Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Donasi Komputer PLN: Lompatan Digital untuk SDN 01 Lepar

Donasi Komputer PLN: Lompatan Digital untuk SDN 01 Lepar
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Digitalisasi Sekolah Dasar di Pulau: Bukan Lagi Mimpi

Digitalisasi sekolah dasar adalah upaya menghadirkan perangkat komputer, konektivitas, dan materi pembelajaran berbasis teknologi ke ruang kelas, agar siswa dan guru dapat mengakses asesmen, sumber belajar, dan program literasi digital yang sebelumnya hanya tersedia di sekolah-sekolah yang lebih maju di wilayah daratan dan perkotaan. Di SDN 01 Lepar, digitalisasi sekolah dasar bukan sekadar slogan, tetapi menjelma dalam bentuk bantuan nyata: 12 laptop, 3 PC All in One, dan 50 buku pembelajaran yang diserahkan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada Kamis, 24 September 2026 di Pulau Lepar. Inilah contoh bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan bisa mengubah arah masa depan sebuah sekolah kepulauan.

Lebih dari Sekadar Donasi Komputer Sekolah

Menyebut inisiatif PLN UIW Babel sebagai sekadar donasi komputer sekolah jelas meremehkan dampaknya. Bantuan 15 perangkat komputer—12 laptop dan 3 PC All in One—serta 50 buku pembelajaran adalah paket lengkap infrastruktur pendidikan terpencil: teknologi sekaligus bahan bacaan yang menguatkan literasi siswa. Sebelum hadirnya perangkat ini, SDN 01 Lepar harus meminjam komputer dari SMP, SMA, dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan hanya untuk menggelar asesmen berbasis komputer. Itu bukan hanya merepotkan, tetapi juga menegaskan jurang ketimpangan digital. "Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, tahun ini siswa kelas 6 yang mempersiapkan TKA berbasis online secara nasional tidak perlu lagi meminjam perangkat dari sekolah lain," tegas Kepala SDN 01 Lepar, Suhendra, S.Pd.SD. Donasi seperti ini adalah koreksi langsung terhadap ketidakadilan akses teknologi.

Program TJSL: Ketika CSR Menyentuh Kelas di Kepulauan

Program TJSL PLN UIW Babel menunjukkan bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan seharusnya diterjemahkan: bukan seremonial, melainkan intervensi yang menyentuh inti persoalan pendidikan di kepulauan. Melalui TJSL Penguatan Literasi dan Digitalisasi Media Pembelajaran, PLN secara terbuka menempatkan infrastruktur pendidikan terpencil sebagai prioritas, memperkuat akses pendidikan digital yang setara bagi anak-anak di pulau. Senior manajemen perusahaan menegaskan bahwa bantuan ini adalah bagian dari komitmen mendukung pemerataan akses pendidikan, sementara general manager menyebut kehadiran perusahaan bukan hanya soal listrik, tetapi juga kontribusi sosial bagi masyarakat. Di sinilah program literasi digital mengambil bentuk konkret: perangkat digunakan bukan hanya untuk ujian, tetapi untuk membiasakan siswa menjelajah materi pembelajaran digital, belajar mengetik, mencari informasi, dan melihat dunia di luar Pulau Lepar. CSR yang efektif selalu punya indikator sederhana: guru dan siswa langsung merasakan perubahan, bukan hanya membaca laporan.

Dampak Nyata bagi Siswa dan Guru di Wilayah Terpencil

Dampak utama dari digitalisasi media pembelajaran di SDN 01 Lepar adalah pergeseran dari budaya meminjam menuju kemandirian teknologi. Perangkat digital yang kini tersedia di sekolah diharapkan memperkuat sarana pembelajaran dan kesiapan menghadapi evaluasi berbasis komputer, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) online secara nasional. Guru tidak lagi terjebak pada metode konvensional; mereka punya kesempatan mengembangkan program literasi digital, mengintegrasikan bahan ajar interaktif, dan mengajak siswa berlatih menggunakan komputer sejak dini. Bagi siswa, terutama di kelas akhir, akses langsung ke komputer berarti berkurangnya kecemasan menghadapi ujian nasional berbasis teknologi. Kepala sekolah menegaskan bahwa meskipun berada di pulau, mereka merasa diperhatikan oleh pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan PLN. Ini menunjukkan bahwa infrastruktur pendidikan terpencil bukan mustahil jika ada kolaborasi yang konsisten.

Langkah Lanjut: Jangan Berhenti di Satu Sekolah

Pertanyaan penting berikutnya: apakah inisiatif ini berhenti di SDN 01 Lepar, atau menjadi model perluasan digitalisasi sekolah dasar di pulau-pulau lain? Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan berharap kolaborasi dengan PLN berlanjut dan menjangkau sekolah lain di wilayah kepulauan. Harapan itu seharusnya dibaca sebagai dorongan agar tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti di satu titik, melainkan berkembang menjadi jaringan infrastruktur pendidikan terpencil yang saling menguatkan. PLN sendiri menyatakan bahwa melalui program TJSL, penguatan sarana pendidikan di SDN 01 Lepar diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi, sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas hingga kepulauan. Kesimpulannya, donasi 15 komputer dan 50 buku hanyalah awal. Keberanian untuk menjadikannya gerakan berkelanjutan akan menentukan apakah kesenjangan digital anak-anak pulau akan menyempit atau kembali melebar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!