Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Wali Kota Batam Perkuat Dialog Langsung untuk Pembangunan Berkelanjutan

Wali Kota Batam Perkuat Dialog Langsung untuk Pembangunan Berkelanjutan
Minat|Asia Tenggara

Silaturahmi sebagai Strategi: Komunikasi Pemerintah Lokal yang Lebih Membumi

Silaturahmi wali kota adalah pendekatan komunikasi pemerintah lokal yang menempatkan pertemuan tatap muka dengan warga, tokoh lingkungan, dan lembaga masyarakat sebagai kanal utama untuk menyerap aspirasi warga, membahas persoalan bersama, dan mengarahkan program pembangunan kota agar lebih sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dalam konteks Batam, Wali Kota Amsakar Achmad menjadikan komunikasi terbuka dan kebersamaan sebagai fondasi pembangunan, bukan sekadar pelengkap seremoni. Ia menegaskan hal ini saat bersilaturahmi dengan pengurus RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kecamatan Belakang Padang di Gedung Nasional Belakang Padang pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pertemuan ini bukan acara basa-basi, melainkan sinyal bahwa arah kebijakan Batam ingin disusun dari bawah, bukan hanya dari balik meja birokrasi.

Wali Kota Batam Perkuat Dialog Langsung untuk Pembangunan Berkelanjutan

Mengapa RT, RW, dan LPM Jadi Kunci Keterlibatan Masyarakat

Jika komunikasi pemerintah lokal ingin efektif, ia harus menyentuh titik terdekat dengan warga: RT, RW, dan LPM. Amsakar menyebut para pengurus lingkungan ini memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menjadi penghubung antara kebutuhan warga dan pemerintah. Di Belakang Padang, pertemuan tersebut menjadi wadah mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga di wilayah hinterland Batam. Di sinilah keterlibatan masyarakat tidak berhenti pada undangan rapat, tetapi berubah menjadi dialog dua arah. Warga menyampaikan gagasan, masukan, hingga persoalan di lingkungan masing-masing, sementara pemerintah menjadikan masukan itu bahan evaluasi kebijakan dan penentu arah pembangunan. Tanpa kanal seperti ini, program pembangunan kota mudah melenceng dari kebutuhan riil.

Wali Kota Batam Perkuat Dialog Langsung untuk Pembangunan Berkelanjutan

Dari Aspirasi ke Program Konkret: Tantangan Mengelola Harapan

Pertemuan di Belakang Padang menunjukkan ambisi jelas: menjadikan silaturahmi walikota sebagai mesin penerjemah aspirasi warga menjadi program pembangunan kota yang konkret. Amsakar menegaskan bahwa berbagai gagasan dan ide yang disampaikan masyarakat menjadi bahan penting untuk memperkuat langkah dan arah pembangunan Batam. Pemerintah kota berharap komunikasi yang lebih efektif ini membuat aspirasi warga menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan warga. Namun di sisi lain, pendekatan ini menuntut kapasitas birokrasi untuk menyaring, memprioritaskan, dan menindaklanjuti masukan secara transparan. Tanpa kejelasan tindak lanjut, silaturahmi berisiko berubah menjadi ritual simbolik. Kekuatan model ini justru terletak pada konsistensi: seberapa sering forum digelar, seberapa cepat masalah direspons, dan seberapa jujur pemerintah menjelaskan keterbatasan.

Wali Kota Batam Perkuat Dialog Langsung untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kepercayaan sebagai Modal Sosial: Perspektif Camat dan Tokoh Lingkungan

Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, membaca langkah ini sebagai investasi kepercayaan. Ia mengapresiasi upaya wali kota membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat melalui silaturahmi bersama pengurus RT, RW, LPM, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Menurutnya, komunikasi langsung antara kepala daerah dan masyarakat penting untuk mendukung pembangunan yang sesuai kebutuhan warga. Di sisi lain, perwakilan RT, RW, dan LPM, Andika Putra, menyatakan komitmen untuk melayani masyarakat dan menciptakan lingkungan yang positif, serta siap berkolaborasi menjadikan Batam kota madani yang inovatif, berbudaya, dan berkelanjutan. Di sini tampak bahwa kepercayaan tidak hanya diminta dari warga, tetapi juga dibangun melalui pengakuan terhadap peran pengurus lingkungan, termasuk lewat penyerahan insentif simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap kerja pelayanan mereka.

Wali Kota Batam Perkuat Dialog Langsung untuk Pembangunan Berkelanjutan

Menjaga Energi Silaturahmi: Rekomendasi agar Dialog Tidak Mandek

Amsakar meyakini pertemuan rutin dapat memperkuat kepercayaan dan mempermudah koordinasi antara pemerintah dan masyarakat. Keyakinan ini masuk akal, tetapi hanya akan terbukti jika silaturahmi walikota dijaga sebagai proses, bukan proyek sesaat. Pemerintah perlu hadir bukan hanya saat kampanye atau krisis, melainkan sebagai kebiasaan politik sehari-hari. Ia juga mengingatkan pentingnya tidak terburu-buru menilai persoalan dari satu sudut pandang, serta mengedepankan sikap saling mendengar dan memahami sebelum mengambil kesimpulan. Dalam jangka panjang, komunikasi pemerintah lokal seperti ini bisa menjadi model keterlibatan masyarakat yang lebih dewasa: warga tidak sekadar menuntut, pemerintah tidak sekadar menjanjikan. Keduanya bertemu di ruang dialog yang jujur, di mana setiap aspirasi warga dihitung sebagai bahan kebijakan, dan setiap kebijakan dijelaskan kembali kepada warga. Di situlah pembangunan berkelanjutan menemukan pijakan sosialnya.

Wali Kota Batam Perkuat Dialog Langsung untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!