Panggung Tanpa Cela di Tengah Stadion yang Penuh Catatan
Konser The Weeknd Jakarta dalam rangkaian After Hours Til Dawn Tour adalah pertunjukan musik dua malam di Jakarta International Stadium (JIS) yang memadukan tata panggung sinematik, energi vokal tanpa jeda selama dua jam, dan antusiasme ribuan penggemar dari berbagai daerah, namun kontras dengan beragam kendala akses, transportasi, dan masalah infrastruktur yang kembali menyorot kesiapan stadion berkapasitas 82.000 penonton itu. Kontras inilah yang menjadi inti pengalaman: begitu penonton duduk di kursinya, mereka disuguhi salah satu produksi konser paling megah yang pernah mampir ke JIS. Namun sebelum dan sesudah lampu panggung menyala, banyak orang harus berjuang melewati alur akses Jakarta International Stadium yang jauh dari ideal. Pertanyaannya: apakah kita akan terus puas dengan pertunjukan spektakuler yang dibungkus logistik setengah matang?
The Weeknd Membakar Malam: Dua Jam Tanpa Jeda, Visual Sinematik
Dari sisi artistik, konser The Weeknd di JIS adalah kemenangan telak panggung atas semua kekacauan di luar stadion. Penampilan Abel Tesfaye pada hari kedua After Hours Til Dawn Tour digambarkan sukses memukau ribuan penonton dengan produksi skala besar dan eksekusi nyaris tanpa cela. Cinta, penggemar asal Surabaya, menyebut, “Konsernya dua jam tanpa jeda, benar-benar memuaskan,” menegaskan bagaimana intensitas pertunjukan tidak pernah turun sejak awal sampai akhir. Malitha dari Yogyakarta menilai tata visual dan pencahayaan sinematik yang memanjakan mata, sementara Mahira dari Cakung menyebut tata panggungnya sebagai sesuatu yang jarang ditemui di konser musisi internasional lain. Deretan lagu seperti Die For You, Moth To A Flame, Less Than Zero, hingga Starboy membuat pengalaman penonton JIS terasa seperti film hidup, lengkap dengan momen manis ketika The Weeknd turun dari panggung, menyusuri penonton, dan memeluk penggemar yang bernyanyi Out of Time di depan ribuan orang.
Akses Jakarta International Stadium: Antrean, Shuttle, dan Jalur Pedestrian
Masalah dimulai jauh sebelum intro lagu pertama terdengar. Arena pelataran JIS di sisi Southgate dan Westgate sudah padat sejak Sabtu sore ketika ribuan penonton dari berbagai daerah memadati area tersebut untuk konser The Weeknd Asia After Hours Til Dawn Tour. Penyelenggara menerapkan sistem pintu masuk bertahap: Southgate dibuka khusus untuk pemegang Early Entry Package sekitar pukul 16.00, sementara kategori All Categories dan festival reguler diminta menunggu di luar hingga gerbang pemeriksaan dibuka penuh. Secara teori, ini tampak terstruktur. Ada lokasi penukaran e-ticket menjadi wristband di ITF Sunter untuk mempercepat verifikasi saat security check-in, layanan shuttle bus terintegrasi dari stasiun terdekat ke Jalan Sunter Permai Raya, pengalihan kendaraan pribadi ke kantong parkir Ancol, dan jalur pedestrian yang menghubungkan area drop-off ke Pelataran Barat JIS. Namun, ketika ribuan orang datang hampir bersamaan, teori rapi di atas kertas berubah menjadi kenyataan berupa antrean panjang dan kepadatan pejalan kaki yang membuat akses Jakarta International Stadium kembali disorot.
Transportasi Pulang, Layar Mati, dan Masalah Infrastruktur Konser
Begitu konser usai, kegembiraan dua jam tanpa jeda harus berhadapan dengan realitas logistik. Mahira menyoroti kepadatan arus penonton saat keluar dari JIS menuju titik penjemputan transportasi, menggambarkan betapa rapuhnya skema pergerakan pasca-acara untuk stadion berkapasitas sekitar 82.000 penonton. Malitha menilai promotor dan pemangku kepentingan perlu menyiapkan integrasi transportasi umum yang lebih mudah dijangkau, karena untuk konser berskala ini, sistem shuttle dan jalur pedestrian saja tidak cukup. Di atas itu semua, muncul pula masalah infrastruktur konser berupa padamnya layar raksasa panggung di tengah pertunjukan, sebuah kendala teknis yang langsung memutus pengalaman visual penonton dan menambah panjang daftar masalah infrastruktur konser yang sudah diisi isu akses transportasi. Fakta bahwa konser The Weeknd di Jakarta berlangsung dua hari pada 26 dan 27 September 2026, sebagai bagian rangkaian tur Asia, semestinya menjadi momentum pembelajaran bahwa standar teknis dan aksesibilitas kita harus mengejar kualitas panggung yang sudah kelas dunia.
Penonton Tetap Puas, Tapi Sabar Mereka Ada Batas
Meski menghadapi kesulitan logistik dan transportasi, mayoritas pengalaman penonton JIS tetap condong ke rasa puas terhadap performa sang artis. Cinta mengaku “senang dan puas banget” setelah terbang seorang diri dari Surabaya untuk dua malam konser, sementara Malitha dan Mahira sepakat bahwa tata cahaya, konsep panggung, dan energi pertunjukan memanjakan penggemar sepanjang malam. Rangkaian After Hours Til Dawn Tour di Jakarta selama dua hari pada 26 dan 27 September 2026 jelas membuktikan bahwa pasar penonton siap untuk konser berskala raksasa. Namun kepuasan ini datang meski penonton harus menerima integrasi transportasi umum yang belum matang, kepadatan akses keluar stadion, dan layar raksasa yang mendadak padam. Kesimpulannya, untuk konser The Weeknd Jakarta, artis dan produksi panggung sudah selangkah di depan, tetapi pengalaman penonton JIS masih tertahan oleh infrastruktur yang tertinggal. Jika promotor dan pengelola stadion tidak berani membenahi akar masalah, suatu saat nanti, kesabaran penonton yang sekarang rela memaklumi bisa berubah menjadi penolakan untuk datang kembali.






