Penutup rangkaian dengan cakupan yang luas
GIIAS Makassar 2026 adalah pameran otomotif yang mempertemukan merek kendaraan penumpang dan sepeda motor dalam satu ajang, sekaligus menjadi kota kelima dan penutup rangkaian GIIAS The Series tahun ini. Digelar pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center, acara ini memberi penutup yang berisi bagi seri pameran nasional. Skala 18 merek menunjukkan bahwa Makassar bukan sekadar persinggahan terakhir, melainkan panggung penting untuk menjangkau konsumen di Indonesia timur. Setelah rangkaian sebelumnya berlangsung di Tangerang, Surabaya, Bandung, dan Semarang, kehadiran di Makassar menegaskan nilai pameran keliling: mempertemukan teknologi kendaraan dengan pasar daerah, bukan hanya memusatkan perhatian di kota-kota besar di Jawa. Dari sisi pengunjung, keluasan pilihan menjadi daya tarik utama; dari sisi industri, ajang ini menguji seberapa dekat merek dapat menjangkau pasar Sulawesi.

18 merek, dari mobil hingga sepeda motor
Komposisi peserta menjadi bukti konkret skala acara: 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor. Untuk kategori mobil, merek yang hadir ialah BAIC, BYD, Chery, Geely, Honda, Jetour, KIA, Mazda, Mitsubishi Motors, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, VinFast, dan Wuling. Keragaman ini membuat GIIAS Makassar 2026 lebih menarik daripada pameran yang hanya mengandalkan satu segmen atau beberapa nama populer. Pengunjung dapat membandingkan pilihan dan melihat teknologi terbaru, sementara area test drive memberi kesempatan mencoba kendaraan di rute sekitar lokasi. Namun, ukuran keberhasilan pameran tidak seharusnya berhenti pada banyaknya peserta atau transaksi. Nilai lebihnya muncul ketika pilihan yang dipajang membantu calon konsumen memahami pasar, dan ketika minat yang tercipta di ruang pamer berlanjut menjadi layanan serta hubungan jangka panjang di daerah.
Pasar Sulawesi membutuhkan ekosistem, bukan hanya penjualan
Alasan Makassar layak menjadi penutup seri terlihat pada besarnya peluang pasar otomotif Sulawesi. Hingga Juli 2026, penjualan kendaraan di wilayah ini melampaui 20.000 unit, dengan pangsa sekitar 4% dari penjualan nasional. Angka itu memberi dasar kuat bagi pameran, tetapi juga mengingatkan bahwa pertumbuhan tidak cukup diukur dari jumlah kendaraan yang terjual. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menekankan perlunya ekosistem yang tumbuh utuh, termasuk jaringan diler, layanan purnajual, pelatihan teknisi, dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Pandangan ini tepat: pameran akan lebih berarti bila perhatian merek dan konsumen turut membuka peluang usaha dan pekerjaan. Dengan komunitas otomotif lokal serta infrastruktur yang berkembang, Makassar punya modal; tantangannya adalah memastikan aktivitas industri meninggalkan manfaat yang bertahan setelah stan dibongkar.
Kesimpulan: panggung daerah yang perlu meninggalkan jejak
GIIAS Makassar 2026 menutup rangkaian tahunan dengan kombinasi yang kuat: 18 merek kendaraan, ragam segmen, dan sorotan pada potensi pasar regional. Pameran ini penting bukan semata-mata karena menghadirkan banyak pilihan dalam lima hari, melainkan karena menempatkan Sulawesi dalam percakapan otomotif nasional. Data penjualan menunjukkan adanya pasar; perhatian berikutnya perlu diarahkan pada kualitas jaringan layanan, kompetensi teknisi, dan ruang bagi usaha lokal untuk ikut tumbuh. Jika unsur-unsur itu berkembang seiring transaksi kendaraan, GIIAS akan menjadi lebih dari agenda promosi tahunan. Kesimpulannya, skala pameran memberi Makassar panggung yang layak, tetapi keberhasilan jangka panjangnya ditentukan oleh seberapa kuat ekosistem otomotif Sulawesi dibangun sesudah acara berakhir.






