Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tumis Udang Kecil Asam Jawa, Bumbu Sederhana Teman Nasi

Tumis Udang Kecil Asam Jawa, Bumbu Sederhana Teman Nasi
Minat|Memasak

Kalau lauk di meja belum ada, udang kecil bisa jadi penyelamat yang cepat dan rasanya tetap terasa. Saya lebih suka bumbunya ringan saja: bawang, cabai, lalu sedikit asam jawa supaya gurihnya tidak terasa berat. Sepiring nasi hangat pun sudah cukup jadi teman.

Kunci kecilnya ada pada udang yang ditiriskan dan waktu memasak yang tidak berlebihan. Udang berukuran kecil cepat matang, jadi lebih baik bumbu disiapkan dulu sebelum wajan menyala. Takaran di bawah ini cukup untuk sekitar 2–3 porsi.

Udang kecil segar, bumbu sederhana

Irisan cabai merah dan hijau serta bawang di atas talenan kayu sebelum menumis udang

Untuk 250 gram udang kecil, pilih ukuran yang cangkangnya tidak terlalu keras kalau ingin dimakan utuh. Bilas sebentar, buang kotoran yang terlihat di punggung udang berukuran agak besar, lalu tiriskan sampai tidak menetes. Kalau udangnya lebih besar atau kulitnya tebal, kupas sesuai selera. Saya tidak merendamnya lama karena air berlebih bisa membuat tumisan jadi berkuah dan bumbu sulit menempel.

Siapkan bahan berikut sebelum memasak:

  • 250 gram udang kecil segar, dibersihkan
  • 5 siung bawang merah dan 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 3 cabai merah keriting, iris; tambah 1–2 cabai rawit kalau suka pedas
  • 1 sendok teh asam jawa, larutkan dengan 2 sendok makan air hangat
  • 2 sendok makan minyak, ½ sendok teh garam, dan ½ sendok teh gula
  • ¼ sendok teh kaldu jamur, opsional

Takaran asam jawa ini sengaja dibuat ringan. Remas sampai larut lalu saring bijinya. Kalau ingin rasa asam yang lebih segar, tambahkan sedikit demi sedikit saat memasak, bukan sekaligus. Garam juga sebaiknya dimulai dari takaran di atas dulu karena udang sudah punya rasa gurih alami.

Tumis sampai air udang menyusut

Udang kecil bersama irisan cabai merah dan hijau sedang ditumis di wajan
  1. Panaskan minyak dengan api sedang. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum, lalu masukkan cabai. Jangan menunggu bawang sampai cokelat tua karena rasanya bisa pahit.
  2. Masukkan udang dan ratakan di wajan. Aduk sesekali sampai warnanya berubah dan cairan yang keluar mulai menyusut. Udang kecil biasanya cepat matang; mulai periksa setelah sekitar 2 menit dan lanjutkan sampai bagian dagingnya tidak lagi bening. Kalau wajan penuh dan udang menumpuk, bagi menjadi dua giliran agar panas lebih merata.
  3. Masukkan garam, gula, kaldu jamur bila dipakai, dan separuh air asam jawa. Aduk sebentar sampai bumbu melapisi udang. Cicipi, lalu tambahkan sisa air asam bila masih ingin lebih segar. Matikan api begitu udang matang dan bumbunya melekat, jangan terus ditumis sampai kering keras.

Bagian paling berguna dari urutan ini adalah menunggu cairan udang berkurang sebelum mengoreksi rasa. Kalau garam dan asam masuk saat wajan masih terlalu berair, rasa akhirnya bisa terasa encer. Bila tumisan justru cepat kering sebelum udang matang, tambahkan satu sendok makan air, kecilkan api, lalu masak sebentar lagi.

Untuk porsi 250 gram, wajan datar 24 cm memberi ruang supaya udang tidak menumpuk. Kalau sedang mencari wajan untuk tumisan sehari-hari, Maxim Frypan Valentino/Neostone punya pilihan diameter 24 cm di Shopee. Rentang harga antarmodel dan ukuran tercantum Rp95.995–Rp317.995, jadi periksa varian yang dipilih sebelum checkout. Permukaan anti-lengket juga memudahkan bumbu yang sedikit asam diaduk tanpa banyak minyak.

Sajikan hangat, lalu atur rasa akhir

Udang kecil berbumbu kecokelatan tersaji di piring putih dengan daun hijau

Saya paling suka menyajikannya saat bumbu masih sedikit lembap, bukan berkuah banyak. Rasa asam jawa membantu menyeimbangkan bawang dan cabai, sementara kuah tipisnya enak tersapu nasi. Pasangkan dengan sayur bening atau tumis sayur sederhana supaya satu porsi makan terasa lebih lengkap.

Kalau masak untuk anak atau anggota keluarga yang tidak kuat pedas, hilangkan cabai rawit dan gunakan cabai merah keriting saja. Kalau ingin rasa sedikit manis, tambahkan sejumput gula setelah mencicipi. Untuk versi lebih kering, biarkan cairan bumbu menyusut sebentar, tetapi angkat segera setelah udang matang agar teksturnya tidak alot. Jumlah asam juga bisa disesuaikan; lebih aman menambah sedikit demi sedikit daripada membuat seluruh tumisan terlalu masam.

Kalau tersisa, simpan dingin dan terpisah

Udang mentah dan tumisan matang jangan disimpan bercampur. Simpan bahan mentah pada suhu paling tinggi 4°C, sedangkan bahan beku sebaiknya berada pada −18°C atau lebih dingin. Untuk lauk yang sudah matang, pindahkan sisa ke wadah bersih dan simpan di kulkas setelah uap panasnya reda; jangan membiarkannya lama di meja. Panduan BPOM tentang suhu pangan menyebut rentang 4–60°C sebagai zona bahaya, makanan dingin disimpan pada ≤4°C, dan makanan matang yang dijaga panas berada pada ≥60°C. Untuk memasak, pedomannya menyarankan pangan mencapai 72–82°C.

Kalau memang sengaja memasak lebih banyak, bagi menjadi porsi kecil agar cepat dingin dan mudah dihangatkan lagi. Tumisan ini paling nikmat saat baru matang, tapi bumbu bawang dan asamnya juga membuat lauk sederhana terasa punya karakter tanpa perlu saus macam-macam.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!