Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program CSR Infrastruktur Bank: Jalan Beton dan Lompatan Ekonomi Lokal

Program CSR Infrastruktur Bank: Jalan Beton dan Lompatan Ekonomi Lokal
Minat|Asia Tenggara

Jalan Beton sebagai Wajah Baru Program CSR Infrastruktur

Program CSR infrastruktur perbankan adalah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pembangunan sarana fisik seperti jalan beton pedesaan, fasilitas permukiman, dan akses publik untuk memperbaiki mobilitas ekonomi lokal serta kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil secara berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan ini menjelma menjadi strategi nyata untuk menutup kesenjangan pembangunan yang tidak sanggup dijangkau anggaran publik. Bank tidak lagi sekadar hadir sebagai penyalur kredit, tetapi ikut mengurusi urat nadi ekonomi: jalan lingkungan yang layak, aman, dan nyaman. Pembangunan jalan gang tanah menjadi jalan beton di Tasikmalaya adalah contoh paling kasat mata bagaimana program CSR infrastruktur mampu mengubah akses berlumpur menjadi koridor ekonomi baru bagi warga perbukitan dan pegunungan.

Program CSR Infrastruktur Bank: Jalan Beton dan Lompatan Ekonomi Lokal

Tasikmalaya: Memutus Rantai Lumpur di Kawasan Pegunungan

Di Tasikmalaya, jalan gang yang sebelumnya berupa tanah dan licin saat musim hujan kini diperbaiki melalui pembangunan jalan beton di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir. Program ini melibatkan kelompok masyarakat Margalaksana di Kecamatan Sukaraja, sehingga bukan sekadar proyek turun dari langit, tetapi hasil gotong royong yang terarah. Sebelum ada intervensi, jalan tanah yang berlumpur menghambat perjalanan anak ke sekolah dan pengangkutan hasil bumi, terutama ketika hujan turun. Branch Office Head BRI Tasikmalaya, Bramastya Gadiansah, menegaskan bahwa pembangunan jalan beton dilakukan untuk mengatasi kendala akses di kawasan pegunungan yang selama ini menjadi tantangan harian warga. Perbaikan akses ini diharapkan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menunjang kegiatan ekonomi warga di wilayah tersebut.

Garut: Empat Wilayah, Satu Agenda Pemerataan Akses

Di Garut, program TJSL bank menyasar empat wilayah: Desa Cihikeu di Kecamatan Bungbulang, Desa Cinisti di Kecamatan Bayongbong, Kelurahan Sukagalih di Kecamatan Tarogong Kidul, dan Desa Dangdeur di Kecamatan Banyuresmi. Melalui program BRI Peduli TJSL, bank mendukung peningkatan infrastruktur permukiman dan fasilitas umum, termasuk pembangunan jalan beton dan penataan lingkungan. Sebelum perbaikan, banyak akses jalan masih berupa tanah yang licin, berlumpur, dan sulit dilalui saat musim hujan, sehingga menyulitkan warga bekerja, mengantar anak ke sekolah, dan menjalankan kegiatan ekonomi. Pembangunan jalan beton pedesaan ini diharapkan menjawab kebutuhan akan akses yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan mengurangi hambatan perjalanan warga yang bergantung pada jalan kampung untuk kegiatan produktif.

Dari Jalan ke Ekonomi: Mobilitas sebagai Modal Utama

Dampak paling terasa dari pembangunan daerah terpencil melalui jalan beton adalah lonjakan mobilitas ekonomi lokal. Dengan akses yang lebih baik, anak-anak memiliki jalur perjalanan yang lebih nyaman menuju sekolah, petani lebih mudah mengangkut hasil pertanian, dan pelaku usaha kecil terbantu dalam distribusi barang serta pemenuhan kebutuhan pelanggan. Perbaikan akses jalan di Tasikmalaya secara eksplisit ditujukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menunjang kegiatan ekonomi warga. Bagi warga perkampungan, jalan beton yang layak menjadi cerminan kemajuan dan harapan hidup yang lebih baik, karena membuka peluang pendidikan, pekerjaan, dan perdagangan yang sebelumnya tertahan oleh lumpur dan tanjakan licin. Di wilayah pegunungan, jalan bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi garis hidup yang menghubungkan permukiman, lahan pertanian, dan pusat aktivitas ekonomi.

CSR yang Relevan: Menyatu dengan Kebutuhan Lokal

Kekuatan utama program CSR infrastruktur ini bukan pada beton semata, melainkan pada cara ia disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Pembangunan infrastruktur tidak hanya soal ketersediaan sarana fisik; kualitas pengerjaan, kesesuaian dengan kebutuhan warga, dan pemeliharaan jangka panjang menjadi faktor penentu manfaat berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, bank bekerja sama dengan kelompok masyarakat setempat, sehingga program berjalan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan karakter penerima manfaat. Di Tasikmalaya, semangat gotong royong warga menjadi bagian penting dalam pembangunan dan perawatan fasilitas yang dibangun. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan yang efektif adalah yang menempatkan warga sebagai subjek, bukan objek. Jalan beton pedesaan yang lahir dari kolaborasi semacam ini berpeluang lebih besar bertahan, dirawat, dan terus menggerakkan ekonomi lokal jauh setelah plakat peresmian dilupakan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!