Nostalgia yang Bertransformasi: Inti Konsep Beyond The Slice
Beyond The Slice adalah sebuah program kuliner di hotel berbintang yang mengolah rasa jajanan pasar dan cita rasa lokal menjadi pastry Nusantara modern dan cheesecake rasa lokal dengan pendekatan kreatif, playful, serta presentasi kontemporer yang menyasar pengalaman fine dining para tamu hotel. Dalam kolaborasi ini, rasa akrab seperti pisang, klepon, gula aren, hingga durian tidak dibiarkan tinggal sebagai memori masa kecil, tetapi diangkat ke panggung utama sebagai bagian dari dessert berestetika tinggi di restoran hotel. Sikap kreatif Chef Agnesia Cahaya bersama tim dapur menjadi pernyataan jelas: nostalgia bukan sekadar romantika, melainkan bahan baku gagasan yang bisa diolah ulang menjadi pengalaman kuliner baru. Program ini berlangsung dari 21 Agustus hingga November 2026 di Yin & Yum All Day Dining dan menghadirkan dua poros utama: kreasi pastry-savoury di breakfast corner serta cheesecake “Treasures of Nusantara”.

Sarapan sebagai Panggung Pastry Nusantara Modern
Keberanian utama Beyond The Slice tampak dari cara mereka memperlakukan sarapan: bukan sekadar rutinitas, melainkan panggung untuk memperkenalkan pastry Nusantara modern. Lima kreasi di breakfast corner—Madeline Pisang Madu, Madeline Kopi Susu, Bolen Choco Pistachio Kunafa, Klepon Cheese Tart, dan Kroket Salted Egg—secara tegas menunjukkan bahwa rasa lokal layak hadir dalam format pastry kekinian. Madeline diberi rasa pisang madu dan kopi susu yang akrab di lidah. Bolen dipasangkan dengan pistachio dan kunafa, mengikuti tren kuliner yang sedang naik daun. Klepon Cheese Tart memadukan karakter rasa klepon dengan tekstur cheese tart yang creamy dan gurih, menggeser klepon dari wadah plastik jajanan pasar ke piring hotel dengan sentuhan modern. Menariknya, sarapan ini disajikan dalam format all-you-can-eat bagi tamu menginap maupun walk-in, dengan harga Rp150.000 nett per orang dan Rp75.000 nett untuk anak usia 6–12 tahun.
Treasures of Nusantara: Cheesecake Rasa Lokal sebagai Perjalanan Rasa
Jika sarapan adalah pembuka, maka Treasures of Nusantara adalah manifesto estetika dessert mereka. Alih-alih menyajikan satu rasa aman, Chef Agnesia dan VIVERE Hotel memilih cheesecake rasa lokal sebagai medium eksplorasi empat karakter rasa: Pisang Raja Bulu, Teh Hijau Melati, Gula Aren, dan Durian. Setiap potongan tersusun dalam satu piring, bukan sekadar untuk dicicipi, tetapi untuk diikuti sebagai perjalanan rasa yang berurutan—dimulai dari pisang yang lembut, bergerak ke teh hijau melati yang lebih aromatik, lalu gula aren yang manis berkarakter, dan ditutup dengan durian yang bold serta beraroma kuat. Urutan ini adalah bentuk kurasi rasa; durian ditempatkan di akhir karena dominasi aromanya, sehingga tidak menenggelamkan karakter sebelumnya. Dalam satu piring, tamu mendapat narasi kuliner yang jelas: rasa lokal bisa tertata, terukur, dan sekaligus emosional.
Klepon, Durian, dan Visual Kontemporer di Restoran Premium
Di balik nama yang terdengar manis, Beyond The Slice membawa gagasan yang jauh lebih penting: bahwa bahan dan rasa tradisional layak hadir di restoran premium dengan estetika kontemporer. Klepon tidak lagi sekadar bulatan hijau berbalut kelapa, melainkan ide rasa yang diterjemahkan dalam Klepon Cheese Tart yang rapi, berlapis, dan siap menghuni piring dessert hotel. Durian, yang sering dianggap terlalu kuat dan “kampung”, ditempatkan sebagai bagian penting dari Treasures of Nusantara, bukan disembunyikan atau disamarkan. Pendekatan ini menunjukkan perubahan cara pandang terhadap fine dining tradisional: yang dianggap mewah bukan hanya bahan impor dan plating rumit, tetapi keberanian mengangkat memori lokal ke level estetika yang setara dengan dessert internasional. Kolaborasi ini memberi pesan halus kepada tamu: rasa yang Anda kenal sejak kecil punya tempat di ruang paling elegan hotel, dan layak dinikmati dengan penuh perhatian.
Mengapa Kolaborasi Chef Agnesia Penting bagi Masa Depan Dessert Lokal
Peran Chef Agnesia Cahaya sebagai finalis MasterChef Indonesia Season 10 memberi bobot tersendiri pada proyek ini: ia membawa pengaruh budaya kompetisi dapur modern ke wilayah rasa tradisional. Menurut General Manager hotel, sarapan dan dessert di sini dirancang sebagai “extra experience”, sesuatu yang ingin meninggalkan kenangan, bukan sekadar mengisi perut. Pernyataan itu penting, karena mengakui bahwa nilai sebuah hotel sekarang diukur juga dari bagaimana mereka merawat memori gastronomi tamu. Konsep signature cheesecake yang bisa dinikmati bersama keluarga atau teman menunjukkan bahwa dessert bukan lagi konsumsi individual, melainkan medium berbagi cerita. Di titik ini, Beyond The Slice menjadi lebih dari program promosi: ia adalah contoh konkret bagaimana pastry Nusantara modern dan cheesecake rasa lokal dapat mengubah cara kita memandang dessert—dari penutup makan yang manis menjadi narasi rasa yang menyatukan generasi, dari jajanan pasar hingga meja hotel berbintang.





