Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Peta Kemiskinan: Bogor Terbanyak, Kepulauan Seribu Tersedikit

Peta Kemiskinan: Bogor Terbanyak, Kepulauan Seribu Tersedikit
Minat|Asia Tenggara

Jumlah besar tidak sama dengan tingkat kemiskinan tinggi

Jumlah penduduk miskin adalah hitungan orang yang berada di bawah garis kemiskinan dalam suatu wilayah, sehingga angka ini menunjukkan skala persoalan, bukan proporsi penduduk yang mengalaminya. Data kemiskinan 2025 memperlihatkan kontras tajam di Jawa: Kabupaten Bogor mencatat angka tertinggi, 401,86 ribu jiwa, sedangkan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terendah, 3,35 ribu jiwa. Selisih itu penting bagi pembuat kebijakan, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa kesejahteraan di Bogor paling buruk atau Kepulauan Seribu paling baik. Jumlah absolut dipengaruhi ukuran populasi, sementara tingkat kemiskinan membandingkan penduduk miskin dengan keseluruhan penduduk. Karena itu, membaca peringkat tanpa melihat persentase dan konteks daerah berisiko menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan.

Skala nasional memberi konteks: menurut data Badan Pusat Statistik, terdapat 23,36 juta penduduk miskin di Indonesia per September 2025, setara dengan 8,25% penduduk. Angka tersebut menurun dibandingkan 24,05 juta pada 2024, tetapi penurunan nasional tidak menghapus perbedaan tajam antardaerah. Peta penduduk miskin Jawa harus dibaca sebagai gambaran beban jumlah orang yang perlu dijangkau, bukan sebagai papan peringkat tingkat kemiskinan.

Peta Kemiskinan: Bogor Terbanyak, Kepulauan Seribu Tersedikit

Bogor memimpin jumlah, bukan otomatis tingkat kemiskinan

Kemiskinan Kabupaten Bogor menjadi sorotan karena 401,86 ribu penduduk miskin menempatkannya di urutan pertama se-Jawa. Namun, tingkat kemiskinan kabupaten ini tercatat 6,26% pada 2025; angka itu menegaskan bahwa jumlah besar tidak otomatis berarti persentase tertinggi. Populasi yang besar dapat menghasilkan banyak penduduk miskin sekalipun porsi mereka terhadap total penduduk tidak berada di posisi teratas. Ini bukan alasan untuk mengecilkan kebutuhan layanan, melainkan alasan untuk memilih ukuran yang tepat.

Peringkat berikutnya juga terkonsentrasi di kabupaten: Kabupaten Tangerang mencatat 265,90 ribu jiwa, Kabupaten Brebes 257,29 ribu, Kabupaten Garut 252,56 ribu, dan Kabupaten Bandung 236,06 ribu. Lima dari sepuluh wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak berada di Jawa Barat, tiga di Jawa Timur, serta masing-masing satu di Jawa Tengah dan Banten. Seluruh sepuluh wilayah tersebut berstatus kabupaten. Pola ini masuk akal jika mempertimbangkan cakupan wilayah dan populasi yang umumnya lebih besar, tetapi tetap tidak membuktikan bahwa tingkat kemiskinan setiap kabupaten lebih tinggi daripada kota.

Kepulauan Seribu paling sedikit, tetapi angka rendah bukan vonis kesejahteraan

Di ujung bawah peringkat, kemiskinan Kepulauan Seribu tercatat sebanyak 3,35 ribu jiwa—jumlah penduduk miskin paling sedikit di Pulau Jawa. Setelahnya, Kota Batu memiliki 6,22 ribu jiwa dan Kota Mojokerto 6,77 ribu jiwa. Sembilan dari sepuluh wilayah dengan angka paling sedikit berstatus kota, sementara satu lainnya adalah kabupaten administrasi. Dominasi kota memperlihatkan bagaimana ukuran populasi dan wilayah dapat membentuk hitungan absolut yang lebih kecil.

Namun, peringkat rendah bukan bukti otomatis keberhasilan pengentasan kemiskinan. Sebagai pengingat, Kota Banjar memiliki 10,97 ribu penduduk miskin dan tingkat kemiskinan 5,73%; persentase ini lebih tinggi daripada Kota Batu, Kota Madiun, dan Kota Salatiga. Maka, menyebut suatu daerah paling sedikit berdasarkan jumlah harus dibatasi pada ukuran tersebut. Untuk menilai kesejahteraan, pembaca dan pengambil kebijakan perlu melihat tingkat kemiskinan, jumlah penduduk, kesempatan kerja, serta kondisi ekonomi setempat.

Gunakan dua ukuran untuk membaca peta kemiskinan

Perbandingan jumlah dan persentase menghasilkan pembacaan yang lebih jujur. Jumlah membantu pemerintah memperkirakan berapa banyak orang yang membutuhkan dukungan; tingkat kemiskinan membantu menilai seberapa luas masalah itu di antara penduduk. Keduanya menjawab pertanyaan berbeda dan tidak seharusnya dipertukarkan. Secara regional, Jawa Timur mencatat jumlah penduduk miskin terbanyak di antara provinsi di Jawa, yakni 3,88 juta jiwa, disusul Jawa Barat dengan 3,65 juta dan Jawa Tengah dengan 3,37 juta. Total penduduk miskin di enam provinsi di Pulau Jawa mencapai sekitar 12,56 juta jiwa.

Kesimpulannya, Kabupaten Bogor memang menanggung jumlah penduduk miskin terbanyak dan Kepulauan Seribu paling sedikit, tetapi kedua peringkat itu tidak menetapkan daerah mana yang tingkat kemiskinannya paling parah atau paling ringan. Angka Bogor sebesar 401,86 ribu jiwa perlu dibaca bersama tingkat kemiskinannya yang 6,26%; angka Kepulauan Seribu sebesar 3,35 ribu jiwa pun tidak cukup untuk menyatakan kesejahteraannya paling baik. Peta yang berguna bukan sekadar daftar teratas dan terbawah, melainkan pembacaan yang menggabungkan jumlah, proporsi, populasi, kesempatan kerja, dan keadaan ekonomi setempat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!