Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Debut Solo Bima Ayman Modjo dan Bayang-Bayang Warisan Sheila on 7

Debut Solo Bima Ayman Modjo dan Bayang-Bayang Warisan Sheila on 7
Minat|Menyanyi

Debut Penyanyi Solo yang Lirih tapi Tegas

Debut penyanyi solo Bima Ayman Modjo dengan lagu Rindu yang Lirih adalah langkah pertama seorang putra musisi legendaris yang berusaha membangun identitas artistik sendiri, memadukan keresahan masa muda, latar belakang atlet, dan kedekatannya dengan musik pop modern menjadi satu pernyataan karier yang pelan namun tegas. Anak vokalis Sheila on 7, Akhdiyat Duta Modjo, ini resmi memulai debut dengan merilis single perdana berjudul Rindu yang Lirih yang dirilis di bawah label Embassy Records dan sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital mulai 23 Oktober 2026. Kehadiran Bima di dunia musik disebut sebagai langkah awalnya untuk membangun identitas sebagai musisi, bukan sekadar memperpanjang nama besar sang ayah.

Debut Solo Bima Ayman Modjo dan Bayang-Bayang Warisan Sheila on 7

Rindu yang Lirih: Pop Sintesis Keresahan Anak Muda

Rindu yang Lirih bukan hanya kartu nama, tetapi manifesto kecil tentang bagaimana generasi baru memaknai ketidaknyamanan. Lagu ini bernuansa pop dengan sedikit sentuhan synthesizer yang diharapkan memberi warna musik yang segar bagi pendengar. Di usia yang masih muda, Bima merangkum keresahan yang banyak dialami orang seusianya: belajar lebih realistis dan dewasa menghadapi situasi yang tidak nyaman, berusaha mencari solusi tanpa memaksakan keadaan, lalu memilih jalur yang lebih kondusif demi melangkah ke arah yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa lagu ini “bukan untuk jadi sedih” dan berharap pendengar justru mendapatkan tekad lebih setelah mendengarnya, sekaligus menikmati versi audio di platform digital dan video lirik resmi di kanal YouTube pribadinya.

Dari Lapangan ke Studio: Atlet yang Tak Bisa Lepas dari Musik

Yang membuat debut penyanyi solo Bima Ayman Modjo menarik adalah latar kesehariannya sebagai seorang atlet bulutangkis. Ia tidak bisa lagi menutupi hasrat untuk mengembangkan bakat di bidang lain, karena hampir setiap waktu dirinya tidak pernah lepas dari musik. Sebelum latihan hingga sebelum pertandingan, headset selalu menempel di telinganya; mendengarkan lagu dari musisi idolanya menjadi cara menjaga mood dan membangkitkan semangat, lalu ia ikut menyanyikannya untuk melepaskan beban yang ada. Perpaduan disiplin atlet dan kepekaan musisi ini terasa dalam cara ia menulis dan mempromosikan Rindu yang Lirih, termasuk ketika ia memperkenalkan lagu tersebut melalui akun Instagram pribadinya pada hari rilis 23 Oktober 2026.

Warisan Sheila on 7 dan Identitas Baru Bima

Nama belakang Modjo otomatis mengaitkan Bima dengan Sheila on 7, band yang sudah mengisi memori kolektif pendengar selama bertahun-tahun. Namun Rindu yang Lirih menunjukkan bahwa ia tidak sekadar menumpang nostalgia. Dengan memilih pop bernuansa sintetis, ia menempatkan diri di jalur yang lebih kontemporer, berbeda dari pola band sang ayah, sekaligus tetap akrab di telinga pendengar arus utama. Kehadiran Bima di dunia musik disebut sebagai langkah awal untuk membangun identitas sebagai musisi, sebuah proses panjang yang dimulai dari satu single yang jujur dan personal. Bagi pendengar, ini bukan hanya kesempatan mengenal sosok baru, tetapi juga menyaksikan bagaimana warisan Sheila on 7 bertransformasi menjadi suara generasi berikutnya yang lebih reflektif, digital, dan dekat dengan kegelisahan anak muda hari ini.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!