Top Pick: Itel S26 Ultra, Layar AMOLED 144Hz Terbaik di Kelasnya
Ponsel AI murah Rp2 juta adalah smartphone kelas entry-level hingga menengah yang menawarkan fitur kecerdasan buatan seperti AI Eraser, AI Translate, dan ringkasan otomatis, sehingga pengguna bisa menikmati kemampuan mirip flagship untuk belajar, bekerja, dan hiburan tanpa harus membayar harga premium yang tinggi. Untuk kebanyakan orang, rekomendasi utama di kelas smartphone AI generatif terjangkau adalah Itel S26 Ultra. Perangkat ini menawarkan kombinasi layar, performa, dan fitur AI yang sulit ditandingi di segmen ponsel budget dengan AI. Salah satu alasan utama adalah layarnya: Itel S26 Ultra mengusung layar AMOLED lengkung 3D 6,78 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 144Hz. Kecerahan hingga 4.500 nits dan perlindungan Corning Gorilla Glass 7i membuatnya nyaman dipakai di luar ruangan dan lebih tahan goresan.
Menurut satu laporan, "Itel S26 Ultra menawarkan spesifikasi premium dengan harga sekitar Rp2,4 juta". Walau berada di atas batas Rp2 juta, ia tetap relevan sebagai acuan utama karena menunjukkan seberapa jauh teknologi AI generatif sudah turun ke segmen terjangkau. Chipset Unisoc T7300 fabrikasi 6nm dengan skor AnTuTu yang diklaim menembus 510 ribu poin, dipadukan RAM 8GB dan opsi penyimpanan 128GB atau 256GB, memberi tenaga cukup untuk multitasking dan pemrosesan AI harian. Di sisi kamera, lensa utama 50MP, tambahan 2MP, serta kamera depan 32MP siap mendukung foto, video call, dan konten media sosial dengan bantuan fitur AI seperti AI Eraser untuk menghapus objek mengganggu di foto.
| Spesifikasi Kunci | Itel S26 Ultra |
|---|---|
| Layar | AMOLED lengkung 3D 6,78 inci, 1,5K, 144Hz |
| Kecerahan & Proteksi | Hingga 4.500 nits, Corning Gorilla Glass 7i |
| Chipset | Unisoc T7300, 6nm |
| Skor AnTuTu | Klaim hingga 510.000 poin |
| RAM & Storage | 8GB, 128GB / 256GB |
| Kamera Belakang | 50MP + 2MP |
| Kamera Depan | 32MP |
| Fitur AI Utama | AI Eraser untuk menghapus objek foto |

Demokratisasi AI: Dari Flagship ke Ponsel Budget
Dulu, menikmati fitur kecerdasan buatan di smartphone hanya bisa dirasakan oleh pengguna HP flagship dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah, namun kondisi ini berubah drastis ketika berbagai produsen mulai menambahkan AI ke perangkat entry-level hingga menengah dengan harga jauh lebih terjangkau. Kini, teknologi yang sebelumnya hanya tersedia di kelas premium juga hadir di HP AI murah Rp2 juta dan bahkan di kisaran Rp1 jutaan. Artinya, pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantoran dengan anggaran terbatas dapat menikmati smartphone AI generatif terjangkau tanpa perlu menabung terlalu lama.
Fitur yang dahulu identik dengan flagship, seperti penghapus objek di foto, terjemahan real-time, hingga ringkasan catatan otomatis, sekarang bisa ditemukan di banyak HP Android AI harga terjangkau. Pengguna bisa menghapus objek mengganggu di foto untuk tugas sekolah atau konten media sosial, menerjemahkan materi bahasa asing, maupun merangkum catatan kuliah lebih cepat. Di kelas harga Rp2 jutaan, persaingan juga semakin sengit karena berbagai produsen menghadirkan ponsel dengan fitur AI generatif yang sebelumnya hanya tersedia pada perangkat kelas premium. Akibatnya, pembeli hemat punya lebih banyak pilihan ponsel budget dengan AI yang seimbang antara fitur pintar, kualitas layar, dan baterai.

Alternatif AI Murah: Infinix Hot 50i, Redmi 14C, dan TECNO Spark 30C
Jika Itel S26 Ultra terasa berada di luar batas harga pribadi, masih banyak HP Android AI harga terjangkau lain yang bisa dipertimbangkan. Salah satunya Infinix Hot 50i, yang menghadirkan Folax AI untuk membantu pencarian informasi, pengaturan jadwal, hingga pengoperasian perangkat dengan perintah suara, serta AI Camera yang meningkatkan kualitas hasil foto agar lebih tajam dan cerah. Dengan kisaran harga Rp1,4 juta hingga Rp1,7 juta, perangkat ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan asisten digital sederhana tanpa perlu mengeluarkan banyak uang.
Redmi 14C juga menarik untuk pengguna media sosial. Berkat AI Camera, ponsel ini mampu mengenali objek dan menyesuaikan warna, pencahayaan, serta detail gambar secara otomatis, sehingga foto terlihat lebih siap unggah tanpa edit panjang. Kisaran harga Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta membuatnya pas untuk pengguna hemat yang ingin kamera cerdas. Alternatif lain, TECNO Spark 30C membawa asisten virtual Ella AI yang dapat menjalankan perintah suara, mengatur pengingat, dan mencari informasi dengan cara praktis. Ketiga model ini menunjukkan bahwa smartphone AI generatif terjangkau sudah hadir luas di pasar, bukan hanya di satu merek tertentu.
Ponsel AI untuk Pelajar: Galaxy A16 AI Edition dan Lainnya
Untuk pelajar, fokus utama biasanya bukan sekadar gaming, tetapi kemampuan AI yang bisa membantu kegiatan belajar sehari-hari. Saat ini, beberapa smartphone budget sudah dibekali fitur AI generatif yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan sekolah, seperti merangkum materi pelajaran, menerjemahkan bahasa asing, memperbaiki tata bahasa, mencari ide presentasi, hingga mengedit foto untuk tugas multimedia. Fitur-fitur ini membuat proses belajar lebih praktis dan efisien dibandingkan cara manual. Salah satu contoh perangkat yang ditujukan untuk segmen ini adalah Samsung Galaxy A16 AI Edition, yang hadir sebagai smartphone terjangkau dengan dukungan fitur AI cukup lengkap untuk pelajar.
Judul lain menegaskan bahwa ada "7 smartphone budget yang sudah punya AI generatif untuk pelajar" dan semuanya dirancang untuk orang tua maupun pelajar yang membutuhkan perangkat canggih dengan harga ramah kantong. Di sisi lain, daftar HP Android AI murah terbaik juga menyasar pengguna yang ingin satu perangkat untuk sekolah, kuliah, bekerja, dan membuat konten media sosial. Kombinasi berbagai model ini menunjukkan bahwa teknologi AI generatif sudah sangat demokratis; dulu hanya ada di flagship, kini turun ke segmen mid-range dan bahkan ponsel berharga sekitar Rp1 jutaan.
Strategi Memilih: Seimbangkan AI, Layar, dan Baterai
Dengan makin banyaknya pilihan HP AI murah Rp2 juta, pembeli hemat perlu pendekatan yang lebih strategis. Beberapa ponsel menonjol di layar seperti Itel S26 Ultra dengan AMOLED lengkung 3D 6,78 inci 1,5K 144Hz, kecerahan 4.500 nits, dan Gorilla Glass 7i untuk pengalaman visual mulus saat game dan multimedia. Lainnya lebih fokus pada asisten virtual dan AI Camera seperti Infinix Hot 50i, Redmi 14C, atau TECNO Spark 30C, yang mengutamakan kemudahan foto dan asisten suara sehari-hari. Pembeli dapat memilih kombinasi yang paling sesuai: layar halus untuk konten dan game, AI generatif untuk produktivitas, atau kamera AI untuk media sosial.
Persaingan ponsel dengan fitur AI generatif di kelas harga terjangkau membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan yang tidak hanya unggul di spesifikasi, tetapi juga di kemampuan pintar untuk menunjang aktivitas dan kebutuhan fotografi. Berbagai produsen smartphone kini berlomba menghadirkan fitur AI pada perangkat entry-level hingga menengah, sehingga teknologi yang dulu eksklusif flagship kini terasa jauh lebih dekat dengan pengguna sehari-hari. Intinya, fokus pada tiga hal: fitur AI yang benar-benar dipakai (AI Eraser, penerjemah, ringkasan catatan), kualitas layar, dan ketahanan baterai, agar ponsel budget dengan AI yang dipilih memberi nilai terbaik tanpa menguras kantong.
- Buy the Itel S26 Ultra if kamu ingin layar AMOLED 144Hz 1,5K dengan perlindungan Gorilla Glass 7i dan performa tinggi untuk gaming serta AI harian.
- Skip the Itel S26 Ultra if anggaranmu ketat di bawah Rp2 juta dan kamu lebih mengutamakan harga serendah mungkin daripada layar premium.
- Buy the Infinix Hot 50i if kamu membutuhkan Folax AI untuk asisten suara dan AI Camera dengan kisaran harga Rp1,4 juta hingga Rp1,7 juta.








