Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tanda Kerusakan Kulit Akibat Matahari yang Tak Boleh Diabaikan

Tanda Kerusakan Kulit Akibat Matahari yang Tak Boleh Diabaikan
Minat|Perawatan Kulit Berminyak

Kenali perubahan yang patut dicurigai

Kerusakan kulit akibat sinar matahari adalah perubahan pada kulit karena paparan ultraviolet berulang atau berlebihan, mulai dari perubahan warna dan tekstur hingga sunburn yang dapat melukai lapisan kulit. Tanda kerusakan kulit matahari yang perlu diperhatikan antara lain perubahan tahi lalat, bercak kehitaman yang tampak berbeda, serta kulit merah, panas, perih, atau melepuh. Menurut dr. Putri Oktriana, dokter spesialis kulit dan kelamin dari PERDOSKI Solo, perubahan bentuk, warna, ukuran, atau tekstur tahi lalat dan bercak sebaiknya tidak diabaikan. Penjelasan itu disampaikan dalam video edukasi yang tayang pada 23 Oktober 2026. Waspadai bentuk asimetris, tepi tidak beraturan, warna tidak merata, ukuran yang berubah, atau bercak yang terus berkembang. Ciri-ciri tersebut sejalan dengan metode ABCDE untuk mengenali tanda mencurigakan melanoma, tetapi bukan berarti setiap bercak seperti itu pasti kanker.

Bercak yang kecil pun layak diperiksa bila terus berubah. Jangan menunggu sampai terasa sakit: nyeri, luka yang mudah terjadi, atau perdarahan pada tahi lalat maupun bercak adalah alasan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Tanda Kerusakan Kulit Akibat Matahari yang Tak Boleh Diabaikan

Flek hitam dan sunburn bukan sekadar soal penampilan

Flek hitam dari sinar UV dapat muncul setelah paparan matahari jangka panjang dan membuat warna kulit tidak merata. Bintik seperti ini tidak otomatis berarti kanker, tetapi perubahan baru atau bercak yang makin jelas patut diperhatikan. Paparan berlebih juga dapat mempercepat penuaan kulit; dampaknya bahkan bisa tampak pada orang berusia 20-an yang sering beraktivitas di luar tanpa perlindungan memadai. Karena itu, anggapan bahwa kulit menggelap hanya perubahan kosmetik bisa membuat perlindungan tertunda.

Kulit yang menggelap setelah bersepeda atau berlari belum tentu menandakan kerusakan berat; melanin membantu melindungi kulit dari UV. Namun, kulit panas, kemerahan, nyeri saat disentuh, atau melepuh merupakan tanda sunburn. Sunburn dan bahayanya tidak boleh diremehkan karena kondisi ini dapat merusak lapisan kulit. Hentikan paparan matahari dan dinginkan kulit. Segera cari pertolongan medis jika lepuhan luas, nyeri berat, demam, atau tanda dehidrasi muncul.

Jadikan perlindungan UV kebiasaan harian

Pencegahan kerusakan kulit lebih efektif bila dilakukan sebelum kulit terbakar, bukan setelah muncul flek atau lepuhan. Penggunaan sunscreen rutin adalah langkah utama: pilih produk spektrum luas dengan SPF minimal 30, oleskan dalam jumlah cukup, dan ulangi setiap dua jam saat berada di luar ruangan. Oleskan kembali setelah berkeringat, berenang, atau mengeringkan kulit dengan handuk. Sunscreen tetap perlu menjadi kebiasaan saat cuaca mendung karena paparan UV masih dapat terjadi.

Lengkapi perlindungan dengan kacamata hitam, topi, jaket, atau masker sesuai kebutuhan. Pola hidup sehat juga mendukung perawatan kulit: pilih sumber karbohidrat kaya serat seperti gandum utuh, sayuran, dan buah-buahan. Namun, asupan antioksidan tidak menggantikan sunscreen ataupun perlindungan fisik dari matahari. Jika tahi lalat berubah, bercak berkembang, atau kulit mengalami sunburn berat, jangan menunda pemeriksaan. Konsistensi melindungi kulit dan kecepatan menanggapi perubahan adalah cara yang lebih bijak daripada menganggap paparan matahari sebagai risiko sepele.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!