Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tren Desain Kafe Estetis: Modern, Klasik, dan Nyaman untuk Nongkrong

Tren Desain Kafe Estetis: Modern, Klasik, dan Nyaman untuk Nongkrong
Minat|Gaya Dekorasi

Desain interior kafe: bukan sekadar cantik, tapi strategi tarik pengunjung

Desain interior kafe adalah pendekatan menyeluruh dalam menata ruang, memilih material, mengatur pencahayaan, dan menyusun dekorasi tempat nongkrong agar menghadirkan suasana nyaman sekaligus estetis, yang mampu menarik pengunjung untuk berlama-lama, berfoto, bekerja, dan menjadikan kafe sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Tren desain interior kafe hari ini jelas berpihak pada pengalaman pengunjung: estetika Instagram, zona kerja yang kondusif, dan atmosfer hangat yang terasa akrab begitu kaki melangkah masuk. Kafe bukan lagi sekadar tempat minum kopi; ia menjadi latar cerita milenial dan Gen Z, mulai dari tugas kuliah, WFC, sampai konten media sosial. Karena itu, pilihan konsep kafe modern yang dipadukan dengan sentuhan klasik dan material alami terasa masuk akal—menyentuh sisi fungsional sekaligus emosional.

Mula Cafe Medan: klasik-modern yang dirancang untuk betah berlama-lama

Mula Cafe di Jalan T. Amir Hamzah No. 8, Medan, adalah contoh jelas bagaimana konsep kafe modern bersinergi dengan nuansa klasik. Mengusung konsep classic-modern, kafe ekspansi asal Batam yang resmi membuka cabang di Medan pada Maret 2025 ini memadukan tata ruang klasik dengan gaya minimalis yang stylish. Area indoor dan outdoor didesain estetik, dengan sudut-sudut yang Instagrammable di setiap sisi ruang. Dekorasi tempat nongkrong menjadi senjata utama, misalnya sudut kaca “Cutest Mirror” yang menjadi spot foto favorit pengunjung. Pencahayaan hangat dan musik latar bernada lembut mendukung atmosfer kondusif untuk diskusi, fokus kerja, hingga WFC dan tugas sekolah atau kuliah. Strateginya jelas: menjadikan kafe sebagai ruang sosial dan produktif sekaligus, tanpa kehilangan daya tarik sebagai kafe estetis Instagram.

Menariknya, Mula Cafe tidak berhenti pada visual. Menu makanan utama seperti berbagai rice bowl, pasta, panini, hingga kare disiapkan untuk santap siang atau malam, sementara dessert seperti Mochi Burnt Cheesecake menjadi best seller yang menambah alasan kembali lagi. Untuk camilan santai, ada crepes dan deretan dessert lain yang menyasar pencinta manis. Harga dessert mulai dari sekitar Rp40 ribu, makanan utama dari Rp36 ribuan, dan minuman dari Rp28 ribuan, membuat kafe ini terasa cukup terjangkau bagi mahasiswa dan pekerja lepas. Ditambah Wi-Fi cepat, banyak colokan, pelayanan ramah, dan parkir luas, Mula Cafe mengemas desain interior kafe sebagai bagian dari ekosistem kenyamanan, bukan sekadar latar foto.

Tren Desain Kafe Estetis: Modern, Klasik, dan Nyaman untuk Nongkrong

Jati Coffee Jambi: hangat, inklusif, dan mengangkat kopi lokal

Sementara Medan memamerkan klasik-modern, Jambi menghadirkan pendekatan berbeda lewat Jati Coffee. Kedai ini membuka grand opening dengan konsep kafe yang ramah untuk seluruh lapisan masyarakat, menargetkan suasana santai dan hangat bagi siapa saja yang datang. Berlokasi dekat eks Taman Dino di Lebak Bandung, di Jl. Kapten Muda Daud, Payo Lebar, posisinya sengaja dipilih di pusat aktivitas warga agar mudah diakses. Di sini, desain interior kafe bukan sekadar urusan estetika Instagram, tetapi juga medium untuk mempromosikan potensi kopi lokal. Pemiliknya menyebut harapan agar kedai ini menjadi UMKM kopi lokal yang mem-branding Kopi Jambi sebagai kebanggaan daerah.

Secara konsep, Jati Coffee menekankan kehangatan dan inklusivitas dibanding dekorasi yang kompleks. Visi ruang publik yang nyaman, sederhana, dan ramah di kantong membawa pesan bahwa tempat nongkrong tidak harus tampak mewah untuk menjadi relevan bagi milenial dan Gen Z. Prosesi grand opening dengan nasi tumpeng buatan sang ibu ikut menambah lapisan emosi dan rasa kekeluargaan dalam narasi kedai ini. Elemen tersebut mungkin tidak terlihat di feed Instagram, tetapi terasa di suasana. Ini menunjukkan tren baru: kafe estetis Instagram tetap penting, tetapi cerita di balik ruang—keterikatan dengan keluarga, komunitas, dan kopi lokal—menjadi nilai tambah yang semakin dicari pengunjung.

Daja House Kedamaian Lampung: spot malam minggu untuk milenial dan Gen Z

Di Bandar Lampung, Daja House Kedamaian yang berlokasi di Jalan Ridwan Rais No. 88 muncul sebagai magnet café hopping bagi milenial dan Gen Z. Tren berburu tempat nongkrong estetis di kalangan generasi ini kian semarak, dan Daja menjawabnya dengan konsep desain interior yang ciamik dan sangat mendukung pencinta fotografi. Setiap sudut kafe dirancang instagramable, lengkap dengan beberapa spot foto ikonik yang membuat datang ke kafe terasa seperti datang ke studio foto kasual. Model asal Lampung, Nazela Jengga, menyebut Daja Kedamaian “cocok banget buat tempat nongkrong, terutama malam minggu” karena suasananya nyaman dan santai untuk kumpul bareng teman.

Nazela menekankan bahwa tempat ini bukan hanya visual; makanan dan minuman yang cukup beragam menemani obrolan santai dari pagi hingga tengah malam. Fasilitas lengkap dan pelayanan ramah memperkuat kesan bahwa desain interior kafe yang estetis harus dibarengi detail operasional yang mendukung kenyamanan pengunjung. Menariknya, ia menyarankan datang pada malam hari karena suasananya “jauh lebih cantik”, memperlihatkan betapa pentingnya pengelolaan pencahayaan kafe estetis Instagram untuk menciptakan mood tertentu bagi pengunjung. Bagi warga Lampung yang mencari paket lengkap: suasana, makanan enak, dan spot foto melimpah, Daja House Kedamaian layak masuk daftar kunjungan berikutnya.

Tren Desain Kafe Estetis: Modern, Klasik, dan Nyaman untuk Nongkrong

Kota besar, identitas lokal, dan arah baru desain kafe estetis

Jika disimak bersama, Medan, Jambi, dan Bandar Lampung memperlihatkan pola menarik dalam tren desain interior kafe. Di Medan, Mula Cafe memadukan sentuhan klasik dan modern dengan ruang indoor-outdoor yang estetik, lengkap fasilitas WFC dan menu yang cukup terjangkau bagi mahasiswa dan pekerja lepas. Di Jambi, Jati Coffee menonjolkan kafe sebagai ruang publik hangat yang inklusif sekaligus etalase kopi lokal. Di Lampung, Daja House Kedamaian menekankan kafe estetis Instagram dengan spot foto malam minggu yang memikat milenial dan Gen Z.

Ketiganya menunjukkan bahwa konsep kafe modern tidak lagi seragam; setiap kota besar menawarkan kafe unik yang disesuaikan dengan karakter lokal dan kebutuhan warganya. Estetika penting, tetapi kenyamanan, koneksi emosional, dan keberpihakan pada komunitas setempat menjadi penentu apakah pengunjung mau kembali. Ke depan, pemilik kafe yang ingin relevan tidak cukup meniru dekorasi tempat nongkrong yang sedang tren; mereka perlu merancang cerita, atmosfer, dan fungsi ruang yang benar-benar menjawab cara hidup generasi sekarang—dari santai, bekerja, hingga berbagi momen di media sosial.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!