Hijab Pertama Uniqlo: LifeWear yang Akhirnya Menyentuh Kepala
Koleksi hijab Uniqlo adalah lini kerudung baru dalam rangkaian LifeWear yang dirancang sebagai hijab untuk aktivitas sehari-hari, dengan tiga jenis material hijab praktis yang menyasar kebutuhan berbeda perempuan Muslim modern dalam konteks casual wear Muslim yang fungsional dan nyaman dipadu gaya personal. Peluncuran kategori hijab ini menandai langkah penting: merek global yang selama ini identik dengan kaus basic dan outer kasual mulai menyentuh area yang sangat spesifik, yakni kebutuhan modest wear perempuan berkerudung. Uniqlo resmi memperkenalkan kategori hijab sebagai bagian dari koleksi LifeWear, dengan ketersediaan mulai 10 Agustus di seluruh kanal penjualan resminya. Lebih dari sekadar produk baru, langkah ini adalah pernyataan bahwa kenyamanan berhijab—bukan hanya pakaian tubuh—akhirnya masuk ke dalam definisi LifeWear.

Tiga Material, Tiga Gaya Hidup: Georgette, Satin, AIRism
Kekuatan utama koleksi hijab Uniqlo bukan pada jumlah model, tetapi pada fokus: hanya tiga jenis, namun masing-masing jelas fungsi dan konteks pemakaiannya. Hijab Georgette hadir sebagai pashmina dengan material halus, mudah dibentuk, dan tidak mudah kusut, tersedia dalam 12 warna untuk menunjang aktivitas formal maupun kasual. Ini jelas menyasar perempuan yang butuh satu hijab serbaguna: dari kantor sampai kopi darat. Hijab Satin, juga berbentuk pashmina, menawarkan kilau lembut dengan enam pilihan warna, ditujukan untuk keseharian yang sedikit lebih polished hingga acara spesial. Sementara Hijab AIRism UV Protection mengambil peran paling teknis: segitiga instan dengan material ringan, sejuk, cepat kering, dan perlindungan UV, dirancang untuk mobilitas tinggi dan aktivitas luar ruang.
Harga, Ketersediaan, dan Dampaknya bagi Pengguna
Secara harga, Uniqlo menempatkan koleksi hijab ini di level yang konsisten dengan strategi LifeWear-nya: seluruh koleksi dibanderol Rp199.000 per produk. Artinya, ini bukan opsi termurah di pasaran, tetapi menyasar konsumen yang rela membayar untuk konsistensi kualitas dan kemudahan perawatan. Ketersediaan serentak di semua toko fisik, aplikasi, dan situs resmi pada 10 Agustus memberi sinyal bahwa ini bukan produk nisbah, melainkan kategori yang diproyeksikan bertahan lama. Bagi pengguna, dampaknya cukup konkret: satu brand yang sudah dikenal untuk inner hijab, manset, dan basic wear kini menyediakan paket lebih lengkap, sehingga pengalaman belanja modest wear terasa lebih menyatu dan terkurasi, terutama untuk mereka yang mengutamakan efisiensi waktu dan konsistensi warna atau material.
Respon atas Masukan Muslimah: Antara Representasi dan Fungsionalitas
Uniqlo tidak menutupi bahwa kategori hijab ini lahir dari suara pelanggan, terutama perempuan Muslim yang menginginkan pilihan modest wear lebih lengkap. Di sini terlihat pergeseran: hijab tidak diperlakukan sebagai aksesori tambahan, tetapi bagian dari sistem pakaian utuh. Marketing Manager Lisqia Lalantika menegaskan bahwa kebutuhan setiap perempuan terhadap hijab berbeda-beda, bergantung aktivitas dan gaya hidup. Pernyataan ini penting karena menolak satu standar hijab tunggal; hijab untuk ibu pekerja, musisi, dan pelari pagi bisa berbeda. Kehadiran figur publik seperti Ayudia, Sivia, dan Tantri untuk menceritakan alasan material pilihan mereka memperkuat pesan bahwa hijab adalah alat kerja sehari-hari, bukan sekadar simbol. Menurut Lisqia, "LifeWear bukan hanya tentang pakaian, tetapi tentang membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik".
Apakah Koleksi Hijab Uniqlo Cukup Progresif?
Di satu sisi, koleksi hijab Uniqlo menawarkan jawaban praktis: tiga jenis material hijab praktis yang jelas fungsi, harga tunggal yang mudah diingat, dan integrasi dengan casual wear Muslim yang sudah lebih dulu populer. Ini memudahkan perempuan Muslim modern yang menginginkan hijab untuk aktivitas beragam tanpa harus berpindah-pindah brand. Di sisi lain, karena baru tiga model, koleksi ini masih lebih mendahulukan fungsi dasar daripada eksplorasi desain atau variasi cutting yang luas. Namun untuk sebuah debut, pendekatan ini terasa masuk akal: mulai dari yang paling diperlukan—anti kusut, elegan, dan teknis untuk outdoor—sebelum menyentuh sisi eksperimental. Pada akhirnya, langkah ini layak dibaca sebagai permulaan, bukan jawaban final. Jika Uniqlo konsisten mendengar masukan pengguna, koleksi hijab berikutnya berpotensi menjadi standar baru untuk hijab yang nyaman, ringkas, dan mudah dirawat.






