Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Cuka Buah ke Keripik: UMKM Lokal Menembus Pasar Ekspor

Dari Cuka Buah ke Keripik: UMKM Lokal Menembus Pasar Ekspor
Minat|Memasak

UMKM ekspor makanan: bukan lagi wacana, tapi kenyataan baru

UMKM ekspor makanan adalah usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang pangan olahan yang mampu memenuhi standar mutu, keamanan, dan legalitas internasional, lalu memasarkan produknya ke luar negeri melalui jaringan distribusi fisik maupun kanal digital sehingga menghasilkan nilai tambah signifikan bagi pelaku usaha dan ekosistem pertanian sekitarnya. Di Kota Batu, transformasi ini bukan teori di atas kertas, melainkan praktik nyata yang mengubah krisis menjadi peluang. Dua contoh paling terang adalah bisnis cuka buah dari Desa Sidomulyo dan keripik buah ekspor Arjuna 999. Keduanya membuktikan bahwa ketika pemasaran online UMKM dipadukan dengan pembinaan berkelanjutan, pintu ekspor ke luar negeri terbuka lebih lebar daripada yang selama ini dibayangkan.

Cuka buah Sidomulyo: dari harga anjlok ke pesanan Malaysia

Kisah UMKM Petani Lemon Jaya seharusnya mengguncang cara kita memandang krisis panen. Saat harga lemon anjlok dan buah sulit terjual, Nizar Hilmi memilih mengolahnya menjadi cuka buah bermerek, bukan mengeluh di kebun. Keputusan itu mengubah limpahan panen menjadi bisnis cuka buah yang sanggup mengolah hingga 2 ton buah segar sekali produksi dan menghasilkan sekitar 1.000 liter cuka olahan. Yang lebih penting: seluruh promosi dan penjualan dilakukan lewat pemasaran online UMKM, tanpa mengandalkan pasar konvensional. "Untuk pemasaran kami fokus online. Alhamdulillah jangkauannya luas sampai luar negeri," ujar Nizar, setelah produknya menembus ekspor ke Malaysia. Ini bukan sekadar cerita sukses individu; ini bukti bahwa ekspor ke luar negeri bisa dimulai dari satu keputusan berani memanfaatkan teknologi.

Dari Cuka Buah ke Keripik: UMKM Lokal Menembus Pasar Ekspor

Arjuna 999: keripik buah ekspor lahir dari pembinaan panjang

Jika Petani Lemon Jaya menonjol lewat kekuatan digital, PT Arjuna Triple Nine menunjukkan sisi lain: pentingnya pembinaan jangka panjang yang konsisten. Perusahaan keripik buah dan sayur ini baru saja melepas ekspor 6 ton produk ke Singapura, sebuah lompatan dari skala usaha mikro menjadi kecil-menengah. Ekspor keripik buah ekspor senilai ratusan juta rupiah itu bukan muncul tiba-tiba, melainkan buah pendampingan sejak sebelum pusat layanan usaha berdiri, dengan naik-turun yang diakui dan disertai pemerintah lokal. Kepala dinas terkait menegaskan bahwa peningkatan kualitas UMKM kini menjadi indikator kinerja utama pemerintah kota, bukan sekadar urusan satu dinas. Artinya, ketika negara hadir bukan hanya lewat seremoni, tetapi lewat pembinaan teknis, pemenuhan sarana, dan dorongan naik kelas, UMKM ekspor makanan punya landasan yang jauh lebih kokoh.

Digital dan legalitas: dua tiket utama menuju pasar global

Dua cerita di atas mengarah pada kesimpulan yang sama: strategi pemasaran digital dan pembinaan berkelanjutan adalah tiket utama UMKM lokal untuk naik kelas. Petani Lemon Jaya mengandalkan pemasaran digital sepenuhnya sejak 2022, membuktikan bahwa kanal online mampu menjangkau konsumen hingga luar negeri. Di sisi lain, pemerintah kota menyiapkan pendampingan melalui pusat layanan usaha: penataan ruang produksi, perbaikan desain kemasan, sertifikasi halal, hingga izin BPOM untuk tiap varian rasa. Salah satu program yang tengah digarap adalah Mall UMKM, didahului pemetaan kondisi riil pelaku usaha dan intervensi peningkatan skala melalui sarana-prasarana serta program pendukung lain. Tanpa standar ekspor yang ketat, produk lokal tidak akan lolos; tanpa digital, ia tidak akan terlihat. UMKM yang mengabaikan salah satu dari dua hal ini sedang membatasi dirinya sendiri.

Dari desa ke pasar global: saatnya berhenti meremehkan UMKM

Yang paling menarik dari dua kisah ini bukan angka ekspornya, melainkan perubahan cara pandang. Cuka buah dari desa dan keripik sayur-buah yang dulu dianggap usaha kecil kini memenuhi standar ekspor dan membuka peluang bisnis baru, sekaligus mengangkat pendapatan pelaku UMKM. Pasca Covid-19, geliat ekspor mulai pulih dan semakin variatif, meski belum sepenuhnya normal. Ini justru momentum: ketika pasar global sedang menata ulang rantai pasok, produk makanan lokal yang terjamin kualitasnya punya kesempatan masuk. Kesimpulannya jelas: UMKM tidak kekurangan potensi, yang kurang adalah keberanian memanfaatkan digital, keseriusan mengejar legalitas, dan konsistensi pembinaan. Jika pemerintah daerah lain meniru pola Kota Batu dan pelaku usaha berani melangkah seperti Nizar dan Arjuna 999, ekspor ke luar negeri akan menjadi cerita sehari-hari, bukan berita langka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!