Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Forum IMT-GT Katalis Wisata Lintas Negara Sumatera Utara

Forum IMT-GT Katalis Wisata Lintas Negara Sumatera Utara
Minat|Asia Tenggara

IMT-GT: Dari Forum Ekonomi Menjadi Panggung Wisata Sumatera Utara

Forum IMT-GT pariwisata adalah kerja sama subregional antara tiga negara yang berfokus mempercepat transformasi ekonomi, integrasi, dan konektivitas, sekaligus menjadikan pariwisata sebagai salah satu motor pertumbuhan melalui promosi destinasi lintas negara dan penguatan jaringan wisata tematik yang saling terhubung. Di Medan, pertemuan tingkat menteri IMT-GT ke-32 pada 7–10 September menjadi alat strategis bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengangkat pamor wisata Sumatera Utara di hadapan delegasi Malaysia dan Thailand. Alih-alih sekadar agenda diplomatik, forum ini digunakan sebagai panggung untuk menguji gagasan menjadikan Sumut sebagai hub wisata lintas negara yang mengikat konektivitas udara, darat, dan laut dengan narasi budaya dan kuliner regional. Langkah ini menunjukkan keberanian Sumut menggeser posisi dari “sekadar destinasi” menjadi simpul penting dalam peta integrasi ekonomi kawasan IMT-GT.

Forum IMT-GT Katalis Wisata Lintas Negara Sumatera Utara

Diplomasi Wisata Sumatera Utara: City Tour hingga Geopark Lintas Batas

Momentum IMT-GT ke-32 digunakan Pemprov Sumut untuk mempromosikan wisata Sumatera Utara secara terukur, bukan seremonial. Delegasi Malaysia dan Thailand tidak dibiarkan hanya berkutat di ruang rapat; mereka ditawari city tour Medan, mulai Istana Maimoon, Rumah Tjong A Fie, Masjid Raya, Museum Rahmadsyah, hingga kawasan kota lama Kesawan sebagai etalase sejarah dan keberagaman. Di luar kota, Danau Toba dan Berastagi diposisikan sebagai destinasi andalan yang harus masuk agenda perjalanan para delegasi. Lebih jauh, kerja sama subregional IMT-GT yang sudah berjalan berkala dimanfaatkan Sumut untuk menguatkan jaringan Geopark antara Samosir (Danau Toba) dan Langkawi, Malaysia, menjadikan geopark sebagai destinasi lintas negara berkarakter kuat. Di sini terlihat bahwa strategi wisata Sumut menempatkan lanskap alam, sejarah kolonial, dan identitas urban sebagai satu paket pengalaman yang siap dipasarkan ke pasar Malaysia-Thailand.

Kuliner sebagai Bahasa Bersama: Promosi Rasa dan Identitas Regional

Jika destinasi adalah wajah, maka kuliner adalah bahasa emosional yang dipakai Sumut untuk mendekatkan diri dengan tamu IMT-GT. Dalam penyambutan delegasi Malaysia dan Thailand, Pemprov Sumut menggelar promosi kuliner regional melalui suguhan kue tradisional seperti wajik, lemper, puding, dan jambu biji. Respons hangat datang dari Chief Minister of Perlis, Abu Bakar bin Hamzah, yang melihat kesamaan rasa dengan makanan tradisional Malaysia, meski nama berbeda, dan langsung menyatakan ketertarikan mengunjungi Danau Toba dan Berastagi. Pernyataan itu menunjukkan promosi kuliner bukan sekadar jamuan, tetapi pintu psikologis yang mengikat minat wisata. Promosi rasa yang mengandalkan kedekatan lidah serumpun menjadi strategi halus namun efektif untuk menguatkan koneksi wisata lintas negara: wisatawan merasa familiar, tetapi sekaligus penasaran pada variasi lokal Sumut.

IMT-GT sebagai Katalis Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Lokal

Di balik city tour dan jamuan kuliner, ada agenda yang lebih besar: menjadikan IMT-GT forum pariwisata sebagai katalis pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi lokal. Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional, Sonny A. Soekoer, menegaskan pariwisata menjadi fokus utama dalam Working Group IMT-GT dengan program seperti joint promotion wisata tematik lintas negara dan peningkatan kapasitas layanan industri pariwisata. Kehadiran menteri perekonomian, pejabat senior, pimpinan asosiasi bisnis, dan ratusan pelaku usaha membuka ruang konkret bagi Sumut untuk mengikat komitmen investasi dan kerja sama bisnis pariwisata. Kerja sama trilateral yang sejak 1993 dirancang untuk mempercepat transformasi ekonomi dan integrasi kawasan memberi Sumut kesempatan memosisikan destinasi wisatanya sebagai bagian integral rantai nilai ekonomi IMT-GT, bukan titik pinggiran. Namun, tantangannya adalah memastikan aliran wisata dan investasi tetap berpihak pada komunitas lokal dan kelestarian alam, terutama di kawasan Danau Toba dan Berastagi.

Branding Sumut sebagai Hub Wisata Lintas Negara: Peluang dan PR Besar

Memanfaatkan IMT-GT sebagai panggung branding adalah langkah tepat, tetapi baru langkah awal. Dengan promosi wisata Sumatera Utara yang menyeluruh—destinasi kota, alam, geopark, dan promosi kuliner regional—Sumut sedang membangun narasi sebagai destinasi lintas negara yang menghubungkan wisatawan Malaysia dan Thailand dengan pengalaman berbeda namun akrab. Strategi ini selaras dengan semangat integrasi ekonomi regional IMT-GT, di mana pariwisata ditempatkan sebagai sektor unggulan yang mengandalkan konektivitas dan kolaborasi trilateral. Ke depan, pekerjaan rumah Sumut adalah mengkonversi kunjungan delegasi menjadi paket wisata reguler, rute penerbangan yang lebih padat, dan kerja sama bisnis yang mengalir sampai ke pelaku UMKM dan komunitas desa wisata. Jika konsisten, IMT-GT akan tercatat bukan hanya sebagai forum ekonomi, tetapi sebagai titik balik yang menjadikan Sumut hub wisata lintas negara dengan identitas kuat dan daya tawar regional yang lebih besar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!