Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Festival Keuangan Jadi Momentum Emas bagi UMKM dan Generasi Muda

Festival Keuangan Jadi Momentum Emas bagi UMKM dan Generasi Muda
Minat|Asia Tenggara

Festival keuangan sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar pameran

Festival keuangan adalah rangkaian kegiatan publik yang mempertemukan industri jasa keuangan, pelaku UMKM, dan generasi muda dalam satu ruang interaktif untuk membuka akses modal UMKM, memperluas literasi keuangan, dan menguatkan inklusi keuangan lewat edukasi langsung, konsultasi, serta transaksi ekonomi lokal yang nyata. Di Makassar, Financial Expo (FinExpo) dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan digelar di atrium pusat perbelanjaan dan berlangsung tiga hari, 2–4 Oktober 2026, menghadirkan 28 booth industri jasa keuangan dari regulator hingga perbankan dan pasar modal. Ini bukan acara seremonial; ia adalah panggung tempat masyarakat bisa bertanya, membandingkan produk, dan mencari solusi pembiayaan yang selama ini terasa jauh. Kekuatan utamanya: membawa lembaga keuangan turun langsung ke lantai tempat UMKM dan anak muda beraktivitas.

Makassar: FIN Expo menghubungkan akses modal UMKM dengan inklusi keuangan

FinExpo di Makassar jelas dirancang sebagai penghubung antara angka-angka inklusi keuangan yang tinggi dan kebutuhan riil pelaku usaha kecil. Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan menggelar puncak Bulan Inklusi Keuangan lewat FIN Expo di Trans Studio Mall Makassar, menargetkan 25.000 pengunjung selama tiga hari sebagai upaya memperkecil kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan. "Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan 93,61 persen," kata Kepala OJK Sulselbar Mochammad Muchlasin. Artinya, banyak orang sudah memakai produk keuangan tanpa cukup memahami risiko dan manfaatnya. Dengan akses modal UMKM yang didorong lewat koordinasi perbankan dan lembaga pembiayaan, FIN Expo menjadi ruang negosiasi konkret bagi usaha mikro yang selama ini kesulitan masuk ekosistem formal.

Edukasi finansial sebagai fondasi akses modal yang sehat

Tanpa literasi keuangan yang memadai, akses modal UMKM bisa berubah menjadi jebakan utang yang melemahkan, bukan menguatkan. Di FinExpo, panitia menekankan peran edukasi dan konsultasi langsung sehingga masyarakat tidak sekadar tergoda promo produk, tetapi memahami kecocokan layanan dengan kemampuan mereka. Muchlasin menegaskan, perkembangan pesat sektor jasa keuangan harus diikuti peningkatan literasi keuangan masyarakat agar selisih antara orang yang tahu dan yang menggunakan produk keuangan tidak berujung masalah. Program literasi keuangan yang dijalankan OJK menyasar mahasiswa, aparatur sipil negara, kelompok perempuan, petani, pelaku UMKM, penyandang disabilitas, hingga aparat desa melalui tatap muka, media sosial, dan radio. Pendekatan ini penting: akses modal UMKM yang inklusif tidak bisa berdiri di atas kebingungan dan misinformasi, tetapi membutuhkan pemahaman yang cukup tentang bunga, risiko, dan perlindungan konsumen.

Lampung Financial Festival: literasi keuangan generasi muda dan panggung UMKM lokal

Lampung Financial Festival yang digelar oleh Lembaga Penjamin Simpanan menggarisbawahi satu hal: masa depan inklusi keuangan ditentukan oleh cara kita mendidik generasi muda hari ini. Festival edukatif dan interaktif ini menghadirkan tokoh-tokoh publik serta narasumber inspiratif untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan keuangan, investasi, kewirausahaan, dan tantangan ekonomi yang dihadapi generasi muda. Beragam pelaku industri keuangan membuka booth edukatif, dari perbankan, pasar modal, asuransi, hingga fintech, memberi pengalaman langsung agar anak muda mengenal produk dan layanan secara lebih dekat. Kehadiran pelaku UMKM lokal di festival ini menjadi simbol kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan potensi usaha daerah. Ketika literasi keuangan ditempatkan berdampingan dengan cerita usaha lokal, generasi muda belajar bahwa akses modal UMKM bukan konsep abstrak, tetapi bagian dari ekosistem ekonomi yang mereka bisa dukung dan masuki.

Dari festival keuangan ke gerakan inklusi berkelanjutan

Rangkaian festival keuangan di Makassar dan Lampung menunjukkan bahwa inklusi keuangan tidak cukup diukur dari seberapa banyak orang punya rekening atau pinjaman. Yang jauh lebih penting adalah kualitas pemahaman dan seberapa mudah pelaku UMKM mengakses modal yang tepat. Pemerintah provinsi, lewat dukungan wakil gubernur di Makassar, menegaskan pentingnya keterlibatan sektor keuangan dalam memperkuat akses permodalan bagi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Di sisi lain, LFF mengingatkan bahwa literasi keuangan generasi muda adalah investasi jangka panjang agar kesenjangan antara inklusi dan literasi tidak melebar. Festival keuangan 2026 seharusnya dibaca sebagai titik awal, bukan garis finish: jika sinergi OJK, LPS, industri jasa keuangan, dan pemerintah daerah berlanjut setelah panggung ditutup, maka akses modal UMKM dan literasi keuangan punya peluang besar menjadi norma baru, bukan sekadar tema acara tahunan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!