Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Vivo X500 Pro Max Resmi Mengarah ke Pasar Lokal: Dimensity 9600 dan Skor Geekbench Menggoda

Vivo X500 Pro Max Resmi Mengarah ke Pasar Lokal: Dimensity 9600 dan Skor Geekbench Menggoda
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

Masuknya Vivo X500 Pro Max: Sinyal Resmi dari Sertifikasi

Vivo X500 Pro Max adalah varian tertinggi dari seri Vivo X500 yang mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9600, membawa konfigurasi kamera kelas atas, layar 2K, serta fitur pengisian cepat, dan kini telah terdeteksi dalam berbagai sertifikasi yang menandakan arah distribusi resminya di pasar lokal dan global.

Garis besarnya jelas: Vivo X500 Pro Max tidak lagi sekadar rumor, tetapi sudah berada di jalur distribusi resmi. Nomor model V2610 yang dikaitkan dengan Vivo X500 Pro Max muncul di dua basis data penting, yakni TKDN dan sertifikasi Postel (SDPPI). Perangkat ini diajukan oleh PT Vivo Mobile Indonesia dan telah mengantongi sertifikat dengan nomor 126049/DJID/2026 yang diterbitkan pada 2 September 2026. Kehadiran di dua sistem ini bukan formalitas; ini adalah pernyataan bahwa Vivo memang mempersiapkan X500 Pro Max untuk dipasarkan secara resmi, bukan sekadar unit impor abu-abu.

Lebih penting lagi, nilai TKDN yang tercatat mencapai 40,33 persen, mengisyaratkan pemenuhan komponen lokal yang cukup tinggi untuk kategori perangkat premium. Dalam konteks kebijakan perangkat telekomunikasi, kombinasi TKDN dan sertifikasi Postel adalah tiket masuk wajib. Dengan keduanya sudah di tangan, Vivo X500 Pro Max praktis tinggal menunggu jadwal rilis resmi di pasar yang dituju. Inilah momen ketika ekspektasi pengguna terhadap ponsel flagship Vivo layak dinaikkan satu tingkat.

Dimensity 9600 dan Skor Geekbench: Performa Flagship yang Agresif

Jika ada satu alasan utama mengapa Vivo X500 Pro Max menarik perhatian penggemar teknologi, jawabannya adalah Dimensity 9600 dan skor benchmark Geekbench yang tidak main-main. Varian global dengan nomor model V2610 sudah lebih dulu muncul di Geekbench, disusul varian Tiongkok yang diduga memakai nomor model V2602A atau V2602DA. Keduanya menegaskan satu hal: Vivo menempatkan X500 Pro Max sebagai mesin performa, bukan sekadar ponsel kamera cantik.

Chipset MediaTek Dimensity 9600 di X500 Pro Max dilaporkan meraih skor single-core di atas 4.000 dan multi-core lebih dari 13.000 di Geekbench, angka yang menempatkannya jelas di kelas flagship. Konfigurasinya terdiri dari tiga core 3,10 GHz, tiga core 4,35 GHz, dan dua core performa puncak 4,55 GHz, dipadukan GPU Mali-G2-Ultra-NX MC12. “Chipset Dimensity 9600 yang terpasang pada Vivo X500 Pro Max dilaporkan mampu meraih skor single-core di atas 4.000 dan skor multi-core melebihi 13.000.”

Yang menarik, bukan hanya varian global, varian Tiongkok yang dikaitkan dengan dukungan komunikasi satelit juga memakai Dimensity 9600 yang sama. Ini menunjukkan strategi konsisten: Vivo tidak mengurangi spesifikasi performa untuk pasar berbeda. Ditambah dukungan pengisian cepat 90W yang terungkap dari sertifikasi 3C, serta spekulasi pengisian nirkabel 40W, X500 Pro Max tampak dirancang sebagai perangkat yang agresif di semua lini performa, baik saat kerja berat maupun pengisian daya.

Vivo X500 Pro Max Resmi Mengarah ke Pasar Lokal: Dimensity 9600 dan Skor Geekbench Menggoda

Desain, Kamera, dan Layar: Paket Flagship yang Sudah Nyaris Terbuka Semua

Sebelum peluncuran resmi seri X500 di Tiongkok akhir bulan, Vivo tampak sengaja membuka banyak kartu desain dan fitur X500 Pro Max. Wakil Presiden Produk, Huang Tao, sudah membagikan tampilan belakang perangkat ini di Weibo, memperlihatkan dua pilihan warna: silver dan oranye. Keputusan membocorkan desain lebih awal jelas bukan kebetulan; ini adalah cara Vivo membangun narasi bahwa X500 Pro Max siap bersaing di kelas estetik dan fotografi, bukan cuma di angka benchmark.

Desainnya disebut mirip dengan X300 Ultra, dengan panel belakang dua warna dan modul kamera melingkar besar yang berisi tiga sensor dan branding Zeiss, sementara lampu kilat LED ditempatkan di tepi kiri atas panel belakang. Dari bocoran lain, modul kamera ini bahkan tampak lebih lebar dan tebal dibanding X300 Ultra. Di bagian atas housing, ada cincin menonjol yang bisa diputar dan diduga berfungsi sebagai kontrol tambahan kamera, termasuk kemungkinan sebagai indikator pengaturan ISO pada mode profesional. Pendekatan ini mengingatkan pada kontrol kamera analog, sebuah sentuhan yang layak disebut berani di pasar smartphone modern.

Soal kamera, X500 Pro Max disebut memakai sensor utama Sony 50 MP berukuran 1/1,28 inci dengan teknologi LOFIC, ditemani ultra-wide 50 MP berbasis sensor Sony IMX8 Series dan telefoto 200 MP dengan dukungan Zeiss APO. Kemampuan videonya juga digadang dapat merekam 4K 240 FPS secara native, lalu dipadukan dengan frame interpolation hingga 480 FPS dan 960 FPS untuk slow motion. Di depan, ponsel ini diperkirakan membawa kamera selfie 50 MP dengan autofokus, terpasang pada layar BOE Q11 6,85 inci beresolusi 2K, yang kemungkinan mendukung refresh rate 144 Hz dan berjalan di Android 17 dengan antarmuka OriginOS 7. Dengan informasi sedetail ini, kejutan pada hari peluncuran tampaknya akan lebih berada di ranah pengalaman penggunaan, bukan spesifikasi mentah.

Vivo X500 Pro Max Resmi Mengarah ke Pasar Lokal: Dimensity 9600 dan Skor Geekbench Menggoda

Jadwal Peluncuran dan Arah Strategi: Dari Tiongkok ke Pasar Global

Dari sisi linimasa, Vivo X500 Pro Max berada pada fase akhir menjelang peluncuran. Perangkat ini dijadwalkan debut di Tiongkok pada September 2026, dengan satu sumber menyebut tanggal 16 September sebagai jadwal hadirnya model tersebut di pasar Tiongkok, sementara sumber lain menyebutkan pengumuman resmi seri X500 (X500, X500 Pro, dan X500 Pro Max) pada 21 September. Perbedaan tanggal ini menunjukkan bahwa Vivo mungkin akan memainkan beberapa momentum rilis, seperti pre-launch, pengumuman fitur, hingga penjualan perdana bertahap.

Yang lebih penting bagi pasar lokal adalah fakta bahwa nomor model V2610 sudah lolos TKDN dengan nilai 40,33 persen dan sertifikasi Postel (SDPPI). Kombinasi ini adalah indikasi kuat bahwa Vivo X500 Pro Max bukan sekadar flagship untuk dipamerkan di Tiongkok. “Perangkat yang diajukan oleh PT Vivo Mobile Indonesia tersebut tercatat memiliki nilai TKDN sebesar 40,33 persen.” Ini adalah angka yang mengindikasikan pemenuhan regulasi agar distribusi resmi bisa berjalan tanpa hambatan.

Melihat pola ini, strategi Vivo tampak jelas: memantapkan X500 Pro Max dulu sebagai flagship kamera dan performa di Tiongkok, sembari menyiapkan seluruh dokumen regulasi untuk pasar lain. Dengan demikian, ketika hype global sudah terbentuk lewat peluncuran di Tiongkok, pasar yang sudah siap secara regulasi bisa langsung menyusul. Bagi konsumen yang selama ini menilai seri X sebagai alternatif kuat di kelas premium, Vivo X500 Pro Max tampak disiapkan sebagai langkah besar berikutnya, lengkap dengan Dimensity 9600, layar 2K, modul kamera besar, dan serangkaian sertifikasi yang sudah mengunci jalur distribusi resmi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!