Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Nelayan ke Penjaga Penyu: Transformasi Pantai Biaung

Dari Nelayan ke Penjaga Penyu: Transformasi Pantai Biaung
Minat|Kura-kura

Pantai Biaung: Ketika Tradisi Menangkap Berubah Menjadi Menjaga

Konservasi penyu lekang di Pantai Biaung adalah gerakan warga pesisir yang mengubah kebiasaan nelayan dari sekadar mencari nafkah di laut menjadi penjaga satwa laut, dengan fokus pada perlindungan sarang, penetasan telur, dan pelepasan tukik pantai ke habitat alaminya sebagai bagian dari program konservasi laut yang terstruktur dan berkelanjutan. Di Desa Kesiman Kertalangu, Bali, kepedulian terhadap penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang rutin naik ke pantai untuk bertelur memicu perubahan cara pandang nelayan terhadap laut mereka sendiri. Laut tidak lagi hanya dipandang sebagai ruang eksploitasi, tetapi sebagai ekosistem yang harus dijaga agar tetap hidup. Sikap ini penting: tanpa perubahan di tingkat komunitas, konservasi hanya akan berhenti sebagai slogan, bukan praktik sehari-hari.

Dari Perahu ke Hatchery: Nelayan Menjadi Garda Penjaga Satwa

Yang paling menarik dari Pantai Biaung bukan angka ribuan tukik yang dilepasliarkan, melainkan siapa yang berdiri di baliknya: para nelayan penjaga satwa. "Awalnya kami adalah nelayan. Karena sering melihat penyu naik ke Pantai Biaung untuk bertelur, kami mulai ikut mengamankan telur-telurnya," ujar Ketua POKMASWAS Sari Segara Kesiman Kertalangu, I Made Bagus Mahayana. Dari kebiasaan mengamankan telur, mereka belajar memantau sarang, merelokasi telur berisiko ke tempat penetasan semi-alami, mengelola hatchery, hingga mencatat perkembangan telur sebelum pelepasan tukik pantai. Transformasi ini bukan sekadar tambahan aktivitas; ia menggeser identitas nelayan dari pengambil sumber daya menjadi pelestari satwa laut. Di sini terlihat bahwa konservasi penyu lekang paling kuat ketika dijalankan oleh orang yang hidup berdampingan dengan pantai setiap hari.

Dari Nelayan ke Penjaga Penyu: Transformasi Pantai Biaung

Ribuan Tukik dan Bukti Nyata Program Konservasi Laut Berbasis Warga

Konservasi yang baik harus punya hasil yang bisa dihitung, bukan hanya cerita. Di Pantai Biaung, hasil itu berbentuk ribuan tukik penyu lekang yang berhasil menetas dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya hingga 2026. Angka ini menunjukkan bahwa pelepasan tukik pantai bukan seremoni sesaat, melainkan bagian dari siklus kerja yang disiplin: pemantauan sarang, pemindahan telur, pengelolaan hatchery, pencatatan, dan pelepasan. Program konservasi laut yang dijalankan bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Sari Segara Kesiman Kertalangu memperkuat kapasitas 13 anggotanya agar mampu mengelola kegiatan konservasi secara lebih terorganisasi dan berkelanjutan. Ini penting, karena konservasi yang bergantung pada satu-dua tokoh akan rapuh; yang bertahan adalah model yang menumbuhkan kemampuan kolektif.

Peran Pertamina Patra Niaga: Kolaborasi, Bukan Sekadar CSR

Di banyak tempat, program konservasi berhenti di papan nama CSR. Di Pantai Biaung, dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Fuel Terminal (FT) Sanggaran justru menguatkan warga sebagai pelaku utama konservasi penyu lekang. Program Konservasi Penyu Berbasis Masyarakat mendampingi POKMASWAS Sari Segara Kesiman Kertalangu dalam pemantauan sarang, relokasi telur, pengelolaan hatchery, pencatatan perkembangan telur, hingga pelepasliaran tukik. Area Manager Communication, Relations & CSR Ahad Rahedi menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat adalah unsur penting dalam upaya perusahaan melestarikan keanekaragaman hayati melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Pendampingan ini juga mendorong pemanfaatan inovasi teknologi, edukasi, dan aktivitas ekonomi alternatif yang selaras dengan prinsip konservasi. Kolaborasi seperti ini layak dijadikan rujukan: perusahaan hadir sebagai mitra penyangga, bukan pengendali.

Pelajaran dari Biaung: Konservasi yang Tumbuh dari Akar Komunitas

Model kolaborasi di Pantai Biaung menunjukkan bahwa konservasi penyu lekang paling efektif ketika tumbuh dari kepedulian lokal lalu diperkuat oleh dukungan korporat. Warga yang dulu hanya menyaksikan penyu naik ke pantai kini memegang peran kunci sebagai nelayan penjaga satwa, dengan kapasitas teknis yang terus ditingkatkan. Program konservasi laut di sini tidak berhenti pada perlindungan penyu, tetapi membuka jalan bagi edukasi dan peluang ekonomi alternatif yang tetap menghormati ekosistem. Kesimpulannya tegas: jika ingin dampak positif yang berkelanjutan, konservasi harus memposisikan komunitas sebagai pemilik agenda, sementara perusahaan hadir sebagai pendamping jangka panjang. Pantai Biaung membuktikan bahwa ketika tradisi menangkap diubah menjadi tradisi menjaga, laut punya peluang lebih besar untuk tetap hidup.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!