Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

PLN Tambah 30 MVA di GI Marisa, Sinyal Serius Perkuat Listrik Gorontalo

PLN Tambah 30 MVA di GI Marisa, Sinyal Serius Perkuat Listrik Gorontalo
Minat|Asia Tenggara

Penambahan 30 MVA di GI Marisa: Bukan Sekadar Trafo Baru

Penambahan kapasitas 30 MVA di Gardu Induk (GI) 150 kV Marisa adalah langkah strategis PLN untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan Gorontalo, mengurangi risiko gangguan akibat pembebanan tinggi, dan memastikan kebutuhan listrik masyarakat serta pelanggan industri di Kabupaten Pohuwato tetap terpenuhi dalam jangka menengah.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Utara mengoperasikan satu bay Transformator Tenaga 150/20 kV berkapasitas 30 MVA (Unit 2) di GI 150 kV Marisa pada Senin, 31 Agustus 2026. Keputusan ini bukan kebijakan rutin, melainkan respons atas fakta bahwa sejak 2011 GI Marisa hanya mengandalkan satu transformator untuk melayani kebutuhan listrik di Pohuwato dan sekitarnya. Pembebanan trafo lama bahkan sempat menembus 96,41 persen pada Oktober 2025, angka yang jelas tidak sehat bagi keandalan sistem. Dengan kapasitas tambahan 30 MVA, risiko “bertumpu pada satu titik lemah” mulai diurai dan ruang tumbuh bagi kapasitas listrik Gorontalo terbuka lebih lebar.

Mengapa Kapasitas Tambahan Jadi Mendesak Bagi Gorontalo

Jika melihat data pembebanan, penambahan kapasitas di GI Marisa hampir tidak bisa ditunda lagi. Seiring pertumbuhan kebutuhan listrik di Pohuwato dan sekitarnya, trafo eksisting terus tertekan sampai 96,41 persen pada Oktober 2025, sementara proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik mencapai sekitar 8 persen. Dalam bahasa awam, sistem sedang dipaksa bekerja di ambang batas, sehingga satu gangguan saja bisa berujung pada pemadaman luas. Di sinilah penambahan transformator 30 MVA menjadi “sabuk pengaman” baru bagi sistem.

Yang menarik, PLN tidak hanya memenuhi target, tetapi melampauinya. Transformator Unit 2 berhasil diberi tegangan dan dioperasikan sekitar 9 bulan lebih cepat dari target kontrak 20 Mei 2027. Kutipan yang layak digarisbawahi: "Transformator tersebut berhasil diberi tegangan dan dioperasikan sekitar 9 bulan lebih cepat dari target kontrak," ujar Manager Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Utara, Muhammad Arfah Aboe Kasim. Dengan beroperasinya trafo kedua, beban sistem di GI Marisa kini terbagi, memberi fleksibilitas operasi, menurunkan risiko gangguan, dan memperbaiki keandalan sistem kelistrikan yang menjadi tulang punggung pelayanan publik dan kegiatan ekonomi.

GI Marisa dan Jaringan Transmisi 150 kV: Fondasi Baru Sistem Regional

Penguatan kapasitas di GI Marisa tidak berdiri sendiri; ia adalah bagian dari desain besar infrastruktur PLN Sulawesi untuk membangun sistem yang lebih andal dan saling terhubung. Proyek GI 150 kV Marisa Extension 30 MVA sudah mencapai progres 100 persen dan trafo bay 30 MVA telah berhasil di-energize pada 31 Agustus 2026. Langkah ini dipadukan dengan pembangunan jaringan transmisi 150 kV berupa Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Marisa–Incomer 1 PHI Pelanggan PT BJA Marisa–Moutong, yang kini memasuki tahap persiapan pembangunan.

Kombinasi GI dan SUTT tersebut secara praktis akan memperkuat jalur transmisi daya, menurunkan kerentanan terhadap gangguan lokal, serta meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Gorontalo dan wilayah sekitarnya. Dalam audiensi dengan pemerintah daerah, PLN bahkan sudah membentangkan rencana lebih luas melalui jaringan SUTT 150 kV Molibagu–Gorontalo Baru/Bontopingge dan SUTT 150 kV Tutuyan–Molibagu yang masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2027. Ini menunjukkan bahwa penguatan GI Marisa adalah langkah awal dari rangkaian pengembangan jaringan transmisi 150 kV yang akan mengubah peta keandalan listrik di kawasan ini.

Sinergi PLN, Pemprov, dan Kejati: Politik Infrastruktur yang Tepat

Percepatan proyek ini tidak bisa dilepaskan dari koordinasi intensif lintas lembaga. General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyebut keberhasilan pengoperasian trafo kedua di GI Marisa sebagai hasil kolaborasi PLN dengan para pemangku kepentingan. Kolaborasi itu diterjemahkan dalam berbagai forum resmi, mulai dari audiensi dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, yang membahas perkembangan GI Marisa dan rencana pengembangan transmisi di provinsi tersebut, hingga kunjungan kerja PLN UIP Sulawesi ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk memperkuat komunikasi terkait proyek ketenagalistrikan.

Koordinasi dengan pemerintah daerah membantu menyelesaikan persoalan klasik seperti pengadaan lahan untuk SUTT Marisa–Moutong, sementara dukungan Kejati Gorontalo memberi kepastian hukum dan pengawalan terhadap pelaksanaan proyek. Pendekatan multi-stakeholder seperti ini patut diapresiasi karena mengakui bahwa infrastruktur PLN Sulawesi bukan sekadar urusan teknis, melainkan proyek sosial-ekonomi yang menyentuh hak dasar warga atas pasokan listrik yang andal. Tanpa dukungan politik dan hukum yang jelas, target percepatan sembilan bulan nyaris mustahil tercapai.

Dampak ke Warga dan Arah Jangka Panjang Sistem Listrik Gorontalo

Di level pengguna, dampak penambahan kapasitas ini terasa pada hal yang paling sederhana: lampu yang tetap menyala dan mesin usaha yang tidak sering berhenti mendadak. Dengan beban GI Marisa kini terbagi ke dua transformator, PLN memiliki ruang operasi lebih baik untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik, sekaligus fleksibilitas dalam melayani masyarakat dan pelanggan industri. Penguatan sistem kelistrikan di Pohuwato diharapkan mendukung kebutuhan listrik masyarakat, pelayanan publik, serta pertumbuhan usaha dan industri yang bergantung pada keandalan pasokan.

Ke depan, pengembangan jaringan transmisi 150 kV yang telah masuk RUPTL 2027 memberi sinyal bahwa PLN tidak berhenti pada satu gardu induk. Melalui koordinasi berkelanjutan dengan Kejati Gorontalo dan pemangku kepentingan lain, PLN UIP Sulawesi menunjukkan keseriusan mendukung kelancaran pembangunan proyek ketenagalistrikan di Gorontalo. Kesimpulannya, penambahan 30 MVA di gardu induk Marisa adalah tonggak penting: ia mengurangi risiko sistem bertumpu pada satu titik, membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi lokal, dan menegaskan bahwa keandalan sistem kelistrikan diperlakukan sebagai prioritas, bukan sekadar slogan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!