Kalau aku memilih sepatu untuk lari harian dengan budget rasional, Supernova Rise 3 lebih masuk akal. Pada 3 November 2026, listing resmi Indonesia untuk Rise 3 putih JQ9668 menampilkan Rp.1.050.000,00 dari Rp.2.100.000,00, sementara Ultraboost 5 ID8817 tercantum Rp.2.700.000,00 dari Rp.3.000.000,00. Ultraboost tetap menarik kalau Light BOOST V2, PRIMEKNIT, Torsion System, dan outsole Continental memang alasanmu, bukan sekadar nama BOOST.
Harga itu contoh listing dan promo yang terlihat saat dicek, bukan patokan tetap. Cek lagi warna, ukuran, kode produk, serta harga akhir sebelum checkout.
Apa beda Ultraboost 5 dan Supernova Rise 3?
Ultraboost 5 membawa Light BOOST V2, upper PRIMEKNIT, Torsion System, dan outsole karet Continental. Di halaman produk Indonesia, bobot yang tercantum adalah 292 g untuk ukuran UK 8,5. Drop-nya 10 mm, dengan tinggi tumit 31 mm dan bagian depan 21 mm. Itu angka satu ukuran tertentu, bukan berat universal untuk semua ukuran.

Rasanya gampang tergoda oleh daftar teknologi sepanjang itu, tetapi material dan nama bantalan tidak otomatis menjawab apakah sepatu pas di kakimu. Upper rajut juga bukan jaminan cepat kering. Di cuaca lembap, aku tetap akan memeriksa ruang jari, rasa panas di punggung kaki, dan seberapa kuat tumit terkunci sebelum membayar.
Supernova Rise 3 memakai midsole Dreamstrike+ sepanjang telapak. Adidas menyebutnya 20% lebih lembut daripada versi sebelumnya. Itu perbandingan antargenerasi Supernova, bukan klaim bahwa Rise 3 lebih empuk daripada Ultraboost. Outsole LIGHTTRAXION punya pahatan menyerupai batang yang dirancang membantu transisi dari tumit ke jari. Jadi, jangan menyamakan istilah desain itu dengan Support Rods pada model terdahulu.
Di atas kertas, Rise 3 memang diarahkan untuk lari harian. Buat lari santai, fitur yang lebih mahal belum tentu memberi manfaat yang kamu rasakan. Kecocokan dan kenyamanan saat bergerak tetap lebih penting daripada memenangkan lomba spesifikasi.
Selisih harganya dibayar untuk apa?
Kedua harga di bawah berasal dari listing resmi yang dicek pada 3 November 2026. Harga promosi bisa berubah, dan pilihan ukuran yang tersedia dapat berbeda. Tabel ini membantu menyaring opsi, bukan menjanjikan harga yang sama saat kamu membuka keranjang.

| Produk | Harga dan tanggal cek | Cocok untuk | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Adidas Ultraboost 5, ID8817 | Rp.2.700.000,00 dari Rp.3.000.000,00. Cek 3 November 2026. | Kamu yang memang mencari paket Light BOOST V2, PRIMEKNIT, Torsion System, dan Continental, serta siap membayar lebih. | Harga paling tinggi di perbandingan ini. Bobot 292 g hanya dicatat untuk ukuran UK 8,5. |
| Adidas Supernova Rise 3 putih, JQ9668 | Rp.1.050.000,00 dari Rp.2.100.000,00. Cek 3 November 2026. | Pemula atau pelari santai yang ingin sepatu lari harian tanpa mengeluarkan budget premium. | Harga promo dan stok ukuran bisa berubah. Klaim 20% lebih lembut membandingkan generasi Supernova, bukan Ultraboost. |
Kalau selisih harga terasa berat, aku tidak akan memaksa diri mengambil Ultraboost hanya karena namanya lebih dikenal. Rise 3 terlihat lebih rasional untuk kebutuhan lari harian jika ukuran dan rasa pijaknya cocok. Sebaliknya, bila kamu memang mengincar detail konstruksi Ultraboost dan akan memakainya cukup sering, harga lebih tinggi mungkin masih bisa diterima.
Bobot juga jangan dibaca lepas dari ukuran sampel. Foto timbangan hanya menggambarkan satu cara mengukur sepatu, bukan berat semua ukuran. Kalau membandingkan di toko, gunakan ukuran yang pas di masing-masing model dan coba keduanya dengan kaus kaki lari yang biasa kamu pakai.
Mana yang masuk akal buat lari harianmu?
Untuk pemula dengan lari santai dan budget terbatas, aku akan mulai dari Rise 3, lalu memastikan fit-nya benar. Kamu tidak perlu membeli model paling mahal agar rutinitas lari terasa serius. Ultraboost lebih masuk akal kalau fitur dan bentuknya memang kamu cari, bukan karena mengira harga tinggi otomatis membuat pace lebih cepat.
Nama Supernova menaungi lebih dari satu model. Rise 3 bukan Ease atau Stride, jadi jangan memilih hanya dari kata “Supernova” di judul marketplace. Foto berikut menunjukkan Supernova Ease 2 W, bukan Rise 3 JQ9668. Cocokkan kode dan foto varian sebelum membayar, terutama kalau membeli lewat Official Store di Shopee, Lazada, atau TikTok Shop.

Kalau bisa mencoba langsung, pakai kaus kaki lari yang sama dengan yang biasa kamu gunakan. Pastikan jari masih bisa bergerak, tumit tidak terangkat saat berjalan cepat, dan tali tidak perlu ditarik sampai kaki terasa tertekan. Coba jogging kecil beberapa langkah sebelum memutuskan. Untuk kaki lebar, jangan menganggap upper PRIMEKNIT pasti cukup lega. Bentuk dan ukuran tiap model tetap bisa berbeda.
Aku juga tidak akan menjadikan dua model ini sepatu gym serbaguna. Untuk treadmill atau pemanasan ringan masih masuk akal, tetapi saat latihan beban berat, sol empuk dan tinggi bisa terasa kurang stabil. Kalau kebutuhan utamamu angkat beban, cari sepatu dengan pijakan yang lebih mantap.
FAQ singkat
Ultraboost 5 cocok buat pemula?
Bisa saja jika fit dan budget cocok, tetapi pemula tidak wajib mulai dari sepatu premium. Prioritaskan ukuran yang nyaman dan model yang sesuai dengan jenis latihanmu.
Upper PRIMEKNIT pasti lebih adem?
Tidak otomatis. Kain rajut menjelaskan konstruksi upper, bukan jaminan sepatu cepat kering atau selalu terasa sejuk di udara lembap. Coba dulu kalau kamu mudah gerah.
Bisa dipakai untuk gym juga?
Untuk pemanasan singkat bisa, tetapi aku tidak memilih sepatu lari sebagai pasangan utama untuk angkat beban berat. Pijakan yang stabil lebih penting saat menahan beban.
Kesimpulanku
Dengan harga listing yang dicek, Supernova Rise 3 adalah pilihan lebih masuk akal untuk lari harian yang sederhana dan hemat. Ultraboost 5 bukan otomatis salah beli, tetapi premiumnya sebaiknya dibayar karena kamu memang menginginkan konstruksi dan fit-nya. Cek SKU, coba ukuran, lalu biarkan kaki dan budget-mu yang menentukan.







