Ragam Raso Kito: Lebih dari Sekadar Cooking Demo
Cooking demo event Ragam Raso Kito adalah sebuah acara kuliner interaktif di Ballroom ARYADUTA Palembang yang memadukan demo memasak, edukasi cita rasa lokal, dan hiburan langsung, menghadirkan chef ternama dan ratusan peserta untuk belajar, mencoba, dan merayakan kuliner lokal nusantara secara bersama-sama dalam satu ruang yang hangat dan penuh interaksi.
Kekuatan utama Ragam Raso Kito bukan pada panggung megahnya, melainkan pada cara acara ini mengubah belajar memasak menjadi pengalaman sosial. Pada Minggu, 9 Agustus 2026, ballroom dipenuhi lebih dari 500 peserta dari Palembang, Lahat, Bengkulu, Belitar, dan kota lain yang datang dengan tujuan sama: merasakan langsung kuliner lokal nusantara dan pulang dengan ilmu baru. Angka ini bukan kebetulan, tetapi sinyal jelas bahwa publik mulai mencari event kuliner interaktif yang memberikan nilai lebih dibanding sekadar menonton resep di layar. Ragam Raso Kito menjawab kebutuhan itu dengan format yang dekat, menyentuh, dan terasa relevan bagi keluarga maupun pecinta masak.
Sapta Rasa dan Misi Mengangkat Kuliner Lokal Nusantara
Ragam Raso Kito berdiri di atas pondasi kampanye Sapta Rasa, sebuah inisiatif ARYADUTA Palembang yang fokus mengenalkan kekayaan kuliner lokal nusantara, terutama khas Palembang. Di sinilah event kuliner interaktif menunjukkan perannya: bukan hanya mengisi akhir pekan, tetapi menjadi kanal edukasi rasa. Salah satu momen paling kuat adalah sesi Nasi Minyak bersama Chef Taufiq dan Bunda Raya, Ketua ASPENKU, yang menempatkan hidangan tradisional ini di depan ratusan pasang mata dan lidah.
Alih-alih menjadikan kuliner lokal sebagai sekadar tema dekorasi, Ragam Raso Kito menempatkannya sebagai konten utama. Peserta tidak hanya mendengar cerita tentang Nasi Minyak, tetapi menyaksikan proses memasaknya, memahami bumbu, dan konteks budayanya. Komitmen ini ditegaskan lagi ketika pihak hotel menyebut bahwa mereka ingin memperkenalkan kuliner Palembang kepada masyarakat yang lebih luas melalui Sapta Rasa. Kutipan ini layak dicatat: “Melalui campaign Sapta Rasa, kami ingin memperkenalkan kekayaan kuliner Palembang, salah satunya melalui Nasi Minyak, kepada masyarakat yang lebih luas.”
Chef Nicky Tirta dan Resep Praktis yang Mendekatkan Dapur ke Panggung
Keputusan menghadirkan chef Nicky Tirta sebagai bintang utama cooking demo event ini terbukti strategis. Memasuki pertengahan acara, suasana ballroom memanas ketika MC Ari Cihuy menyambut kehadirannya. Di sinilah Ragam Raso Kito menunjukkan bahwa tokoh dengan kedekatan media dapat menjadi jembatan antara dapur profesional dan dapur rumah. Nicky tidak datang sebagai figur yang “tak tersentuh”, melainkan sebagai mentor ramah yang memandu peserta langkah demi langkah.
Dalam sesi cooking demo, chef Nicky Tirta mengajak peserta menyaksikan langsung proses pembuatan donat abon dan sponge cake, dua menu yang relatif mudah diaplikasikan di rumah namun tetap menarik untuk keluarga. Pendekatan resep praktis ini penting: kuliner lokal nusantara dan kreasi modern tidak disajikan sebagai sesuatu yang rumit, tetapi sesuatu yang bisa diulang di dapur sendiri. Ia juga memperpanjang pengalaman dengan bernyanyi, berfoto, dan membangun momen interaktif yang membuat peserta merasa terlibat, bukan sekadar penonton pasif. Dari sini tampak jelas bahwa chef terkenal yang komunikatif dapat mengubah demo memasak menjadi kelas hidup.
Interaksi, Doorprize, dan Goodie Bag: Edukasi yang Dibungkus Hiburan
Ragam Raso Kito menegaskan bahwa event kuliner interaktif yang efektif perlu memadukan edukasi dengan hiburan. Setelah sesi kuliner lokal dan demo bersama chef Nicky, acara berlanjut dengan doorprize bernilai total Rp25 juta yang didukung berbagai partner seperti brand bahan pangan, hotel, lembaga keuangan, produsen peralatan rumah, hingga penyedia kebutuhan bayi. Dukungan luas ini menunjukkan bahwa ekosistem bisnis mulai melihat nilai dari event yang menggabungkan rasa, edukasi, dan engagement.
Namun daya tarik utama bagi peserta bukan hanya hadiah. Sepanjang acara, interaksi intens antara chef, MC, dan peserta menumbuhkan rasa kebersamaan. Banyak yang menyebut pengalaman ini “worth it” karena mereka pulang dengan kombinasi hiburan, ilmu memasak, serta goodie bag berisi tepung terigu, tepung beras, dan minyak. Artinya, manfaat event tidak berhenti di ballroom: peserta dibekali bahan untuk mempraktikkan kembali ilmu yang baru saja dipelajari di rumah. Format seperti ini layak ditiru: hadiah tidak sekadar simbol promosi, tetapi alat untuk memperpanjang proses belajar.
Kolaborasi Hotel–Chef: Strategi Marketing yang Menjual Pengalaman
Di balik kemeriahan, Ragam Raso Kito adalah studi kasus tentang bagaimana kolaborasi hotel dan chef terkenal bisa menjadi strategi marketing yang efektif. ARYADUTA Palembang menyelenggarakan cooking demo bersama Nicky Tirta dan berhasil menarik lebih dari 500 peserta dari berbagai kota. Kehadiran sosok publik ini menambah daya tarik event, tetapi yang membuatnya berhasil adalah penyusunan pengalaman yang utuh: kampanye Sapta Rasa, kuliner lokal nusantara, aktivitas interaktif, hingga dukungan banyak partner.
Pihak hotel menyebut kesuksesan Ragam Raso Kito sebagai wujud komitmen menghadirkan event yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengangkat rasa dan budaya lokal. Pernyataan tersebut menggarisbawahi perubahan cara lembaga perhotelan memandang event kuliner: bukan lagi pelengkap, melainkan produk utama yang menjual pengalaman. Dengan format yang mempertemukan keluarga, komunitas, dan brand dalam satu ruang, Ragam Raso Kito menunjukkan arah baru untuk event kuliner interaktif—lebih berani beropini, lebih dekat dengan keseharian, dan lebih percaya pada kekuatan cita rasa lokal sebagai magnet utama.






