasi dinding sering kali menghasilkan kualitas ruang yang jauh lebih baik daripada menambah ornamen tanpa tujuan.

AC Sederhana, Berkualitas, dan Nyaman: Investasi Kualitas Hidup
Dalam prinsip desain interior versi selebriti, pemilihan perangkat seperti AC tidak bisa diperlakukan sebagai urusan teknis semata. Ashanty menginginkan sistem pendingin yang sederhana tetapi mampu memberikan kenyamanan tanpa harus memenuhi ruangan dengan banyak perangkat. Untuk butiknya yang luas dengan ketinggian sekitar tujuh hingga delapan meter dan didominasi kaca yang membuat sinar matahari mudah masuk, ia memilih sistem pendingin Gree GMV6 sebagai solusi yang cukup satu namun efektif. Di sisi lain, Ivan menegaskan bahwa ia tidak akan memilih sesuatu yang tidak berkualitas; ia "enggak suka drama" dan butuh barang yang berkualitas dengan harga yang masih masuk akal. Keduanya melihat perangkat pendingin sebagai kebutuhan ruang, bukan sekadar benda tambahan: rasa nyaman, bentuk desain, serta kemudahan penggunaan adalah aspek penting agar aktivitas di rumah maupun tempat usaha menjadi lebih nyaman.

Satu Filosofi untuk Rumah dan Bisnis
Hal yang menarik dari pendekatan Ashanty dan Ivan adalah konsistensi prinsip desain interior di rumah pribadi dan ruang usaha. Ashanty menyebut estetika rumah dan tempat usaha sama-sama sangat penting, dan ia tetap tidak suka banyak perangkat menempel di dinding, baik di hunian maupun butik, cukup satu pendingin yang "gong dinginnya" dan menyatu dengan konsep tempat. Pandangan soal ruangan sederhana juga ia terapkan pada butiknya, yang memerlukan solusi pendingin praktis karena area luas dan dominasi kaca. Sementara Ivan memaknai rumah sebagai ruang hidup sekaligus ruang kerja, sehingga kualitas perangkat yang digunakan berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari. Konsistensi ini adalah tanda filosofi desain yang matang: ruang usaha nyaman seharusnya dibangun dengan standar yang sama dengan kenyamanan hunian. Bagi desainer interior, ini menjadi tips desainer interior yang sering diabaikan: jangan punya dua standar berbeda untuk rumah dan tempat usaha.
Pelajaran Praktis untuk Pemilik Hunian dan Pelaku Usaha
Dari cara dua figur publik ini menata ruang, ada beberapa tips desainer interior yang layak diadopsi. Pertama, mulailah dari kenyamanan hunian dan ruang usaha nyaman, bukan dari katalog dekorasi. Kedua, terapkan desain minimalis fungsional pada dinding: kurangi elemen yang menempel, pilih sedikit barang dengan fungsi jelas, dan biarkan ruang bernafas. Ketiga, perlakukan AC dan perangkat lain sebagai bagian dari desain, bukan tambahan belakangan. Pilih sistem pendingin yang sederhana, berkualitas, dan mudah digunakan, seperti pendekatan satu sistem menyeluruh di butik luas dengan Gree GMV6. Keempat, gunakan prinsip yang sama untuk rumah dan tempat usaha agar identitas visual dan pengalaman ruang terasa konsisten. Kesimpulannya, kenyamanan bukan efek samping estetika bagus; ia adalah fondasi. Ketika pemilik ruang berani mengutamakan fungsi dan kualitas, estetika akan mengikuti dengan lebih alami dan tahan lama.






