Apa Itu Chery Tiggo V 3in1 dan Mengapa Debut GIIAS Penting
Chery Tiggo V 3in1 adalah SUV keluarga multifungsi dengan konsep transformable multi-functional family SUV yang mampu berubah antara format SUV, MPV tiga baris, dan double cab, menggabungkan fleksibilitas ruang, kenyamanan kabin, serta efisiensi powertrain untuk menjawab kebutuhan mobilitas urban yang beragam dan dinamis.
Tiggo V resmi hadir melalui ajang otomotif GIIAS 2026 sebagai debut pertamanya di luar pasar China, menjadikan pasar lokal sebagai tujuan perdana di luar Negeri Tirai Bambu. Ini bukan kebetulan; ini sinyal kuat bahwa Chery menganggap kawasan ini sebagai laboratorium utama untuk strategi SUV multifungsi. Budi Dharmawan Jantania menyebut, “Pengembangan mobil ini dimulai dari kebutuhan nyata konsumen”, dan itu terdengar seperti pernyataan yang ingin mematahkan anggapan bahwa SUV impor selalu lahir dari kebutuhan pasar lain. Debut di GIIAS 2026 Chery menjadikan Tiggo V bukan sekadar pameran teknologi, tapi kartu nama strategi ekspansi ASEAN yang sangat eksplisit.

Desain Tangguh, Lapang, dan Nyaman: Bukan Sekadar Gaya
Jika banyak SUV multifungsi Indonesia berhenti di level kosmetik, Tiggo V 3in1 mencoba mengubah permainan lewat dimensi dan detail desain yang serius. Posturnya kokoh dengan panjang 4.910 mm, lebar 1.921 mm, tinggi 1.790 mm, dan ground clearance 220 mm, proporsi yang memberi tampilan kuat sekaligus ruang kabin lega dan kemampuan menghadapi beragam kondisi jalan. Ini bukan SUV yang hanya nyaman di mal; angka ground clearance dan kemampuan melintasi air hingga 700 mm menunjukkan ambisi untuk menguasai jalan rusak dan genangan dalam satu paket.
Kenyamanan kabin juga tidak dibiarkan menjadi urusan belakangan. Air Flow Calibration System ditambah ventilasi AC pada baris ketiga dan pilar C dirancang untuk menyebar udara lebih merata di iklim tropis yang lembap. Layout kabin persegi (square cabin layout) memberi ruang lapang dengan konfigurasi kursi fleksibel: 2, 4, 5, hingga 7 penumpang, termasuk bed mode untuk perjalanan panjang atau rehat singkat. Ini menjadikan Tiggo V sebagai mobil keluarga yang tidak takut bermain di dua dunia: nyaman untuk harian, namun siap bepergian jauh dengan kabin yang bisa diatur ulang sesuai skenario.
Konsep 3-in-1: SUV, MPV, dan Double Cab dalam Satu Paket
Kekuatan utama Chery Tiggo V 3in1 ada pada filosofi transformable multi-functional family SUV yang dibangun berbasis scenario-driven product: mobil ini dirancang untuk berubah mengikuti skenario hidup penggunanya, bukan sebaliknya. Konsep 3-in-1 memungkinkan tiga peran: sebagai SUV untuk performa dan kapabilitas mobilitas harian, sebagai MPV dengan kabin tiga baris lapang untuk perjalanan keluarga, dan sebagai double cab untuk membawa perlengkapan outdoor atau kebutuhan produktivitas. Dalam konteks mobil fleksibel urban, kombinasi ini menjawab dilema klasik: satu mobil untuk segala urusan.
Yang menarik, perubahan ke format double cab bisa dilakukan mandiri atau lewat diler, menunjukkan bahwa fleksibilitas ini bukan gimmick pameran tapi fitur yang memang dipikirkan dari sisi purna jual. Di belakang, terdapat quick-release rear enclosure yang dapat dipasang saat mobil diisi tujuh penumpang, sementara dalam kondisi atap penuh bisa dipasangi roof tent, dan saat mode bak terbuka bisa membawa sepeda hingga koper. Split tailgate dengan daya tahan beban hingga 250 kg dapat digunakan sebagai area duduk atau penopang barang, menjadikan area belakang bukan sekadar bagasi, melainkan ruang aktivitas.
Teknologi Hybrid, V2L, dan Easy Turn: Efisiensi dan Praktikalitas Nyata
Di balik fleksibilitas bodi, Chery Tiggo V 3in1 membawa ambisi efisiensi lewat dua pilihan powertrain: Internal Combustion Engine (ICE) dan sistem hybrid Chery Super Hybrid (CSH), dengan daya jelajah hingga 1.030 km dan thermal efficiency mencapai 42,5 persen. Untuk pasar yang mulai peduli konsumsi BBM namun belum siap sepenuhnya beralih ke listrik murni, kombinasi ini terasa rasional. Sumber lain juga menyebutkan keyakinan bahwa Chery akan menyematkan mesin hybrid CSH, fitur V2L, dan sistem ADAS pada Tiggo V sebagai paket teknologi utama.
Secara praktis, fitur Vehicle-to-Load (V2L) berdaya 2,2 kW memberi akses listrik untuk berbagai perangkat selama perjalanan atau aktivitas luar ruang. Di kota padat dengan ruang manuver terbatas, fitur Easy Turn yang memanfaatkan pengereman roda belakang untuk mengurangi radius putar sekitar 0,5 meter membantu mobil ini lebih lincah di gang dan parkiran sempit. Suspensi disetel agar nyaman di jalan perkotaan tetapi tetap stabil ketika melewati jalan kurang rata. Untuk keamanan, struktur bodi menggunakan 76 persen high-strength steel dan aluminium pada area penting, dipadukan dengan ADAS seperti Automatic Parking Assist, Autonomous Emergency Braking, Forward Collision Warning, dan Remote Parking Assist. Kombinasi ini menjadikan Tiggo V bukan sekadar SUV multifungsi Indonesia, tetapi paket lengkap yang menggabungkan teknologi keselamatan dan kepraktisan.
Strategi Ekspansi dan Implikasi bagi Pasar SUV Multifungsi
Keputusan menjadikan pasar lokal sebagai tujuan pertama Tiggo V di luar China adalah pernyataan strategis: pasar ini dilihat sebagai tolok ukur penerimaan SUV multifungsi yang fleksibel. Dengan GIIAS 2026 Chery menempatkan Tiggo V sebagai ujung tombak, sambil menampilkan teknologi lain seperti powertrain J6T CSH di ajang yang sama. Bagi pasar, ini berarti batas antara SUV, MPV, dan double cab akan semakin kabur, dan konsumen akan mulai mempertanyakan mengapa mereka harus membeli dua mobil jika satu kendaraan bisa bertransformasi sesuai kebutuhan.
Namun, fleksibilitas ini datang dengan tantangan: edukasi pengguna soal konfigurasi, kesiapan jaringan diler untuk mendukung transformasi double cab, dan bagaimana harga akhir akan dipersepsikan dibanding SUV dan MPV konvensional. Tetap saja, dengan kombinasi desain tangguh, kabin lapang, kenyamanan iklim tropis, efisiensi hybrid, serta fitur seperti Easy Turn dan V2L, Chery Tiggo V 3in1 menandai perubahan cara kita memaknai mobil fleksibel urban. Jika kompetitor tidak segera menanggapi, kategori SUV multifungsi Indonesia bisa menjadi panggung baru di mana Tiggo V berdiri sebagai rujukan, bukan pengecualian.






