Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pemilik baru Puma ternyata juga yang punya Salomon

Pemilik baru Puma ternyata juga yang punya Salomon
Minat|Tren Fashion

Aku hampir melewat kabar ini kalau tidak lewat di feed: tanggal 7 Oktober 2026, Anta Sports resmi menyelesaikan pembelian 29,06 persen saham Puma dari Artémis, perusahaan investasi keluarga Pinault, senilai sekitar €1.505,5 juta tunai. Seketika itu juga grup sportswear China ini jadi pemegang saham terbesar Puma. Bagian yang bikin aku duduk lagi: Anta pula yang menggenggam sekitar 40,2 persen Amer Sports, induk Salomon. Dua merek yang paling sering muncul di wishlist-ku, dan di feed marketplace-mu, sekarang berada di bawah induk uang yang sama.

Anta masuk, dan dia bukan pemain kecil

Buat yang namanya baru terdengar, Anta itu penjual sportswear terbesar ketiga di dunia. Pendapatan penuh 2025 mereka RMB 80,22 miliar, sekitar US$11,63 miliar, tepat di bawah Nike (US$46,3 miliar) dan Adidas (€24,811 miliar). Portofolionya ramai: hak Fila di Tiongkok sejak 2009, bisnis Descente dan Kolon Sport lewat joint venture, 75 persen saham Maia Active yang fokus ke yoga, plus saham terbesar di Amer Sports yang membawahi Salomon, Arc'teryx, dan Wilson.

Salomon sendiri sedang panas-panasnya. Penjualan 2025 mereka menembus US$2 miliar dengan pertumbuhan 35 persen, dan divisi outdoor Amer Sports masih naik 42 persen di kuartal pertama 2026. Jadi bayangkan: merek yang sepatunya kamu lihat di kaki orang-orang tiap weekend ini sekarang satu meja dengan Puma di rapat pemegang saham.

Yang penting dicatat, ini bukan akuisisi penuh. Anta tidak mengajukan penawaran ambil alih, manajemen Puma tetap jalan sendiri, dan identitas mereknya dijanjikan tidak disentuh. Polanya sama seperti yang mereka lakukan ke brand-brand sebelumnya: beli, biarkan tetap jadi dirinya, lalu dorong distribusi dan produksi lewat mesin Anta di Asia.

Dua pasang Salomon XT-6 warna krem dan hijau zaitun berjajar di lantai beton

Buat pemburu sepatu lari Puma, tahun ini justru tahun diskon

Kondisi Puma sedang tidak enak-enaknya, dan buat pembeli ini kabar setengah bagus. Sepanjang 2025 pendapatan mereka turun 8,1 persen menjadi €7.296,2 juta dengan rugi bersih €645,5 juta, padahal 2024 masih untung €281,6 juta. Tahun 2025 mereka sebut tahun reset, 2026 tahun transisi, dan sekitar 900 posisi kantor dipangkas sampai akhir 2026. Brand yang butuh mengejar angka biasanya royal promo, dan itu sudah kelihatan di sini.

Harga resmi di situs Puma Indonesia terbentang dari Skyrocket Lite 2 Rp899.000 sampai FAST-R NITRO Elite 3 Rp4.299.000; Velocity NITRO 5 di Rp2.099.000 dan Deviate NITRO 4 di Rp2.699.000. Tapi di marketplace aku rutin melihat Velocity Nitro 3 turun ke Rp1.679.200 dari Rp2.099.000 di Tokopedia dan Shopee. Offline pun aman: Puma dipegang MAP Active, jadi stok dan garansinya jelas di jaringan seperti Planet Sports dan Sports Station.

Pengalamanku dengan busa NITRO memang menyenangkan untuk daily run: empuknya tidak lembek, dan outsole PUMAGRIP menggigit aspal basah habis hujan sore. Catatan jujur: bagian depan Velocity terasa sempit buat kaki lebar, jadi kalau kakimu tipe melebar aku lebih menyarankan naik ke Deviate Pure NITRO (Rp2.499.000) atau ambil setengah size lebih besar. Momen beli terbaiknya ya di tahun transisi ini, terutama saat sale tanggal kembar.

Tampak belakang sepasang sepatu lari Puma Velocity Nitro kuning dikenakan dengan kaus kaki hitam

Salomon resmi makin laku, yang KW makin nekat

Di sisi Salomon, efek hype kelihatan di dua arah sekaligus. Harga resmi XT-6 di situs Salomon Indonesia Rp3.899.000, dan XT-6 GORE-TEX Rp4.399.000. Sementara di Tokopedia ada listing bertuliskan original Vietnam untuk XT-6 di Rp788.000 dan Rp799.000, seperlima harga resmi. Selisih sejauh itu bukan diskon, itu zona KW.

Cirinya sebenarnya terbaca kalau kamu pegang langsung: quicklace KW terasa kaku dan seret saat ditarik, chassis sampingnya tipis seperti plastik, pola outsole dangkal sehingga licin di lantai basah. Risiko lainnya sunyi tapi mahal: lem sole yang lepas setelah beberapa bulan, dan tidak ada garansi untuk menuntut. Dengan Anta sekarang mendorong Salomon lebih keras lagi, pasokan resmi seharusnya makin rapi, jadi alasan barang resmi susah dicari makin tipis.

Kalau budget-mu memang di bawah sejuta dan yang kamu cari tampilan outdoor, jalur paling jujur bukan KW melainkan brand lokal. Ardiles ATF Jasper dijual Rp549.800 di situs resmi Ardiles, kadang mampir di Rp439.840 sampai Rp478.326 di Tokopedia; midsole MoveFit Foam-nya cukup empuk untuk jalan jauh, outsole bergerigi dengan toe bumper, dan quicklace-nya berfungsi benar. Tampilan dapat, fungsi dapat, tanpa pura-pura memakai merek orang.

Sepasang Salomon XT-6 cokelat putih dipegang menghadap kamera, tampak sistem quicklace dan chassis samping

Jadi, beli sekarang atau nunggu?

  • Pelari harian budget 1 sampai 2 jutaan: incar Puma NITRO sekarang. Tahun transisi biasanya berarti diskon agresif; beli di toko resmi atau jaringan MAP Active supaya dapat garansi.
  • Kaki lebar atau cari rasa tempo: Deviate Pure NITRO Rp2.499.000 titik paling aman di lini Puma menurutku.
  • Pengincar Salomon untuk gaya: tabung sampai harga resmi dan tunggu momen sale resmi; KW Rp700 ribuan tidak sepadan dengan risiko lem lepas dan tanpa garansi.
  • Budget 500 ribuan ingin tampilan outdoor: Ardiles ATF Jasper, selesai.

Yang akan aku pantau setahun ke depan adalah apakah mesin distribusi Anta bikin harga resmi Puma di Asia makin agresif di 2027, tahun mereka berencana balik tumbuh. Kalau itu terjadi, artikel ini akan aku perbarui, dan kemungkinan besar isinya kabar bagus buat kantongmu.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!