Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Maulid Nabi di Sekolah: Saat Tepat Menanamkan Akhlak dan Keberanian Anak

Maulid Nabi di Sekolah: Saat Tepat Menanamkan Akhlak dan Keberanian Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Maulid Nabi di Sekolah: Dari Seremoni ke Laboratorium Akhlak

Peringatan Maulid Nabi di sekolah adalah rangkaian kegiatan pendidikan nilai Islam anak yang memanfaatkan momentum kelahiran Rasulullah untuk menanamkan akhlak mulia anak usia dini melalui pengalaman langsung, seperti tausiah, penampilan, dan pembiasaan, sehingga pembelajaran keteladanan Rasulullah tidak berhenti pada cerita, tetapi menjadi kebiasaan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Poin pentingnya: Maulid di sekolah tidak boleh berhenti sebagai acara meriah penuh dekorasi dan hadiah. Ia layak diposisikan sebagai laboratorium akhlak, tempat anak belajar jujur, santun, dan penyayang melalui praktik, bukan sekadar hafalan. Di TK RA Darul Azhar, tema kegiatan eksplisit menekankan penanaman keteladanan Nabi sebagai bekal menjadi insan berakhlak mulia dan dicintai Allah SWT. Ini menunjukkan perubahan paradigma: Maulid bukan tambahan agenda, melainkan strategi pendidikan karakter. Jika sekolah hanya menjadikannya seremoni tahunan tanpa tindak lanjut, maka pesan besar kehidupan Rasulullah akan mengecil menjadi ritual yang diperingati, bukan nilai yang dihidupi.

Menjadikan Teladan Rasulullah sebagai Inti Pendidikan Nilai Islam Anak

Di Tanah Bumbu, Bunda PAUD menekankan bahwa keteladanan Rasulullah harus menjadi bagian dari pendidikan karakter di usia dini, bukan pelengkap setelah akademik. Menurut Andi Irmayani Rudi Latif, anak belajar lebih kuat dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari daripada sekadar nasihat lisan. Pernyataan ini menggugah: jika guru dan orang tua tidak mencerminkan kejujuran, kasih sayang, dan kesantunan, sulit berharap anak tumbuh mencintai akhlak Nabi. Nilai keislaman seperti kejujuran, menghormati orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama diperkenalkan melalui kegiatan Maulid dan dikuatkan dalam keseharian. Peringatan Maulid di PAUD itu secara terang disebut sebagai momentum menanamkan nilai keislaman dan akhlak mulia kepada anak sejak usia dini. Ini adalah pendekatan yang patut ditiru: menjadikan Maulid sebagai titik awal sinergi sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam pembentukan karakter, bukan sekadar lomba menghias kelas.

Experiential Learning: Penampilan, Tahfidz, dan Cerita Sifat Mulia Nabi

Sekolah dasar dan taman kanak-kanak mulai menggeser pola pengajaran Maulid Nabi dari ceramah satu arah menjadi pembelajaran pengalaman. Di SDN Selawangi 03, siswa tidak hanya mendengar tausiah, tetapi diajak meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah seperti lemah lembut, penyayang, sabar, jujur, dan teliti dalam kehidupan sehari-hari. Penceramah yang juga pendongeng edukatif menyampaikan keteladanan Nabi sekaligus pentingnya pembentukan karakter dan budi pekerti sejak usia dini, menjadikan Maulid sebagai sesi dialog batin anak dengan sosok Rasulullah. Sementara di KB-TK Islam Terpadu Qorina, Maulid diisi dengan pentas seni dan hafalan surat-surat pendek yang merupakan bagian dari pembiasaan harian lalu ditampilkan di depan orang tua. Pembelajaran keteladanan Rasulullah di sini bergerak dari kognitif ke afektif dan psikomotorik: anak bukan hanya tahu Nabi penyayang, tetapi dilatih menjadi penyayang melalui interaksi, hafalan Al-Qur’an, dan kegiatan yang menuntut kerja sama.

Maulid Nabi di Sekolah: Saat Tepat Menanamkan Akhlak dan Keberanian Anak

Melatih Keberanian dan Percaya Diri sebagai Bagian dari Akhlak Mulia

Seringkali akhlak mulia anak usia dini dipersempit pada sopan santun, padahal keberanian dan percaya diri juga bagian penting dari kesiapan mereka mengamalkan nilai Islam. Di KB-TK Islam Terpadu Qorina, peringatan Maulid dimanfaatkan sebagai sarana melatih keberanian dan kepercayaan diri anak melalui berbagai penampilan di hadapan orang tua dan wali murid. Ketua yayasan menegaskan bahwa penampilan pentas seni dan hafalan surat pendek adalah puncak dari proses pembiasaan yang dilakukan sekolah. Anak yang awalnya datang ke sekolah dengan tangis dan takut berinteraksi, perlahan berani tampil di depan banyak orang setelah mengikuti pembelajaran terstruktur. Ini bukan sekadar “panggung lucu” untuk memamerkan anak, melainkan latihan mental agar kelak mereka siap menyampaikan kebenaran, berpendapat, dan memimpin. Pendidikan nilai Islam anak akan timpang bila menuntut mereka taat dan santun, tetapi tidak menumbuhkan keberanian menyampaikan yang hak dan menolak yang batil.

Peran Orang Tua: Menyambung Akhlak dari Sekolah ke Rumah

Kelemahan besar banyak program sekolah adalah berhenti di gerbang sekolah; akhlak tidak dibawa pulang. Berbagai peringatan Maulid menunjukkan upaya mengatasi masalah ini dengan melibatkan orang tua secara aktif. Di Tanah Bumbu, orang tua diajak menjadi teladan bersama pendidik sehingga sinergi keluarga dan sekolah kuat dalam membentuk karakter anak. Di SDN Selawangi 03, wali murid hadir dalam kegiatan Maulid, dan Kepala Desa Karyamekar mengingatkan pentingnya dukungan orang tua agar anak tidak putus sekolah sebelum menuntaskan hak pendidikannya. Sementara di KB-TK Qorina, ketua yayasan menegaskan bahwa pendidikan harus imbang antara sekolah dan orang tua; keduanya harus saling mendukung sebagai sistem penopang. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan Maulid bukan tambahan formalitas, melainkan cara agar mereka melihat langsung perkembangan anak dan terdorong meneruskan pembiasaan akhlak mulia di rumah. Tanpa kesinambungan ini, pesan keteladanan Rasulullah di sekolah akan mudah luntur ditelan kebiasaan harian di rumah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!