Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dokter Gia Pratama: Sederhana Sejak Kecil, Bebas Memilih Karier

Dokter Gia Pratama: Sederhana Sejak Kecil, Bebas Memilih Karier
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Inti Filosofi: Sederhana, Kuat, dan Bebas Memilih

Filosofi parenting Dokter Gia Pratama adalah pola asuh sederhana anak yang menanamkan nilai hidup kuat sejak kecil sambil memberi kebebasan penuh pada pilihan karir anak, sehingga karakter tidak dibentuk oleh kemewahan keluarga tetapi oleh nilai-nilai parenting yang konsisten dan dukungan pada impian anak. Dokter Gia Pratama Putra dikenal publik karena sering membuat konten edukatif dan kini mengangkat kisah keluarga serta pola asuh orang tuanya melalui podcast. Di balik sosok dokter yang akrab di layar gawai, ada cerita tentang ayah yang berasal dari keluarga berada, namun sengaja membesarkan anak-anaknya dengan hidup pas-pasan. Bagi saya, inilah poin penting: status ekonomi boleh tinggi, tapi standar hidup yang ditanamkan ke anak disengaja untuk tetap membumi.

Dibesarkan Sederhana di Keluarga Berada: Latihan Mental Sejak Dini

Dokter Gia dan adik perempuannya berasal dari keluarga berada, namun sejak kecil dibesarkan dengan gaya hidup sederhana oleh sang ayah. Mereka dibiasakan hidup pas-pasan; sang adik menyebut pengalaman itu sebagai salah satu kunci mental toughness: “Hidup sederhana, hidup pas-pasan gitu. Padahal sebetulnya ya enggak sesulit itu”. Kebiasaan naik angkutan umum seperti metromini untuk berangkat ke sekolah menjadi latihan kemandirian wajib, bahkan ketika sang ibu sempat tidak tega dan diam-diam mengikuti dari belakang dengan mobil. Di sini terlihat garis tegas: pola asuh sederhana anak bukan soal tidak mampu, tapi pilihan sadar untuk menguatkan karakter. Menurut saya, inilah kritik halus terhadap budaya serba memudahkan anak: semakin banyak fasilitas, belum tentu semakin kuat jiwa mereka.

Membedakan Nilai Hidup dan Ekspektasi Karier

Menariknya, nilai-nilai parenting yang ia terima tidak berubah menjadi ambisi agar anaknya kelak mengikuti profesinya. Dalam sebuah obrolan bersama Coki Pardede, ketika ditanya apakah ia akan merekomendasikan profesi dokter kepada anaknya di tengah tantangan yang semakin besar, ia dengan lugas berkata, “Tolong pertimbangkan bukan kedokteran”. Bagi Dokter Gia, profesi dokter bukan pekerjaan mudah; ada tuntutan besar, tanggung jawab terhadap pasien, dan tekanan dalam mengambil keputusan. Di sinilah sikap dewasa seorang orang tua tampak: nilai hidup yang ia wariskan adalah ketangguhan, kesederhanaan, dan tujuan hidup yang kuat, bukan paket ekspektasi karier tertentu. Sejalan dengan pandangan Jordan Grumet bahwa memiliki tujuan hidup yang kuat adalah unsur penting untuk kebahagiaan dan kepuasan hidup.

Dari Mimpi Dokter ke Mimpi Astronaut: Mendukung Impian Anak

Alih-alih berharap anaknya menjadi dokter, Dokter Gia mengaku akan meminta anaknya mempertimbangkan profesi di luar kedokteran dan mendorongnya mengejar cita-cita yang belum ia wujudkan. Ia bahkan terang-terangan menyebut satu profesi: astronaut. “Tolong lanjutkan mimpi ayahmu ini yang nggak kesampaian, yaitu menjadi astronaut,” ujarnya. Bagi saya, pernyataan ini bukan sekadar candaan; ini simbol bagaimana orang tua bisa mendukung impian anak tanpa menjadikan anak sebagai replika dirinya. Ia membayangkan suatu hari, setelah lulus SMA, anak—bahkan kalau punya anak kembar laki-laki dan perempuan—datang meminta saran, dan ia tetap tidak tergesa mengarahkan ke kedokteran. Di sini tampak jelas, pilihan karir anak adalah ruang otonomi, sementara orang tua hadir sebagai penasihat, bukan penentu tunggal.

Pelajaran untuk Orang Tua Modern: Tegas pada Nilai, Luwes pada Karier

Kisah ini relevan untuk banyak orang tua yang tengah mencari arah pengasuhan dan butuh inspirasi. Pesannya tajam: tegas pada nilai, luwes pada karier. Mengajarkan anak hidup sederhana tidak sekadar mengurangi barang, tetapi menguatkan tujuan hidup. Ada tiga cara yang disarankan: menjadi teladan yang menekuni hal-hal yang membuat orang tua bersemangat, memberi anak kendali atas barang mereka, dan menyebutkan secara verbal manfaat hidup sederhana. Di era ketika pilihan karir anak sering dibahas serius, apalagi jika orang tua sudah lebih dulu punya karier mapan, pendekatan Dokter Gia menawarkan keseimbangan: anak diperkuat mentalnya, tetapi tidak dibebani ekspektasi profesi. Orang tua modern perlu berani berkata pada diri sendiri: tugas kita bukan melanjutkan profesi, melainkan melanjutkan nilai—sementara impian, biarlah anak yang memilih dan kita yang mendukung.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!