Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Simbol Kontroversial di MV Fallen Angel Jennie: Satanic, Illuminati, atau Metafora?

Simbol Kontroversial di MV Fallen Angel Jennie: Satanic, Illuminati, atau Metafora?
Minat|Penyanyi/Band Pop

Apa yang Terjadi di MV Fallen Angel Jennie dan Mengapa Jadi Polemik

Kontroversi MV Fallen Angel Jennie adalah perdebatan publik tentang simbol visual bernuansa gelap yang oleh sebagian netizen ditafsirkan sebagai simbol satanic dan teori Illuminati K-pop, sementara pihak lain melihatnya sebagai metafora artistik tentang konflik batin, kejatuhan, dan sisi gelap manusia dalam sebuah karya musik populer. Video musik terbaru Jennie BLACKPINK untuk lagu Fallen Angel menjadi sorotan setelah dirilis bersamaan dengan EP bertajuk sama pada 28 Agustus waktu KST, yang memuat tiga lagu: Fallen Angel, Heaven, dan Less Than A Lover. Sejak penayangan awal, MV Fallen Angel Jennie langsung ramai diperbincangkan karena visualnya yang dreamy, unik, penuh simbol, namun bernuansa sangat gelap. Alih-alih hanya membahas musik, diskusi netizen bergeser ke makna simbol-simbol visual yang dinilai menyentuh isu keagamaan, satanic, dan Illuminati.

Simbol Satanic dalam Musik? Membaca Ulang Adegan Anak-anak dan Ritual

Pusat kontroversi video klip Fallen Angel bukan sekadar judulnya, tetapi adegan menjelang akhir yang menampilkan sekelompok anak memakai pakaian putih dengan penutup kepala merah, wajah tertutup, berjalan menuju rumah yang sedang terbakar. Setelah pintu terbuka, terlihat seorang anak perempuan duduk dekat Jennie di tengah semak berduri, lalu kamera memperlihatkan versi lain Jennie berdiri di tengah anak-anak yang masing-masing membawa lilin menyala. Kombinasi rumah terbakar, lilin, anak-anak berkerudung merah, dan tema malaikat jatuh membuat sebagian netizen menilai ada simbol satanic musik dan citra ritual gelap yang mengganggu. Di sini problemnya: visual gelap otomatis dibaca sebagai “ritual”, seolah setiap estetika horor pasti berkaitan dengan satanisme. Padahal, sumber yang sama menegaskan bahwa tuduhan satanis ini hanyalah interpretasi penonton, bukan bukti niat Jennie atau timnya.

Teori Illuminati K-pop: Mata Satu, Fallen Angel, dan Mahkota Duri

Teori Illuminati K-pop kembali berulang lewat MV Fallen Angel Jennie. Beberapa pengguna media sosial menyoroti simbol mata satu yang dikaitkan dengan Illuminati dan Freemasonry. Selain itu, tema malaikat jatuh sendiri sering dihubungkan dengan pemberontakan atau kejatuhan sosok malaikat dalam budaya populer, sehingga bagi sebagian penonton langsung terasa gelap dan negatif. Ada pula visual yang dianggap mirip crown of thorns atau mahkota duri, yang memicu sensitivitas karena mengingatkan pada simbol religius penting. Di titik ini, dua hal perlu ditegaskan. Pertama, penggunaan istilah fallen angel dan simbol-simbol religius dalam seni tidak otomatis membuktikan keterlibatan dengan satanisme atau kelompok rahasia; istilah ini kerap dipakai sebagai metafora perubahan dan konflik batin. Kedua, satu simbol mata atau mahkota duri dalam video musik bukan bukti keterlibatan organisasi apa pun, melainkan bagian dari bahasa visual yang sengaja dibuat menggugah.

Pro-Kontra Netizen: Antara Karya Seni Metaforis dan Konten Mengganggu

MV Fallen Angel Jennie memicu pro dan kontra yang tajam di kalangan penggemar dan netizen. Sebagian penonton menganggap visualnya sinematik, kuat, dan sesuai nuansa lagu, membaca setiap elemen sebagai metafora tentang luka, kejatuhan, dan rekonsiliasi diri. Di sisi lain, banyak yang merasa visual terlalu gelap, terutama karena melibatkan anak-anak dalam adegan yang bisa diasosiasikan dengan tema ritualistik. Seorang penonton beragama Katolik yang mengaku bergidik menyebut adanya “terlalu banyak simbol & tanda” yang sulit dianggap sekadar art, termasuk mata satu, crown of thorns, dan narasi tentang human greed yang seolah menggambarkan “menjual jiwa”. Konteks ini menjelaskan mengapa kontroversi video klip meluas: bukan hanya soal simbol satanic musik, tetapi juga sensitivitas keagamaan dan batas antara kebebasan artistik dan rasa tidak nyaman publik.

Kesimpulan: Di Antara Kebebasan Artistik dan Kewaspadaan Simbolik

MV Fallen Angel Jennie menunjukkan bagaimana satu video musik dapat berubah menjadi medan tafsir: dari karya sinematik metaforis hingga tuduhan satanic dan Illuminati. Fakta bahwa EP Fallen Angel berisi tiga lagu—Fallen Angel, Heaven, dan Less Than A Lover—menunjukkan benang merah tematik tentang naik-turun emosi dan moral, bukan semata propaganda ritual gelap. Namun, kehadiran simbol yang menyentuh wilayah religius dan penggunaan anak-anak dalam visual gelap jelas menuntut kepekaan. Pada akhirnya, dua hal bisa berjalan bersamaan: penonton berhak merasa terganggu, dan seniman berhak bereksperimen dengan metafora. Yang perlu dikritisi bukan hanya MV Fallen Angel Jennie, tetapi juga kecenderungan netizen memburu teori Illuminati K-pop setiap kali melihat mata satu dan api. Tanpa keseimbangan antara kritik dan pemahaman artistik, kita akan terjebak dalam panik moral yang berulang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!