Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bagaimana Polri Menggunakan Seni dan Musik untuk Memulihkan Trauma Anak Korban Bencana

Bagaimana Polri Menggunakan Seni dan Musik untuk Memulihkan Trauma Anak Korban Bencana
Minat|Kesehatan Mental

Trauma Healing Gempa Bumi: Saat Musik Menjadi Penopang Pemulihan Mental

Trauma healing gempa bumi adalah serangkaian kegiatan pendampingan psikologis bencana yang dirancang untuk membantu pemulihan mental anak korban dan orang dewasa, melalui dukungan emosional, edukasi, serta aktivitas kreatif seperti terapi musik trauma, bermain, dan relaksasi yang bertujuan mengurangi stres, mengembalikan rasa aman, dan menormalkan kembali perilaku sehari-hari. Pendekatan ini bukan pelengkap, melainkan bagian inti dari penanganan pascabencana yang terlalu sering diabaikan. Polri mengambil posisi tegas: memulihkan jiwa sama pentingnya dengan menyelamatkan raga. Di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, personel Satgas SAR Korps Brimob menggelar trauma healing bagi anak-anak terdampak gempa bumi pada Minggu 23 Agustus 2026. Sebanyak 10 personel dikerahkan untuk mengisi hari-hari di pengungsian dengan kegiatan edukatif dan motivatif, mengganti suara reruntuhan dengan tawa dan lagu anak-anak.

Bagaimana Polri Menggunakan Seni dan Musik untuk Memulihkan Trauma Anak Korban Bencana

Nyanyian di Nagekeo: Terapi Musik Trauma yang Mengembalikan Rasa Aman

Jika selama ini trauma healing gempa bumi identik dengan sesi konseling formal, program psikologi Polri di Kabupaten Nagekeo memilih jalur yang lebih dekat dengan dunia anak: bernyanyi bersama. Di posko pengungsian, suasana yang semula tegang berubah menjadi ruang penuh suara nyanyian dan tawa anak-anak; aktivitas sederhana ini menjadi bagian dari pendampingan psikologis bencana yang dilakukan tim Psikologi Mabes Polri bersama Polres setempat. Di sini, terapi musik trauma bukan slogan, melainkan praktik konkret. AKP Juan Arturo Draja menjelaskan bahwa menyanyi dipilih karena mampu menciptakan suasana santai, memberi ruang ekspresi, dan mengalihkan perhatian dari pengalaman menakutkan. "Melalui nyanyian, anak-anak bisa melupakan sejenak rasa takutnya. Mereka bisa tertawa, berinteraksi, dan merasa lebih tenang," ujarnya. Pendekatan ini dikemas lewat permainan, nyanyian, edukasi, dan interaksi kelompok yang disesuaikan usia agar anak tidak merasa sedang "diobati", tetapi diajak kembali merasa normal.

Bagaimana Polri Menggunakan Seni dan Musik untuk Memulihkan Trauma Anak Korban Bencana

Demulaka-Ende dan Manggarai: Pendekatan Humanis yang Menyatu dengan Protokol Bencana

Polri menunjukkan bahwa pendampingan psikologis bencana bisa diintegrasikan rapi ke dalam protokol penanganan darurat, bukan sekadar inisiatif sporadis. Di Desa Demulaka, Kabupaten Ende, Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT menggelar trauma healing dan dukungan psikososial bagi warga terdampak gempa bumi. Untuk anak-anak, mereka menggunakan permainan menyenangkan dan teknik relaksasi agar rasa aman dan nyaman bisa pelan-pelan kembali. Di Manggarai, trauma healing di Barangkolong secara jelas menargetkan pemulihan mental anak korban: Polri ingin anak tetap bersemangat dan kembali merasa aman melalui suasana yang menyenangkan, edukasi, dan motivasi. Kegiatan-kegiatan ini bukan sekadar hiburan; tujuannya adalah membantu anak melewati masa sulit pascagempa, mengurangi ketegangan, dan membangun kembali kepercayaan diri mereka. Respon warga, terutama orang tua, yang menyambut positif dan melihat anak kembali tersenyum menjadi bukti dampak praktis di lapangan.

Bagaimana Polri Menggunakan Seni dan Musik untuk Memulihkan Trauma Anak Korban Bencana

Sinergi Bantuan Fisik dan Pemulihan Mental: Model Holistik yang Patut Diadopsi

Selama ini, penanganan bencana sering berhenti pada evakuasi, tenda, dan paket logistik. Polri sengaja menabrak batas sempit itu. Mereka menegaskan bahwa proses pemulihan pasca gempa bumi tidak hanya dilakukan melalui bantuan logistik dan pelayanan kesehatan; kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak, harus menjadi perhatian setara. Pendampingan psikologis ini melengkapi penanganan kebutuhan dasar: jika bantuan logistik memenuhi kebutuhan fisik, dukungan psikologis membantu masyarakat menghadapi rasa takut dan beradaptasi dengan kondisi pascabencana. Di Demulaka, Manggarai, dan Nagekeo, pola yang sama terlihat: bantuan fisik berjalan berdampingan dengan trauma healing gempa bumi melalui permainan, nyanyian, relaksasi, dan edukasi. Pendekatan humanis ini memperlakukan anak bukan sekadar angka korban, melainkan individu yang harus kembali stabil secara emosional agar perilaku dan rutinitas mereka bisa pulih. Ini seharusnya menjadi standar, bukan pengecualian.

Menuju Standar Baru: Polri dan Masa Depan Pendampingan Psikologis Bencana

Ada satu pesan yang terus berulang dari berbagai posko pengungsian: pemulihan mental anak korban tidak bisa instan dan tidak boleh berhenti ketika berita bencana mereda. Psikolog Mabes Polri menekankan bahwa pendampingan harus berkelanjutan karena anak masih harus beradaptasi dengan pengungsian, perubahan rutinitas, dan kemungkinan gempa susulan. Di sisi lain, pimpinan Satgas SAR Brimob di Manggarai menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dan memberikan pelayanan serta pendampingan kepada masyarakat terdampak. Polri juga memastikan pendampingan psikologis, khususnya bagi anak-anak, terus dilakukan sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana, bukan program sesaat. Jika konsisten, program psikologi Polri yang memadukan terapi musik trauma, permainan, dan relaksasi di Manggarai, Nagekeo, Ende, dan wilayah lain membentuk model nasional bagi penanganan bencana yang lebih manusiawi. Kesimpulannya jelas: protokol bencana masa depan harus selalu ikut memulihkan jiwa, bukan hanya memperbaiki puing.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!