Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Retroid Pocket Duo: Nostalgia Dual-Screen Tanpa Kabel

Retroid Pocket Duo: Nostalgia Dual-Screen Tanpa Kabel
Minat|Gamer Mobile

Remake Modern Nintendo DS di Era Handheld Dual-Screen Gaming

Retroid Pocket Duo adalah konsol portabel retro berbasis Android dengan dua layar terintegrasi, dirancang sebagai remake modern dari konsep Nintendo DS yang menawarkan pengalaman handheld dual-screen gaming tanpa kabel tambahan, fokus pada emulasi multi-platform dan kenyamanan bermain bagi penggemar game retro yang menginginkan satu perangkat ringkas untuk menikmati katalog klasik lintas generasi. Retroid resmi memperkenalkan Pocket Duo lewat video teaser singkat, menegaskan ambisi mereka untuk masuk ke segmen handheld dual-screen yang sedang bangkit lagi di kalangan retro gaming enthusiasts. Lebih jauh, perusahaan tidak datang sendirian: mereka juga mengumumkan Pocket Duo Lite sebagai varian yang lebih terjangkau dan ringan secara spesifikasi, namun tetap mengusung dua layar dan sistem operasi Android. Langkah ini jelas bukan sekadar ikut tren, melainkan strategi agresif untuk mengisi celah antara perangkat entry-level dan premium di kategori konsol portabel retro layar ganda.

Desain Tanpa Kabel: Jawaban untuk Kelemahan Aksesori Dual-Screen Lama

Retroid sebelumnya pernah menyentuh konsep dua layar lewat Dual Screen Add-on yang menempel ke handheld lain dengan layar AMOLED 5,5 inci. Secara fungsi, solusi itu menarik, tetapi karakter “aksesori” membuat pengalaman bermain terasa tambal sulam: masih ada kabel, klip, dan tambahan fisik yang mengganggu estetika serta portabilitas. Pocket Duo memutus rantai itu. Teaser menunjukkan desain tanpa kabel dan tanpa klip, dua layar menyatu dalam satu bodi yang jauh lebih modern dan rapi. Untuk penggemar Nintendo DS emulator, keputusan desain ini krusial: tidak ada lagi dongle dan adaptor yang menambah risiko rusak, perangkat menjadi satu paket utuh yang siap dimasukkan tas dan digunakan kapan saja. Dalam konteks kompetisi, inilah kartu kuat Retroid dibanding pesaing dual-screen lain yang masih mengandalkan pendekatan lebih dekat ke modifikasi daripada konsol portabel retro yang dirancang dari nol.

Pocket Duo vs Duo Lite: Memilih Tenaga atau Efisiensi

Retroid tidak memaksakan satu profil pengguna untuk semua; Pocket Duo dan Pocket Duo Lite dibedakan jelas lewat spesifikasi. Duo Lite memakai layar utama 5,5 inci TFT 1080p 60Hz dan layar sekunder 4,2 inci TFT 1280×960 60Hz, dengan prosesor Qualcomm QCS6125, RAM hingga 6GB, penyimpanan hingga 128GB, pendinginan aktif, baterai 6000mAh, serta Android 15. Ini cukup realistis untuk emulasi Nintendo DS dan banyak sistem retro lain, tanpa mengejar performa berlebihan. Pocket Duo reguler justru bermain di liga yang lebih tinggi: dua layar OLED (5,5 inci dan 4,5 inci) beresolusi sama tetapi sanggup 120Hz, prosesor Qualcomm Q-7790 4nm dengan konfigurasi CPU lebih kencang, RAM 8GB, penyimpanan 128GB, Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.4, Android 16, dan output DisplayPort 4K 60Hz via USB-C. "Pocket Duo membawa dua layar OLED 120Hz dalam bodi sekitar 350 gram, sesuatu yang belum menjadi standar di handheld dual-screen gaming lain."

SpecPocket Duo LitePocket Duo
Berat372g (±2g)350g (±2g)
Layar Utama5,5" TFT 1080p 60Hz5,5" OLED 1080p 120Hz
Layar Sekunder4,2" TFT 1280×960 60Hz4,5" OLED 1280×960 120Hz
RAM & Penyimpanan4/6GB + 64/128GB8GB + 128GB
OSAndroid 15Android 16

Pesaing Langsung Ayn Thor dan Kebangkitan Konsol Portabel Retro Dual-Screen

Pasar handheld dual-screen mengalami kebangkitan nyata; produsen seperti Anbernic, Ayaneo, dan Ayn sudah lebih dulu merilis produk di kategori ini. Pocket Duo secara terang diarahkan menjadi pesaing langsung Ayn Thor di segmen yang sama. Ayn Thor bermain dengan nostalgia Game Boy, Anbernic RG DS menawarkan harga lebih ramah, sementara Ayaneo Pocket DS menargetkan segmen premium. Di tengah spektrum itu, Retroid berusaha mengisi celah: pengalaman panjang di handheld retro, dukungan emulasi yang matang, plus reputasi merilis perangkat berkualitas dengan harga kompetitif. Untuk penggemar retro gaming, ini kabar baik. Semakin banyak konsol portabel retro layar ganda berarti lebih banyak opsi form factor, kualitas layar, dan kekuatan hardware untuk Nintendo DS emulator maupun sistem lain. Konsumen yang selama ini menunggu alternatif dari Ayn Thor atau mencari harga lebih waras dibanding Ayaneo Pocket DS akhirnya memiliki kandidat baru yang patut diperhitungkan.

Emulator Multi-Platform dan Jadwal Pre-order: Siapa Harus Tertarik?

Retroid membawa pengalaman dari produk sebelumnya seperti Pocket Nova yang menggunakan chipset sekelas Qualcomm QCS8550, sanggup menangani emulasi Nintendo DS, 3DS, hingga beberapa judul Nintendo Switch. Dengan pendekatan yang sama, Pocket Duo dan Duo Lite jelas ditujukan untuk penggemar retro gaming yang ingin satu mesin Android dengan kompatibilitas emulator multi-platform, bukan hanya Nintendo DS emulator. Pre-order global dimulai pada 12 September, dengan jadwal berbeda untuk luar Tiongkok dan Tiongkok sendiri. Duo Lite dikirim lebih dulu pada 17 September, sedangkan Pocket Duo menyusul pertengahan Oktober. Bagi pemain yang lebih peduli kenyamanan dua layar dan desain tanpa kabel, Duo Lite sudah cukup. Mereka yang mengejar refresh rate tinggi, potensi emulasi lebih berat, dan konektivitas modern harus menunggu Pocket Duo. Pada akhirnya, pertanyaan kuncinya sederhana: seberapa serius Anda dengan handheld dual-screen gaming, dan seberapa besar katalog retro yang ingin Anda bawa di kantong?

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!