GASING: Bukan Sekadar Cara Berhitung, Tapi Cara Baru Memandang Matematika
Metode GASING berhitung adalah pendekatan pembelajaran matematika dasar yang dirancang agar proses memahami operasi seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian menjadi gampang, asyik, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar dan madrasah, sekaligus efektif meningkatkan kemampuan numerasi mereka melalui langkah-langkah konkret, logis, dan sistematis. Metode ini lahir dari keprihatinan pada matematika yang kerap dicap menakutkan, lalu menjawab dengan strategi yang mengutamakan rasa ingin tahu siswa, bukan sekadar hafalan rumus. GASING secara terang menantang cara lama yang kaku: kelas tidak lagi sunyi dan tegang, tetapi penuh aktivitas, ice breaking, dan lagu yang membuat berhitung terasa seperti permainan. Di sinilah letak kekuatan GASING—ia mengembalikan matematika ke akar sejatinya, yaitu kemampuan berpikir yang bisa dinikmati, bukan dihindari.
MTs Negeri 1 Way Kanan dan MIN 1 Mesuji: Bukti Matematika Bisa Disukai Siswa
Implementasi GASING di madrasah menunjukkan bahwa pembelajaran matematika menyenangkan bukan slogan kosong. MTs Negeri 1 Way Kanan menggelar pelatihan pintar berhitung dengan metode GASING yang diikuti seluruh siswa pada 15–18 Oktober 2024, dengan tujuan meningkatkan pemahaman konsep matematika, kemampuan berpikir kritis, dan kerja sama antarsiswa. Cara penyampaian materinya sengaja dikemas dengan latihan soal, ice breaking, dan lagu agar siswa tetap bersemangat; pesan guru jelas: pelatihan ini adalah kesempatan langka yang harus diikuti sungguh-sungguh agar matematika menjadi pelajaran yang disenangi. Di MIN 1 Mesuji, diseminasi pelatihan GASING menegaskan hal yang sama. Kepala madrasah secara terbuka menyebut bahwa selama ini matematika sulit dan kurang disukai, dan berharap metode GASING menghapus citra itu dengan membuat pelajaran lebih diminati. Pre-test, pengenalan bilangan, dan materi yang bergerak dari konkret ke mencongak, plus sesi yang seru, membuat guru maupun siswa melihat matematika dari kacamata baru: menantang tapi mengasyikkan.
Dairi: Saat Metode GASING Naik Kelas Jadi Program Dinas Pendidikan
Yang menarik, metode GASING tidak berhenti di level sekolah, tetapi naik kelas menjadi program dinas pendidikan. Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pendidikan menegaskan komitmen berkelanjutan untuk meneruskan implementasi metode GASING di berbagai satuan pendidikan pada tahun anggaran 2026. Ini bukan sekadar pelatihan hit-and-run; langkah strategis ini diambil untuk memperkuat kemampuan numerasi siswa secara massal dan melatih guru agar mengajar matematika dengan pendekatan yang lebih sederhana, logis, dan sistematis. Dalam rapat evaluasi, Bupati Vickner Sinaga menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang dan melalui GASING, stigma bahwa matematika menakutkan harus diubah menjadi pengalaman yang gampang, asyik, dan menyenangkan bagi anak-anak. Targetnya tegas: ada lompatan besar pada rapor numerasi pendidikan di Dairi pada 2026. Ambisi ini patut diapresiasi, karena peningkatan numerasi siswa akhirnya diangkat sebagai agenda politik pendidikan, bukan urusan guru di kelas saja.
Efek Nyata: Engagement Naik, Numerasi Menguat, Guru Ikut Bertransformasi
Metode GASING berhitung digagas oleh Prof. Yohanes Surya dan telah terbukti di berbagai daerah meningkatkan kecerdasan logika-matematika anak secara cepat. Di lapangan, tanda-tanda perubahannya jelas. Di MTs Negeri 1 Way Kanan, GASING dipakai bukan hanya untuk melatih berhitung, tetapi juga menumbuhkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis; suasana pelatihan yang penuh ice breaking dan lagu menunjukkan engagement siswa yang jauh dari gambaran kelas matematika tradisional. Di MIN 1 Mesuji, guru mengikuti pelatihan dengan semangat dan antusias, yang memantapkan pemahaman mereka sekaligus menunjukkan komitmen untuk terus belajar demi kemajuan madrasah. Ketika program dinas pendidikan, sekolah, dan guru bergerak searah, pembelajaran matematika menyenangkan bukan lagi wacana, melainkan budaya baru belajar yang memadukan kegembiraan dan ketelitian. Inilah kombinasi yang selama ini hilang dari kelas-kelas matematika kita.
Apa Selanjutnya: Menjaga GASING Tetap Gampang, Asyik, Menyenangkan, Bukan Sekadar Label
Ke depan, tantangan utama bukan lagi membuktikan bahwa GASING bekerja, tetapi memastikan metode ini tidak berubah menjadi prosedur kaku yang kehilangan ruhnya. Pemkab Dairi sudah memberi contoh dengan menekankan pentingnya kompetensi guru dan mengawal pelatihan secara intensif agar transformasi cara mengajar terasa di setiap sekolah. Di Mesuji, antusiasme guru menunjukkan bahwa perubahan kurikulum mental mereka sedang terjadi: matematika bukan lagi “momok”, tetapi ruang eksplorasi yang bisa dinikmati bersama siswa. Agar peningkatan numerasi siswa berkelanjutan, sekolah perlu menjadikan GASING sebagai budaya, bukan proyek sementara. Itu berarti terus menciptakan pembelajaran matematika menyenangkan, menghubungkan konsep dengan kehidupan sehari-hari, dan memberi ruang pada tanya-jawab kritis. Kalau kelas berhitung mampu memadukan ketepatan dan rasa senang, generasi yang tumbuh darinya tidak hanya pandai angka, tetapi juga percaya diri menghadapi tantangan apa pun yang menuntut logika.






