Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bimbim Puji Perubahan Banyuwangi, Slank Bercanda di Sumur Sritanjung

Bimbim Puji Perubahan Banyuwangi, Slank Bercanda di Sumur Sritanjung
Minat|Musik Rock

Banyuwangi berubah di mata Bimbim

Slank Banyuwangi adalah pertemuan antara grup musik legendaris yang kembali menyapa penggemarnya dan kota yang terus berkembang, terlihat dari pengalaman para personelnya sebelum tampil. Bagi Bimbim, perubahan Banyuwangi bukan sekadar kesan sesaat: ia membandingkan suasana yang dikenalnya sejak kunjungan terdahulu dengan semakin banyaknya hotel bagus yang kini hadir. Pengamatan itu memberi ukuran konkret tentang laju perkembangan daerah, sekaligus menunjukkan bagaimana kota dapat terasa berbeda bagi musisi yang sudah berkali-kali datang. “Banyuwangi sudah berubah banget ya, dulu cuma ada satu, sekarang di mana-mana ada hotel bagus-bagus,” kata Bimbim dalam konferensi pers. Pujian itu terasa lebih kuat karena datang dari seseorang yang memiliki kenangan panjang di kota tersebut. Perkembangan yang ia lihat bukan latar belaka; ia menjadi bagian dari cerita Slank saat kembali bertemu para penggemar.

Bimbim Slank menyebut grup itu telah beberapa kali menggelar konser di Banyuwangi sejak pertama kali berkunjung pada 1992. Kedekatan tersebut juga tertanam dalam musik mereka: lagu “Kirim Aku Bunga”, yang dirilis pada 1993, lahir ketika Slank berada di Banyuwangi pada 1992. Kenangan itu membuat pujian Bimbim terhadap perubahan kota terasa personal, bukan komentar wisata yang bisa ditujukan ke mana saja. Ia juga mengingat Nasi Tempong, terutama sambalnya yang menurutnya membuat ketagihan. Jadi, gambaran Banyuwangi dalam ingatannya merangkum banyak hal sekaligus: perkembangan yang tampak pada hotel-hotel, lagu yang tercipta di sana, dan rasa kuliner yang membekas.

Mampir ke Sumur Sritanjung sebelum konser

Sebelum konser Slank di Pantai Boom Marina pada Minggu (1/11) malam, Kaka, Bimbim, dan Ivanka mengunjungi Sumur Sritanjung di kompleks Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada Sabtu (31/10). Kunjungan itu memberi agenda mereka warna yang berbeda dari persiapan panggung: para personel diajak mengenal kisah rakyat yang terkait dengan asal-usul Banyuwangi. Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menjelaskan kaitan sumur tersebut dengan legenda Sritanjung, bagian dari cerita yang membentuk identitas daerah. Slank pun bukan hanya datang untuk bermain musik. Mampir ke situs bersejarah sebelum menyapa penggemar membuat konser terasa terhubung dengan tempat yang menjadi tuan rumahnya, bukan sekadar persinggahan dalam jadwal tur.

Di Pendopo, rombongan juga melihat sejumlah bagian kompleks, termasuk penginapan berbentuk bunker yang biasa digunakan untuk menerima tamu kehormatan, serta rumah tradisional Suku Osing. Namun, Sumur Sritanjung menjadi momen yang paling mudah diingat karena para personel tak berhenti pada penjelasan sejarah. Kaka, Bimbim, dan Ivanka mencoba membasuh wajah dengan air sumur tersebut. Perpaduan antara cerita legenda dan pengalaman langsung membuat kunjungan ini terasa akrab, bukan seremoni kaku. Jeda sebelum konser memberi Slank kesempatan menyentuh sisi sejarah Banyuwangi, sementara warga dan penggemar mendapat gambaran bahwa kedatangan band ini juga diisi rasa ingin tahu terhadap budaya setempat.

Celetukan air wangi yang mencairkan suasana

Bagian paling ringan dari kunjungan itu datang setelah Bimbim merasakan air sumur. “Airnya wangi, dan aku jadi ngerasa makin muda ya,” ujarnya, disambut gelak tawa. Celetukan spontan tersebut mencairkan suasana dan membuat pengalaman sejarah terasa dekat dengan keseharian. Gurauan itu juga pas dengan karakter momen Slank di Pendopo: para personel mendengarkan kisah asal-usul kota, lalu menanggapinya dengan santai, tanpa menghilangkan rasa hormat pada legenda yang diceritakan. Kesan yang tertinggal bukan hanya tentang air sumur atau candaan, melainkan tentang pertemuan musik, humor, dan warisan lokal dalam satu kunjungan.

Setelah jeda panjang, konser Slank di Pantai Boom Marina pada Minggu (1/11) menjadi penampilan yang dinantikan penggemar; grup ini terakhir kali menyapa Slankers Banyuwangi pada 2013. Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari “Berani Kita Beda Tour” atau Tour ke-10 Hey Slank. Kembalinya band setelah 13 tahun membawa nostalgia, tetapi rangkaian sebelum naik panggung memberi cerita tambahan: Bimbim melihat kota yang berubah, Slank mengunjungi Sumur Sritanjung, dan satu gurauan membuat suasana lepas. Itulah yang membuat kunjungan ini lebih berkesan daripada sekadar jadwal konser. Slank datang membawa musik, tetapi juga pulang dengan pengalaman tentang Banyuwangi yang berkembang dan tetap merawat kisah lamanya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!