Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

10 Ponsel Paling Laris: Apple–Samsung Mengunci Puncak, Merek China Tersingkir

10 Ponsel Paling Laris: Apple–Samsung Mengunci Puncak, Merek China Tersingkir
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

Peta Baru Ponsel Terlaris: Saat Apple dan Samsung Mengunci Semua Panggung

Ponsel terlaris 2026 merujuk pada sepuluh model smartphone dengan penjualan unit terbanyak secara global pada kuartal kedua menurut lembaga riset, yang menunjukkan perubahan tajam dalam dominasi merek, komposisi harga, dan dampak kelangkaan chip memori terhadap strategi produk produsen besar maupun pemain yang fokus di segmen menengah bawah.

Daftar 10 ponsel terlaris 2026 menjadi sinyal keras bahwa pasar global sedang bergeser ke duopoli yang makin kuat. Seluruh posisi diisi Apple dan Samsung, masing-masing dengan lima model, tanpa satu pun merek China yang bertahan di puncak. Ini bukan sekadar kemenangan produk, tetapi kemenangan strategi: siapa yang menguasai rantai pasok memori dan chipset, dialah yang menguasai pasar. Menurut laporan Counterpoint Research, iPhone 17 menjadi smartphone dengan penjualan unit terbanyak secara global pada kuartal II, sementara Galaxy S26 Ultra dinobatkan sebagai ponsel Android terlaris di dunia. Dalam kondisi biaya komponen naik dan permintaan melambat, konsumen tampak memilih aman: atau iPhone, atau Galaxy.

Peringkat Top 10ModelMerek
1iPhone 17 5GApple
2iPhone 17 Pro Max 5GApple
3iPhone 17 Pro 5GApple
4Galaxy S26 Ultra 5GSamsung
5Galaxy A07 4GSamsung
6Galaxy A17 5GSamsung
7iPhone 17e 5GApple
8Galaxy A17 4GSamsung
9Galaxy S26 5GSamsung
10iPhone 16 5GApple
10 Ponsel Paling Laris: Apple–Samsung Mengunci Puncak, Merek China Tersingkir

iPhone 17: Mesin Penjualan Utama di Tengah Pasar yang Melemah

Dominasi iPhone 17 penjualan bukan kebetulan; ini buah dari keputusan Apple menyempitkan jarak fitur antara seri standar dan Pro. Laporan Counterpoint Research menegaskan iPhone 17 menjadi smartphone dengan penjualan unit terbanyak secara global pada kuartal II 2026, dan lini iPhone 17 5G berhasil keluar sebagai peringkat pertama dalam daftar ponsel terlaris. Analis Karn Chauhan menilai, pembaruan spesifikasi masif pada model standar membuatnya kembali menjadi primadona karena jarak performa dengan model Pro mengecil. Artinya, konsumen memperoleh rasa “Pro” dengan harga lebih masuk akal.

Ini selaras dengan tren smartphone global yang menunjukkan segmen premium (di atas kelas menengah) masih tumbuh, sementara perangkat murah tertekan kenaikan biaya memori dan chipset. Apple memanfaatkan posisi premium dan loyalitas pengguna untuk menahan tekanan pasar, bahkan ketika pengiriman iPhone diproyeksikan turun tipis sebelum kembali naik. Di tengah kelangkaan chip memori, Apple tidak perlu bermain di diskon agresif; cukup memperkuat nilai produk dan mengandalkan ekosistem. Pelajaran untuk vendor lain jelas: saat komponen mahal, diferensiasi nilai lebih penting daripada sekadar mengejar volume.

10 Ponsel Paling Laris: Apple–Samsung Mengunci Puncak, Merek China Tersingkir

Galaxy S26 Ultra dan Kebangkitan Android Ultra-Premium

Jika iPhone 17 memimpin keseluruhan, Galaxy S26 Ultra memimpin dunia Android. Perangkat ultra-premium ini bertengger di posisi tiga global dan dinobatkan sebagai ponsel Android terlaris, bahkan disebut sebagai smartphone ultra-premium pertama yang menjadi Android terlaris pada kuartal kedua. Jadwal peluncuran yang sedikit lebih lambat dari seri S25 membuat lonjakan penjualan mengalir ke kuartal II, sementara fitur layar privasi dan kemampuan AI yang kuat disebut sebagai pembeda utama.

Lebih penting lagi, Galaxy S26 Ultra menyumbang lebih dari separuh total penjualan seluruh seri S26. Ini bukti bahwa strategi mendorong flagship, bahkan ketika biaya produksi naik, bisa berhasil jika dikombinasikan dengan promosi agresif dan alokasi sumber daya yang fokus pada margin. Secara struktural, Samsung juga diuntungkan oleh akses internal terhadap memori dan semikonduktor, memberi fleksibilitas dalam mengamankan pasokan dan menjaga ketersediaan produk di tengah tekanan. Kemenangan S26 Ultra menunjukkan bahwa pasar Android high-end belum mati; ia hanya menuntut diferensiasi nyata, bukan sekadar spesifikasi di atas kertas.

Samsung Satu-satunya ‘Hijau’ di Asia Tenggara dan Efek Domino ke Dunia

Di balik daftar ponsel terlaris 2026, ada fakta lain: Samsung adalah satu-satunya vendor besar yang masih mencatat pertumbuhan pengiriman di Asia Tenggara. Laporan Counterpoint menyebut Samsung menguasai 24% pangsa pasar smartphone kawasan pada kuartal II, naik dari 19% setahun sebelumnya. Shipment Samsung Galaxy tumbuh 6% year-on-year, menjadikannya satu-satunya merek dengan rapor hijau di antara lima besar. Di saat total shipment kawasan anjlok 15% secara tahunan, capaian ini adalah anomali positif.

Kunci keberhasilan Samsung adalah kombinasi portofolio lebar, dari flagship seperti Galaxy S26 Ultra hingga seri A07, A17, dan S26 5G yang ikut masuk daftar ponsel terlaris global. Secara global, Samsung bahkan merebut kembali posisi pertama dengan pangsa pengiriman 24% pada kuartal II. Di tengah kenaikan biaya memori dan chipset, perusahaan ini memanfaatkan kekuatan rantai pasok dan hubungan dengan operator untuk mengalihkan produk antar pasar dan menjaga ketersediaan. Pesannya jelas: ketika pasar lesu, kemampuan logistik dan manajemen komponen bisa lebih menentukan daripada sekadar meluncurkan banyak model baru.

Merek China Tertekan Kelangkaan Memori dan Pergeseran Selera Konsumen

Kontras dengan Apple dan Samsung, merek China smartphone sedang mengalami musim dingin. Kinerja penjualan mereka ditekan lonjakan biaya komponen memori dan pergeseran minat konsumen ke perangkat premium. Akibatnya, tidak ada satu pun model HP China yang masuk daftar HP paling laris 2026, padahal pada kuartal II 2025 Redmi 14C 4G masih bertahan di Top 10. Xiaomi mencatat penurunan signifikan, dengan pangsa pengiriman menyusut dari 14% menjadi 8% pada kuartal II, sementara Oppo dan Vivo masing-masing bertahan di 8% namun menghadapi kendala pasokan serta permintaan yang melemah.

Krisis kelangkaan chip memori memperparah situasi. Kenaikan biaya memori dan chipset menekan margin perangkat murah; produsen diperkirakan merespons dengan mengurangi kapasitas memori, memakai platform lama, menaikkan harga, atau mematikan produk yang tidak lagi menguntungkan. Masalahnya, basis konsumen utama merek China sensitif terhadap harga. Ketika harga naik dan spesifikasi dipangkas, mereka kehilangan daya tarik. Hasilnya, pengiriman beberapa pemain utama diproyeksikan turun 15–34% karena ketergantungan pada perangkat kelas menengah dan pasar negara berkembang. Jika pola ini berlanjut, dominasi Apple–Samsung di daftar ponsel terlaris 2026 bisa berubah menjadi status quo baru, bukan sekadar anomali satu kuartal.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!