Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dangdut Academy 8 Top 26: Rekap Lengkap Lolos dan Tersenggol

Dangdut Academy 8 Top 26: Rekap Lengkap Lolos dan Tersenggol
Minat|Menyanyi

Top 26 DA8: Panggung Seleksi Sebenarnya Dimulai

Dangdut Academy 8 Top 26 adalah babak kompetisi dangdut yang mempertemukan para academia terbaik dalam lima grup, dengan format penampilan grup dan solo, di mana setiap malam konser menentukan peserta yang lolos dan tersenggol sekaligus mengerucutkan persaingan menuju Top 21.

Babak ini bukan sekadar formalitas; di sinilah terasa bahwa label “akademia terbaik” mulai diuji habis-habisan. Hasil DA8 tadi malam dan malam-malam sebelumnya menunjukkan satu pola: kesalahan kecil langsung dibayar dengan pulang lebih cepat. Peserta tersenggol DA8 bukan lagi mereka yang jelek, melainkan mereka yang kalah konsisten. Penonton Indosiar konser dangdut pun mendapat tontonan yang lebih tajam emosinya: air mata, kejutan, dan standing ovation hadir bergantian.

Dari Grup 1 sampai Grup 5, tiap kursi kosong yang ditinggalkan peserta tersenggol membuat kursi lain terasa lebih mahal. Menjelang Top 21, setiap lagu menjadi taruhan nasib.

Grup 1–3: Ketika Babel, Bangkalan, dan Garut Harus Merelakan

Drama pertama di Dangdut Academy 8 Top 26 datang dari Grup 1. Bintang, wakil Kepulauan Bangka Belitung dari tim Selfi Yamma, menjadi academia pertama yang tersenggol dari persaingan Top 26 DA8. Fakta bahwa Bintang berasal dari daerah yang selama ini haus wakil di panggung nasional membuat eliminasi ini terasa pahit. Sementara itu, Alexa, Clara, Kira, dan Rangga dinyatakan lolos dan melanjutkan perjuangan.

Menurut satu laporan, “Bintang akhirnya diumumkan sebagai academia pertama yang tersenggol dari persaingan Top 26 DA8.” Untuk penonton Babel, ini jelas pukulan: harapan mereka dipaksa berhenti lebih cepat dari yang dibayangkan, meski sorotan kemudian beralih ke wakil Babel lain yang masih bertahan di grup berbeda.

Beranjak ke Grup 3, giliran Delira dari Garut yang harus mengakhiri mimpi. Dalam komposisi grup yang diisi Sahwan, Ikhwan, Murama, Cendi, dan Delira, nama terakhir tercatat sebagai peserta tersenggol DA8 dari wakil Garut. Hasil ini menegaskan bahwa mulai Top 26, reputasi daerah tidak bisa menyelamatkan siapa pun; hanya penampilan malam itu yang berbicara.

Dangdut Academy 8 Top 26: Rekap Lengkap Lolos dan Tersenggol

Grup 2: Ketajaman Azzio dan Zhifanna, Kejatuhan Kadhafy

Grup 2 menjadi salah satu panggung paling menarik di hasil DA8 tadi malam: semua peserta membuka konser dengan lagu “Sabda Cinta” dan kompak meraih tiga standing ovation. Ini situasi berbahaya, karena standar tinggi sejak awal membuat kesalahan sedikit saja di penampilan solo langsung tampak kontras.

Di penampilan solo, Azzio dari Deli Serdang tampil lebih tajam lewat “Gejolak Asmara” dan kembali meraih tiga SO, memastikan diri sebagai academia pertama yang mengamankan tiket ke babak berikutnya. Zhifanna dari Pesisir Selatan menyusul, meraih tiga SO melalui lagu “Derita” dan dinyatakan lolos langsung. Dua nama ini menegaskan bahwa kontrol emosi dan teknik matang adalah kunci selamat di Indosiar konser dangdut.

Sebaliknya, Rofia dengan “Trauma” hanya mengantongi satu SO, sementara Inayah dua SO. Keduanya harus menunggu nasib bersama Kadhafy asal Bangkalan, yang menutup malam dengan “Gala Gala” dan cuma meraih satu SO. Pada akhirnya, Kadhafy tersenggol di Top 26 Grup 2 DA8, membuat Bangkalan kehilangan wakilnya lebih cepat dari yang diharapkan. Ini pelajaran keras bahwa di babak ini, sedikit ketidakseimbangan antara teknik dan penghayatan bisa menghapus perjalanan panjang.

Dangdut Academy 8 Top 26: Rekap Lengkap Lolos dan Tersenggol

Grup 4 & 5: Persiapan Menuju Top 21 dan Fenomena Bhita Babel

Setelah guncangan di Grup 1–3, perhatian beralih ke Grup 4 dan 5. Grup 4 masih menyisakan tanda tanya untuk penonton karena baru tampil pada Kamis malam, 27 Agustus, dengan formasi Diva, Fitri, Danil, Tazir, dan Idoy yang dinilai langsung oleh Soimah, Dewi Perssik, serta Hetty Koes Endang. Di titik ini, mereka bukan sekadar kontestan; mereka adalah calon penghuni Top 21 yang harus membuktikan diri dua kali: melalui penampilan grup dan solo dengan tema “Kolaborasi Penuh Cinta”.

Sementara itu, di Grup 5, satu nama melompat ke depan: Nabhita Aurelia alias Bhita dari Pangkalpinang, Bangka Belitung. Membawakan lagu “Madu Tuba”, anak didik Coach Fildan ini meraih tiga standing ovation dari dewan juri dan langsung mengamankan tiket menuju Top 21. Di konser Top 26 Grup 5 D’Academy 8 Indosiar tersebut, performanya dinilai konsisten dan solid.

Lolosnya Bhita Babel menjaga asa masyarakat Bangka Belitung untuk tetap punya wakil kuat di panggung DA8 setelah Bintang lebih dulu tersenggol. Namun, di balik euforia, ada harga yang harus dibayar: Khinan wakil Surabaya harus menghentikan langkahnya pada persaingan Grup 5. Lagi-lagi, babak Top 26 menunjukkan bahwa hanya nama yang sanggup menjaga kualitas di setiap detik lagu yang berhak naik ke level berikutnya.

Bhita, Harapan Baru Babel dan Realitas Ketatnya Top 21

Kisah Bhita Babel layak mendapat sorotan khusus. Perjalanannya dimulai dari audisi, ketika ia menempuh perjalanan sekitar lima jam dari Pangkalpinang menuju Palembang demi mengejar kesempatan audisi D’Academy 8. Kerja keras itu berbuah Golden Ticket, yang lalu mengantarnya ke panggung besar Indosiar konser dangdut.

Sejak itu, Bhita dikenal sebagai “bibit berbobot” dengan karakter vokal kuat dan kemampuan memainkan dinamika, nada tinggi, cengkok, dan penghayatan. Standing ovation bukan hal baru baginya; Top 26 Grup 5 hanya mengkonfirmasi konsistensinya. Dengan tiga SO lewat “Madu Tuba” dan status Bhita Babel lolos Top 21, banyak yang mulai memprediksi peluangnya menembus Top 10 DA8.

Namun persaingan tentu belum selesai. Semakin sedikit jumlah academia yang bertahan, semakin berat pula tantangan yang harus dihadapi. Prediksi Top 10 bukan kepastian; satu malam buruk bisa menghapus semua pujian. Menjelang babak Top 21, baik bagi Bhita maupun peserta lain, satu-satunya strategi waras adalah: fokus pada detail, jaga konsistensi, dan ingat bahwa di Dangdut Academy 8 Top 26 hingga Top 21, penonton dan juri hanya mengingat penampilan terakhir, bukan sejarah panjang di belakangnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!