Kerja Sama Wisata Bilateral: Bukan Sekadar Tukar Wisatawan
Kerja sama wisata Indonesia Malaysia adalah kolaborasi terencana antara pelaku pariwisata kedua negara untuk saling mempromosikan destinasi, menghubungkan industri, dan mendorong arus wisatawan dua arah, dengan tujuan akhir memperkuat ekonomi regional, memperluas lapangan kerja, dan memperdalam hubungan budaya di tingkat lokal dan nasional. Langkah terbaru tampak jelas ketika Malaysia memilih lima kota di Indonesia sebagai mitra utama promosi, dengan target meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas promosi destinasi, dan mempererat hubungan ekonomi serta budaya. Ini bukan kebijakan basa-basi: program yang disiapkan meliputi pameran wisata, festival budaya, promosi paket perjalanan, hingga business matching antarpelaku industri pariwisata. Jika dikelola serius, kerja sama wisata Indonesia Malaysia berpotensi menggeser pola lama yang hanya menjual destinasi ibu kota, menuju jaringan destinasi pariwisata bilateral yang lebih merata dan berakar pada daerah.

Lima Kota Prioritas: Peluang atau Sekadar Angka?
Pemilihan lima kota sebagai fokus kerja sama promosi wisata oleh Malaysia adalah sinyal kuat bahwa pariwisata regional mulai dilihat sebagai mesin ekonomi, bukan sekadar pelengkap agenda diplomatik. Kota-kota ini dipilih karena dianggap punya potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi, bisnis, dan perjalanan masyarakat, sehingga bisa menjadi simpul penting arus wisatawan dua arah. Melalui pameran, festival budaya, dan promosi paket perjalanan bersama, akses informasi tentang destinasi di Malaysia menjadi lebih mudah bagi publik Indonesia, sementara pelaku usaha perjalanan, maskapai, hotel, dan penyedia transportasi mendapat kesempatan memperluas jaringan lintas negara. Kalau pendekatan ini konsisten, lima kota itu bisa menjadi laboratorium kebijakan promosi wisata regional: menguji model kemitraan, mengukur dampak langsung ke pelaku usaha kecil, serta menakar seberapa jauh kerja sama wisata Indonesia Malaysia mampu mengurangi ketimpangan destinasi yang selama ini terlalu bertumpu pada kota-kota besar.
Wisata Bahari Maratua: Simbol Strategi Minat Khusus
Di sisi lain, Kementerian Pariwisata memilih strategi yang lebih tajam dengan menggarap wisata minat khusus melalui wisata bahari Maratua. Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, diperkenalkan langsung kepada sejumlah dive center dari Malaysia dan Singapura lewat kegiatan “Famtrip Marine Maratua 2026” sebagai langkah memperluas pasar wisata selam Indonesia. Deputi Pemasaran Pariwisata menegaskan bahwa famtrip ini dirancang agar pelaku dive center merasakan sendiri pengalaman diving, akomodasi, dan layanan wisata di Maratua, sehingga punya dasar nyata untuk memasukkan destinasi ini ke dalam paket perjalanan yang dijual ke dua pasar strategis tersebut. "Berdasarkan data BPS hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Indonesia mencapai 1.361.772 kunjungan, sedangkan wisatawan asal Singapura 739.721 kunjungan," ujar Asisten Deputi Dedi Ahmad Kurnia. Angka ini menegaskan bahwa promosi wisata bahari Maratua bukan sekadar menambah destinasi, melainkan upaya memaksimalkan pasar yang sudah besar dengan segmen bernilai tinggi.

Kebumen, Travel Mart, dan Mimpi Ekonomi Daerah
Kebumen muncul sebagai contoh konkret bagaimana kerja sama pariwisata lintas negara bisa menyentuh kabupaten yang selama ini tidak masuk radar wisata utama. Melalui Kebumen Travel Mart dan Gombong Festival of Culture, pemerintah daerah mempertemukan pengelola destinasi, travel agent, hotel, komunitas, dan pelaku UMKM untuk merajut peluang kolaborasi. Kehadiran perwakilan Malaysia Tourism, Datuk Hadi Bachtiar bin Amnan, yang berkomitmen mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan Kebumen kepada masyarakat Malaysia, mengangkat acara ini dari sekadar festival lokal menjadi gerbang promosi wisata regional. Di level ekonomi, rencana pendirian koperasi di Jakarta untuk menyerap produk UMKM Kebumen dan memasarkan ke kota-kota besar seperti Bandung, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Banten menunjukkan bahwa pariwisata diposisikan sebagai pengungkit rantai nilai yang lebih panjang. Usulan menjadikan Benteng Van der Wijck sebagai destinasi heritage berstandar internasional menambah lapis narasi: Kebumen ingin masuk peta destinasi pariwisata bilateral, bukan hanya menjadi pemasok wisatawan.
Dampak ke Wisatawan dan Langkah Lanjut
Di tingkat individu, wisatawan akan merasakan dampak kerja sama ini dalam bentuk pilihan destinasi dan paket perjalanan yang lebih beragam, informasi yang lebih mudah diakses, serta jaringan layanan yang lebih terhubung. Kolaborasi promosi berarti lebih banyak festival budaya, pameran, dan penawaran perjalanan lintas kota yang memudahkan wisatawan menyusun rute multi-destinasi. Ajang seperti Kebumen Travel Mart pun membuka kesempatan bagi wisatawan domestik untuk menjelajahi daerah yang sebelumnya tidak populer, dengan dukungan agen dan pengelola destinasi yang sudah terhubung ke pasar regional. Ke depan, kegiatan networking seperti dalam Famtrip Marine Maratua 2026 diharapkan melahirkan kerja sama yang berkelanjutan antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan dive center di Malaysia dan Singapura. Jika komitmen seperti promosi Kebumen di negeri jiran terus diwujudkan, kerja sama wisata Indonesia Malaysia berpotensi menjadi model promosi wisata regional yang menyinergikan destinasi pariwisata bilateral, memacu pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat hubungan masyarakat lintas batas.






