Peringatan yang Berarti Lebih dari Seremoni
HUT Pramuka ke-65 adalah peringatan perjalanan Gerakan Pramuka sekaligus kesempatan untuk menegaskan perannya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, dan mencintai tanah air. Di Pemangkat, Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi memimpin upacara peringatan di Halaman Kompi Senapan B Yonif 645/Gty pada Kamis, 22 Oktober 2026. Namun, nilai sebuah peringatan tidak diukur dari upacara saja. Pesan yang disampaikan perlu dibawa ke kehidupan sehari-hari oleh anggota Pramuka dan lingkungan yang mendukung mereka. Dengan menempatkan pembentukan karakter sebagai inti, peringatan ini memberi alasan yang lebih kuat bagi generasi muda untuk memaknai kegiatan Pramuka sebagai latihan tanggung jawab dan pengabdian, bukan sekadar agenda tahunan.
Upacara dan Perkemahan Menyatukan Anggota
Rangkaian kegiatan di Asrama Militer Kompi Senapan B Yonif 645/GTY, Pemangkat, berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026. Anggota Pramuka dari berbagai Kwartir Ranting se-Kabupaten Sambas mengikuti upacara dan perkemahan Pramuka. Kedatangan Heroaldi disambut drum band dan tarian selamat datang, sementara kegiatan juga mencakup penyerahan penghargaan kepada anggota yang dinilai berdedikasi. Usai upacara, Heroaldi meninjau tenda-tenda kontingen dan menyapa peserta di area bumi perkemahan. Perpaduan upacara, perkemahan, dan pertemuan langsung ini memberi ruang bagi anggota untuk belajar bersama sekaligus menunjukkan hasil pengabdian mereka. Yang paling penting, kebersamaan tersebut dapat menjadi tempat nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dipraktikkan, bukan hanya disebut dalam amanat.
Tri Satya dan Dasa Dharma sebagai Pegangan
Heroaldi, yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sambas, mengapresiasi perjalanan 65 tahun gerakan ini dan menekankan pentingnya menghayati Tri Satya serta Dasa Dharma sebagai pedoman hidup anggota. Ia menyebut pengabdian, karya, dan keteladanan Pramuka sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki rasa cinta tanah air. Penekanan itu tepat: karakter tidak terbentuk lewat slogan, melainkan lewat kebiasaan menepati janji, bekerja bersama, dan bertanggung jawab atas pilihan. Karena itu, upacara Pramuka sebaiknya menjadi titik awal untuk memperbarui komitmen, sementara latihan dan perkemahan memberi kesempatan untuk mengujinya dalam tindakan nyata. Nilai-nilai tersebut juga relevan saat generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Membawa Semangat Perkemahan ke Kehidupan Sehari-hari
Peringatan di Sambas menyoroti kontribusi Pramuka dalam memperkuat karakter generasi muda sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas. Sasaran itu tidak akan tercapai hanya dengan perayaan meriah atau penghargaan bagi anggota yang berdedikasi. Ukurannya adalah apakah nilai Tri Satya dan Dasa Dharma tetap hidup setelah peserta meninggalkan bumi perkemahan: dalam sikap disiplin, kepedulian kepada sesama, dan tanggung jawab terhadap tugas. Upacara dan perkemahan memberi pengalaman bersama; pembinaan yang berkelanjutan membuat pengalaman itu menjadi kebiasaan. HUT Pramuka ke-65 patut dikenang bukan semata karena rangkaian acaranya, melainkan karena ajakannya untuk terus membentuk anak muda yang berkarakter. Kesimpulannya jelas: semangat Pramuka harus dibuktikan melalui perilaku, setiap hari.






